
“ Di seluruh desa menyebar..rumor yang mengatakan kalau Bos sudah berbuat yang tidak baik..begitu juga dengan video itu Bos ”
Helena hampir terhuyung untuk saja dia berpegang pada pembatas kandang, kalau tidak tubuhnya pasti sudah tumbang.
“ A-apa? ”
“ Tolong tenang dulu Bos kami tahu itu hanya rumor palsu yang disebarkan orang-orang yang berniat menyudutkan Bos. Tidak mungkin wanita yang ada di video itu adalah Bos ” ucap pekerja wanita itu sembari membantu Helena.
Tapi melihat Helena yang hanya diam tak membenarkan ucapan wanita itu atau mengeluarkan bantahan bahwa bukan dia wanita yang ada di video itu. Membuat semua pekerja yang ada disana terdiam seakan dengan diamnya Helena menunjukkan bahwa memang Bos mereka adalah wanita di video itu.
“ Tidak boleh seperti ini kita harus lakukan segala cara agar semua susu ini laku. A-aku akan pergi menemui para pelanggan kita setidaknya setelah dijelaskan mereka pasti akan berubah pikiran ” ujar Helena berusaha yakin.
“ Bos..orang-orang saat ini sedang marah besar, Bos tahu sendiri warga desa mudah sekali terhasut rumor. Takutnya mereka malah menyakitimu ” khawatir para pekerja itu melarang Helena.
“ Tidak aku mana bisa diam saja melihat semua ini, aku akan pastikan semua kembali normal ” Helena berjalan cepat dia ingin segera menemui warga desa yang merupakan pelanggan susu dari peternakannya.
Helena tidak bisa membiarkan peternakan yang sudah dia bangun dari nol dan juga merupakan hasil kerja kerasnya selama ini berakhir seperti ini.
“ Bu Santi permisi..” panggil Helena mengetuk salah satu rumah yang biasanya membeli susu dalam jumlah besar.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya orang yang dia cari keluar tapi baru melihat wajah Helena wanita paruh baya itu langsung menunjukkan ekspresi benci yang tidak disembunyikan.
“ Wah..untuk apa kau datang ke rumahku? ” dengan nada mencerca wanita itu menatap Helena sinis.
Helena menahan diri tidak biasanya dia perlakukan seperti ini.
“ Begini Bu aku dengar Ibu menghentikan pembelian susu bukannya itu terlalu terburu-buru, kami akan memastikan memberikan susu kualitas terbaik Bu asalkan-
“ Tunggu sebentar berhenti bicara karena sepertinya tempatmu bukan di sini. Jika kau ingin bicara mari kita keluar dari pekarangan rumahku susah payah menjaga kebersihan tidak mungkin aku membiarkan kotoran masuk begitu saja ”
“ Ko-kotoran..” guman Helena tercekat.
“ Kau tidak mau? Ya sudah aku tidak akan mendengarkan apa pun yang mau kau ucapkan ”
“ Tidak Bu ” Helena melangkah cepat keluar dari pekarangan rumah itu.
__ADS_1
“ Kalau begini kan jauh lebih baik ” ucap wanita itu tersenyum miring.
Helena menahan diri.
“ Saya mohon Bu mengingat selama ini kerja sama kita saya tidak menyangka Ibu jadi tidak mau membeli susu pada kami lagi ”
“ Hahahahaha hei kalian semua dengar apa yang di ucapkan wanita ini ” wanita itu tertawa nyaring dan seolah memang sengaja berteriak memanggil orang-orang.
Beberapa kumpulan wanita keluar juga dari dalam rumah wanita itu, kemungkinan besar para wanita itu memang pada saat itu sedang melaksanakan suatu acara.
Helena merasa harga dirinya terinjak-injak melihat tatapan jijik yang lontarkan orang-orang itu padanya.
“ Ternyata benar yang dikatakan Bu Santi wanita ini memang akhirnya datang mengemis agar kita mau membeli susu dari peternakannya hahahahaha ” cerca seorang wanita lainnya.
Berdiri di balik pagar yang seakan memberi cekat antara Helena dan orang-orang yang memang menunggu saat untuk menghakimi dia.
