Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
Seorang Pria Menangis


__ADS_3

“ Lily juga Ma, karena itu Lily ingin jadi anak baik supaya Mama pulang. Jangan pergi lagi ya Ma Lily janji akan jadi anak baik ”


Mendengar itu rindu dan juga haru yang dirasakan Adira seakan meluap-luap hingga ia tidak bisa menyembunyikan suara isakannya karena menangis. Lily dengan lembut menepuk-nepuk bahu Adira memberikan ketenangan kepada Adira.


“ Hikss..a-aku tidak kuat lagi ” lirih Aidan dengan cepat menyembunyikan wajahnya ke punggung Noah agar orang lain tidak melihat wajahnya yang sudah memerah karena menangis.


“ Hei nanti ingusmu kena ke bajuku ” sungut Noah.


“ Tidak kok kak..hikss..ini mengharukan sekali bagaimana bisa aku tidak menangis ”


“ Dasar cengeng ”


Mendengar ejekan Noah Aidan tetap tidak peduli.


“ Jangan menangis nanti wajahmu bengkak ” Zein menyeka air mata Adira dengan sapu tangan yang ada di tangannya.


“ Anak-anak terima kasih untuk sambutannya, tapi untuk sekarang Adira harus istirahat dulu. Jadi Daddy akan segera mengantar dia ke kamar ”


“ Tidak apa-apa Mas aku baik-baik saja. Ini juga tidak akan lama ” yakin Adira.


Adira mendekat ke arah Nadia dan memeluk gadis itu. Sekarang dia tahu Nadia sebenarnya adalah anak yang sangat baik. Tapi gadis itu kesulitan dalam mengekspresikan diri jadi Adira tak ragu lagi untuk duluan mendekatkan diri kepadanya.


Nadia dengan gemetaran karena sekuat tenaga menahan untuk tidak menahan tangisannya membalas pelukan Adira dengan sangat kaku.


“ Maaf Nona A aku selama ini selalu jahat padamu..aku minta maaf untuk semuanya. Aku berjanji tidak akan mengulangi hal itu lagi dan tidak akan membuatmu kesusahan lagi. Aku minta maaf dan terima kasih karena sudah mau kembali ”


“ Jangan minta maaf lagi aku sudah melupakan semuanya, kamu adalah gadis yang hebat dan kuat. Aku tidak pernah melihat seseorang yang bertahan sekuat dirimu saat situasi begitu sulit ”


Setelah beberapa saat Adira melepaskan pelukannya.


“ Aidan...kamu akan terus menangis sendiri seperti itu ” ucap Adira dengan nada menggoda.

__ADS_1


“ Hikss...hikss..Nona A maaf aku sudah berkata kasar padamu..aku benar-benar minta maaf ta-tapi juga sangat bahagia karena Nona A selalu menyayangi kami ”


“ Astaga...bagaimana bisa seorang pria menangis seperti itu. Makasih ya Aidan aku tahu kalau selama ini kamu selalu memikirkan agar aku tidak kesulitan. Aku benar-benar menghargai itu ”


“ Ahh...hikss berhenti bicara seperti itu Nona A, aku semakin sedih ” tangis Aidan layaknya seorang anak kecil.


“ Cup cup astaga anak ini masih belum berubah sama sekali ” Adira menepuk-nepuk bahu Aidan sambil tertawa kecil melihat betapa lucunya Aidan menangis.


Sekarang tiba giliran Noah, dari gelagat pria itu saja Adira sudah tahu betapa kaku dan yakin Noah tidak akan mengatakan apa pun sebelum dia yang mulai bicara duluan.


“ Noah-


Baru satu kata itu yang meluncur dari bibir Adira, Noah langsung memeluk pelan dirinya.


“ Aku tidak pintar bicara tapi terima kasih banyak sudah mau menerima kami kembali sebagai keluarga ”


“ Hahh..dasar kalian ini ” senyum Adira.


“ Terima kasih sudah menjadi kakak yang baik untuk adik-adikmu dan juga sangat bertanggung jawab menjaga semuanya sementara saat itu keadaan Daddymu sedang kacau. Mas Zein sudah menceritakan semuanya kamu memang yang terbaik Noah ”


“ Aku ingin sekali menghabiskan lebih banyak waktu bersama kalian sekarang, tapi seperti yang Daddy kalian bilang sekarang aku masih harus banyak istirahat sampai betul-betul pulih ”


“ Kita masih punya banyak waktu untuk itu Dira, sekarang kamu ikut aku dan istirahat ” Zein meraih tangan Adira.


