Menikahi Mantan Suami Pelakor

Menikahi Mantan Suami Pelakor
MMSP2. Bab 61


__ADS_3

Meski marah, Sinta juga berharap bahwa usaha yang dilakukannya, akan membawa pemahaman dan perubahan yang positif untuk hubungan dia dan Gunawan.


"Aku harus bisa membuat papa mengerti dan memintaku untuk kembali ke rumahnya!" gumam Sinta sembari mengambil napas dalam-dalam. Dirinya kini sudah berada di depan pintu ruangan Gunawan.



Sinta mengetuk pintu kantor Gunawan dengan ketukan yang tegas. Hatinya masih dipenuhi dengan rasa marah dan kekecewaan, namun dia berusaha untuk tetap tenang dan menjaga sikap profesional. Pintu kantor terbuka, dan Sinta melangkah masuk dengan langkah mantap.


Gunawan, yang duduk di meja kerjanya, terkejut melihat kedatangan Sinta. Ekspresi heran terpancar dari wajahnya, namun dia segera mencoba menyembunyikan kejutan itu dan memberikan senyuman sopan kepada Sinta.


"Sinta, kamu?" tanya Gunawan dengan nada penuh keheranan.


"Ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan dengan saya?" sinis Gunawan.

__ADS_1


Deg!


Sinta menatap langsung ke mata Gunawan dengan pandangan tajam dan terkejut saat Gunawan menyebut dirinya dengan kata 'Saya'. Sinta merasa perlu untuk menanyakan secara langsung tentang kejadian kemarin yang begitu mengejutkannya. Apalagi kejadian pengusiran itu pun terjadi di waktu malam. Di mana Sinta harus pontang -panting mencari tempat bermalam.


"Papa, aku ingin tahu mengapa papa mengusir saya dari rumah dengan cara membuang tas koper saya?" tanya Sinta dengan suara tegas. Raut wajahnya mencerminkan kebingungan dan kekesalan.


Gunawan terdiam sejenak, mencoba mencari kata-kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan Sinta. Dia sadar bahwa tindakannya tersebut telah menyakiti perasaan Sinta, dan saat ini dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Namun Gunawan juga ingin memberi pelajaran untuk Sinta.


Gunawan duduk tegak di meja kerjanya, tatapannya serius menatap Sinta yang berdiri di hadapannya. Dengan suara tegas, ia menjelaskan alasannya dengan hati yang berat.


Meskipun hati Gunawan berat melakukannya, ia tetap berpegang pada keputusannya, menolak membiarkan rengekan Sinta mempengaruhi dirinya.


Sinta terdiam sejenak, terkejut mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Gunawan. Matanya terbelalak dan ekspresi wajahnya mencerminkan kebingungan dan kesedihan. Apalagi kini Gunawan memakai kata saya dan kamu.

__ADS_1


Sinta merasa seperti ditampar keras oleh kenyataan yang baru saja diungkapkan oleh pria yang pernah menjadi ayahnya. Hatinya terasa hancur dan kehilangan. Sinta mencoba mencerna kata-kata itu, berusaha memahami apa yang sedang terjadi. Dia merasakan perasaan tidak adil dan kebingungan yang melanda dirinya.



Segala upaya dan waktu yang dia habiskan untuk membangun hubungan dengan Gunawan seakan hilang begitu saja. Sinta mencoba menahan air mata yang sudah mengancam untuk keluar. Namun, dalam keheningan yang mencekam, rasa sakit dan kehampaan telah mengisi ruangan di antara mereka.


"Dari mana papa tahu masalah ini?"


Sinta, meskipun dalam keadaan penuh kebingungan, tidak menyerah begitu saja. Dengan harap-harap cemas, dia mencoba mencari jawaban dari Gunawan, ingin tahu darimana Gunawan mengetahui masalah ini.


"Itu bukan urusan kamu, kamu sudah mengecewakan saya dan mulai detik ini kamu bukan lagi anak saya. Silahkan pergi dari rumah dan jangan sekali-kali kamu menginjakkan kaki di rumah!" sahut Gunawan.


Namun, Gunawan tetap diam dan tidak mau memberikan penjelasan lebih lanjut. Sinta merasa semakin frustasi karena tidak mendapatkan jawaban yang dia cari.

__ADS_1


"Ayolah, Pa. Apakah papa tega membiarkan anak papa luntang-lantung di jalan? Apa papa mau aku gembel? Beri aku kesempatan sekali lagi pa, aku berjanji tidak akan mengecewakan papa lagi."


Namun, dia tidak menyerah begitu saja. Dalam keputusasaan, Sinta berusaha membujuk Gunawan dengan sepenuh hati. Dia berbicara dengan suara lembut, mencoba meyakinkan Gunawan bahwa mereka bisa melewati masalah ini dan memulihkan hubungan mereka. Sinta memohon pada Gunawan untuk memberikan kesempatan kedua, berjanji akan berubah dan memperbaiki kesalahan-kesalahannya.


__ADS_2