Menikahi Mantan Suami Pelakor

Menikahi Mantan Suami Pelakor
MMSP2. Bab 90


__ADS_3

Bab. 90


Bik Inah menatap heran pada Aris.


"Den Aris, nyonya Tia pernah bercerita pada saya kalau dia kecewa setelah melihat postingan nona Devi. Mungkin postingan-postingan nona Devi itulah yang membuat nyonya Tua menjaga jarak dari den Aris," jawab bik Inah sembari membersihkan peralatan dapur.



"Postingan? Postingan apa, Bik?" tanya Aris lagi. Dia semakin penasaran, ada apa dengan postingan Devi.



"Den Aris cek saja sendiri di akun FB istri den Aris. Bibik juga tidak tahu, hanya pernah dengar nyonya Tia bilang begitu," jawab bik Inah pada Aris.



Aris segera mengambil ponselnya dan mengetik nama sang istri di pencarian. Ada beberapa nama yang sama, hanya satu yang memakai foto pernikahan Aris dan Devi sebagai foto profilnya. Aris klik nama tersebut. Ada nama Tia masuk dalam list daftar pertemanan.



"Ini akun FB Devi. Aku yakin itu," gumam Aris menatap foto pernikahan dirinya itu. Aris pun mulai membuka postingan sang istri. Aris membelalakkan matanya, tidak percaya apa yang ia baca. Pantas saja kakaknya marah dan menjauhinya karena postingan Devi sungguh terlalu.



Tangan Aris mengepal kuat, selama ini ternyata Devi hanya manis dan baik di awal saja. Sungguh Aris tidak menyangka jika dirinya tertipu dengan keluguan Devi. Hati Aris meradang, matanya memanas. Bisa ia bayangkan bagaimana sang kakak sebagai wanita pastilah merasa malu karena tersindir kata-kata Devi.


__ADS_1


"Kurang ajar! Wanita itu ternyata serigala berbulu domba. Dia tidak tahu terimakasih. Di depan ku dia bersikap polos, akan tetapi ketika di belakang ku dia tidak ubahnya seperti ular yang siap menggigit siapa saja, bahkan orang yang sudah berbuat baik padanya.



Bik Inah menatap kasihan pada adik dari majikannya itu. Dia tahu bagaimana dulu sebelum melamar Devi, Aris sudah disakiti oleh wanita yang bernama Aliya. Sungguh dalam percintaan, Aris tidak lah seberuntung Tia. Setelah disakiti oleh wanita, ternyata mendapatkan wanita yang tidak beda jauh sosok wanita pertamanya.



"Terimakasih, Bik. Sekarang Aris tahu apa yang menyebabkan mbak Tia menjauhi Aris. Aris akan minta maaf pada mbak Tia. Aris pergi dulu ya, Bik." Aris berpamitan meninggalkan bik Inah yang berdiri mematung menatap punggung Aris.



"Mengapa selalu orang baik yang harus menderita. Semoga mereka akan bahagia pada akhirnya," gumam bik Inah mendoakan kebaikan untuk Aris.


***


Aris yang kini bersimpuh di depan Tia, tidak bisa lagi menahan air matanya.




Aris menangis sesenggukan di pangkuan kakaknya. Kakak perempuan satu-satunya yang ia miliki sekarang ini.



"Aris, jangan seperti itu tidak baik. Suami istri terikat akan janji setia yang mereka ucapkan saat akad nikah dulu. Semua hal bicarakan dengan baik, jangan terburu-buru," ucap Tia sembari mengusap kepala sang adik dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1



"Tapi, Mbak. Dia sudah sangat kurang ajar pada Mbak Tia. Mumpung Aris sama sekali belum menyentuh diri Devi."



"Apa? Kalian sama sekali belum melakukan itu?" tanya Tia terkejut. Dia tidak menyangka jika adiknya masih perjaka, padahal sudah bulan madu.



"Belum, Kak. Devi sedang datang bulan," jawab Aris.



"Bukannya saat nikah dia sedang haid? Harusnya tidak lagi dong kan sudah tiga Minggu?" ucap Tia heran.



"Entahlah, Mbak. Aris tidak tahu apa penyebab Devi datang bulan lagi," imbuh Aris. Dia semakin bingung dengan istrinya sendiri. Apa mungkin Devi berbohong kepadanya?



"Semakin aneh saja anak itu. Dia banyak menyimpan misteri yang hanya dia sendiri yang tahu. Mbak kira dulu dia gadis yang baik karena dia seorang guru. Akan tetapi ternyata Devi seperti itu orangnya.



Brak!

__ADS_1



"Mas Aris?! Kamu di mana, Mas?!" suara pintu dibuka paksa dan suara wanita melengking tinggi terdengar oleh Tia dan Aris. Sedangkan Gunawan ijin beristirahat di kamarnya.


__ADS_2