Setelah mengantarkan bayinya ke kamar Helena juga meninggalkan Adira dan Zein berdua di kamar itu. Lalu dia kembali ke ruang tamu untuk menemui Nadia.


“ Nadia, apa kamu bisa ikut bersamaku ke kamarmu sebentar. Aku ingin mengambil barang-barangku ” ungkap Helena.


Nadia mengerutkan alisnya heran mengapa Helena berkemas sekarang.


“ Kamu akan pulang sekarang? Atau kamu berniat menginap di tempat lain? ” tanya Nadia penasaran.

__ADS_1


“ Oh aku akan kembali ke desa selagi masih belum terlalu siang. Kalau naik kereta pun masih sempat. Jadi aku akan mengemasi barangku dengan cepat ”


Memang selama dia menginap di kediaman keluarga Brown Nadia memaksa ingin Helena tidur bersama di kamarnya. Sebenarnya Helena menolak tapi karena terpikir mungkin itu kesempatan untuknya mengawasi Nadia yang dulunya pernah berbuat jahat pada Adira. Helena ingin mencari tahu apa Nadia benar-benar sudah berubah. Ternyata selama beberapa hari ini dia sendiri juga bisa tahu kalau Nadia memang orang yang baik.


“ Tapi kenapa tidak menginap lebih lama lagi. Nona A juga baru keluar dari rumah sakit hari ini ”


“ Aku sudah bilang pada Adira tadi. Aku juga sudah meninggalkan peternakan terlalu lama, takutnya malah terjadi hal yang tidak di inginkan ”


“ Baiklah aku akan bantu kalau begitu ” balas Nadia, setelah selesai mengemasi barangnya Helena berjalan keluar bersama Nadia.


“ Biar aku antarkan sampai stasiun ” ajak Noah.


“ Tidak perlu aku sudah pesan taksi online tadi. Ini juga sudah dalam perjalanan mau kemari. Makasih sudah membiarkan aku menginap ”


“ Kamu bisa datang kapan saja selalu ada tempat untukmu di sini. Jadi jangan ragu untuk datang berkunjung ya ”


Helena tidak tahu apa dia berhasil menjaga ekspresi dengan baik. Karena mendengar perkataan Nadia justru menambah rasa sedih dihatinya.


Dia sangat senang Adira bahagia bersama keluarganya, tapi di lain sisi Helena juga tidak bisa memungkiri bahwa dia merasa sedih dan kesepian harus kembali tinggal sendiri di desa. Sementara selama ini dia sudah terbiasa dengan keberadaan Adira.


Tapi seperti yang dikatakan Nadia dia bisa mengunjungi Adira, tentunya kunjungan juga memiliki batas. Padahal Helena ingin selalu bersama Adira dan membantu Adira merawat bayinya.


Namun dia juga bukan siapa-siapa bagi keluarga Brown hingga Helena layak untuk hal itu.


“ Kalian harus menjaga Adira dengan baik. Kalau sampai aku tahu dia merasa sedih karena kalian. Aku akan merebut dia kembali karena dia itu bukan milik kalian. Dia itu satu-satunya saudara dan sahabatku jadi aku peringatkan kalian ” ucap Helena penuh penekanan kemudian dia membuka pintu taksi itu tanpa melambai kepada Nadia dan Noah yang berdiri di sana.


Helena memerintahkan agar supir segera menjalankan taksi itu.


“ Berat sekali ya, aku harap kita tidak akan membuat Nona A bersedih lagi. Karena aku juga tidak mau Nona A pergi lagi ” sendu Nadia.


“ Benar kita harus memperlakukan Adira dengan sangat baik. ” balas Noah kemudian melangkah masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


“ Entah mengapa aku merasa sedikit kasihan melihat dia harus berpisah dari Adira yang sudah dianggap sebagai keluarga dan sekaligus sahabat. Apalagi sekarang dia memang harus tinggal sendiri di desa itu. Ah..aneh juga aku mengkhawatirkan hal itu dia pasti tahu yang terbaik untuk dirinya ” , batin Noah.


Happy Reading 😘


__ADS_2