Menikahi Mantan Suami Pelakor

Menikahi Mantan Suami Pelakor
Bab. 50


__ADS_3

Bulan pun meninggalkan bumi karena sudah selesai menjalankan tugasnya. Berganti matahari yang akan bertugas untuk menyinari bumi. Rosie sudah bangun terlebih dahulu. Dia sudah wangi dan dengan mesranya membangunkan Ridho.



"Mas, ayo bangun ... Kau akan pulang jam berapa?" Rosie mengguncang tubuh Ridho.



Ridho mengerjapkan matanya. Kepalanya terasa berat dan sedikit pusing karena semalam terlalu banyak minuman keras yang masuk ke dalam tubuhnya.



"Argh! Di mana ini? Dan sudah jam berapa?" tanya Ridho sembari memijat pelipisnya untuk mengurangi rasa pusing yang menderanya.



Rosie mengusap kepala Ridho dengan lembut. "Mas kita berada di hotel, semalam mas sangat luar biasa. Aku merasa bahagia sekali," ucap Rosie sembari memeluk lengan Ridho.



Ridho menatap sosok wanita yang ada di sampingnya itu. "Memang apa yang kita lakukan semalam?" tanya Ridho yang belum genap kembali kesadarannya.



"Ck! Mas lupa ya? Kita kan sudah melakukan malam pertama. Ibaratnya kita nyicil melakukan ritual malam pertama sebelum kita nanti benar-benar menikah," ucap Rosie santai namun berhasil membuat Ridho terkejut bukan main. Dia telah berada dalam lingkaran masalah. Tidak mungkin jika Rosie akan membiarkannya kabur. Pasti Rosie akan terus mengejar Ridho sepanjang waktu.



Ridho menarik napas dalam-dalam, lalu mengembuskannya pelan. Sudah terlanjur basah maka mandi sekalian. Toh, Wulan sudah tidak mampu melayaninya dengan baik. Masih mending ada Rosie yang bisa selalu memuaskannya.


__ADS_1


"Baiklah, Rosie. Aku akan bertanggung jawab dan akan menikahimu. Tapi aku harap kau harus bersabar terlebih dahulu karena aku akan menceraikan istriku terlebih dahulu," ucap Ridho sembari menangkup wajah Rosie dengan kedua tangannya.



Senyum tercetak indah di bibir Rosie. Dia merasa senang karena sebentar lagi akan menjadi istri orang kaya. Pekerjaannya sebagai wanita penghibur telah pensiun.



"Terima kasih, Mas. Aku akan dengan sabar menunggumu," jawab Rosie dengan penuh suka cita.



"Aku ingin sarapan, apakah kau mau memesankan makanan untukku hem?" tanya Ridho pada Rosie. Lama juga dia tidak dilayani oleh wanita. Wulan jarang sekali mau melayani dirinya saat sarapan. Wulan lebih banyak menghabiskan waktu dengan ponselnya.



"Tentu saja, Mas. Sebagai calon istrimu aku akan melayani mu dimana pun dan kapan pun. Itu adlah janjiku padamu," jawab Rosie bersemangat. Dia pun segera memesan makanan ke pihak hotel.


Di rumah Hans, saat ini sambil sarapan Hans menyalakan berita televisi.



"Uhuk ... Uhuk!" Hans tersedak saat melihat berita yang baru viral pagi ini.



"Mas, mas kenapa? Ini air minumnya." Tia menghampiri Hans sembari memberikan air putih pada Hans.



"Lega ... terima kasih, Tia," ucap Hans sembari bernapas lega.

__ADS_1



"Mas, memang apa yang mas tonton tadi? Mas Hans kok begitu terkejut hingga sampai kesedak begitu?" Tia masih belum mendapatkan atas pertanyaannya tadi. Tia sudah memutuskan untuk memanggil Hans dengan sebutan 'Mas' agar lebih dekat dan lebih menghormati Hans.



Hans menoleh ke arah sang istri yang hanya memakai daster rumahan dan rambut digelung ke atas. Leher jenjang sang istri mampu membuat dadanya berdebar.



"Mm ... itu, kamu lihat saja. Bukankah itu mantan suamimu yang ada di berita itu?" jawab Hans sembari menunjuk ke arah televisi.



Tia seketika memfokuskan penglihatannya pada berita yang tayang di televisi. Benar apa yang dikatakan oleh Hans. Wajah Ridho tersorot oleh kamera bersama seorang wanita cantik.



"Mas Ridho!!" pekik Tia tertahan. Dia sangat terkejut melihat mantan suaminya mabuk dan sedang bersama seorang wanita dengan penampilan yang sangat terbuka. Jelas sekali jika wanita itu pasti wanita malam yang disewa oleh mantan suaminya.



Hans menatap cemburu pada istrinya itu, ternyata dalam hati Tia masih ada Ridho, lelaki yang pernah menyakiti hatinya.



"Tia ... kau masih memikirkan Ridho?" Hans bertanya dengan hati-hati, takut jika sampai melukai hati sang istri. Tia melirik ke arah sang suami, sejurus kemudian dia tersenyum pada suami barunya itu.



"Mas cemburu ya?" goda Tia. Bukannya menjawab pertanyaan Hans akan tetapi malah balik bertanya.

__ADS_1


__ADS_2