“ Kau masih mau menjual susu sapi? Bukan susu upss..aku hampir tidak bisa melanjutkan ucapanku ”
“ Hahahahahahaha ”
“ Hahahahahaha membayangkan kita selama ini mengkonsumsi susu kotor yang di produksi wanita ini membuatku ingin muntah ”
“ Benar kotor sekali seperti kelakuannya selama ini, pantas saja aku sering melihatnya menggoda pria-pria yang membeli susunya hahahaha ”
“ Tapi Bu diakan jualan susu hahahaha ”
Suara hinaan dan tawa dari orang-orang itu berputar-putar membuat Helena bahkan tidak bisa menggerakkan tubuhnya untuk menjauh. Dalam pandangannya orang-orang itu seperti monster yang sangat menyeramkan dan siap memangsanya kapan saja.
“ Kenapa berdiri diam disini? Bukannya kamu mau menawarkan untuk membeli susu, ikut denganku aku akan membelinya ”
Helena segera menjauhkan tubuhnya dari pria yang tiba-tiba mendekat ke arahnya itu.
“ Wah reaksi apa itu? Seakan kau tidak pernah melakukan hal itu padahal semua orang sudah melihat keahlianmu ” seringai pria itu masih berusaha mendekati Helena.
“ Ja-jangan mendekat..aku tidak main-main jangan mendekat! ” teriak Helena histeris.
__ADS_1
Helena menatap tajam pria yang ada di depannya dan begitu terkenal mata keranjang di desa itu.
“ Lihatlah wanita ini masih bertingkah sok suci seperti ini! ”
“ Ya ampun munafik! Bawa saja dia jika perlu jangan biarkan dia berkeliaran lagi dia memang layak mendapatkan semua ini ”
Helena tidak menyangka bahkan orang-orang yang dulu pernah hidup bersamanya di desa ini menerima banyak bantuan dari Helena juga, tapi malah tanpa simpati sedikit pun membiarkan Helena yang berniat dilecehkan seorang pria di hadapan mereka.
“ Aku mulai bosan ayo ikut denganku! Aku sudah bilang mau membeli semua susu itu! ” pria itu menarik tangan Helena dan dengan cepat mendapat tendangan yang tepat mengenai tulang keringnya.
“ Arghh..jal*ng ini sakit sekali!! ” pekik pria itu.
“ Hahahahahaha dia bahkan tidak bisa menangani satu wanita ” tawa orang-orang seolah itu tontonan yang menarik.
Sangat ingin berlari dari tempat itu tapi apa dayanya tubuhnya bereaksi berlawanan dengan keinginannya, kakinya langsung lemas seketika dia jatuh dan ambruk terduduk begitu saja. Pandangannya buyar diiringi suara mendengung yang kuat di telinganya Helena mengalami gejala trauma karena pria itu tadi menyentuh tangannya.
Karena itu tanpa aba-aba dia malah terjatuh tak berdaya di sana.
“ Dasar wanita ini! Habislah kau! ” ucap pria itu bersemangat berjalan cepat menuju Helena tapi belum sempat tangannya kembali menyentuh wanita itu.
Bugh!!!!
Tendangan kuat mendarat ditubuhnya yang membuat dia langsung terkapar tak sadarkan diri di jalanan itu.
“ Apa?! Siapa pria itu? ” teriak orang-orang bertanya penasaran. Lalu segera keluar dari dalam rumah untuk melihat lebih dekat kejadian itu.
Helena masih tidak menyadari situasi itu tubuhnya gemetaran hebat sampai dia merasakan sesuatu yang diselimutkan menutupi tubuhnya. Dia mendongakkan kepala dan melihat Noah yang menunduk di depannya sembari pria itu memasangkan jas besar miliknya ke tubuh Helena.
“ No-noah ” lirih Helena.
Terdengar Noah yang mendengus kesal, dia memegang bahu Helena mencoba membantu wanita itu berdiri. Helena melihat tangan Noah yang berada di bahunya tapi bukan merasa terancam seperti biasa, Helena merasakan sebuah rasa aman dibalik sentuhan Noah berbeda dengan selama ini yang dia rasakan ketika tak sengaja bersentuhan dengan pria.
Hingga ketika Noah mulai bergerak mengangkat tubuhnya dengan begitu ringannya di gendongannya Helena tak menunjukkan penolakan sama sekali.
“ Orang-orang rendahan yang tak memiliki hati seperti kalian tak pantas disebut manusia ” cerca Noah melihat kerumunan orang-orang itu lalu tanpa peduli pada hal lainnya dia membawa Helena pergi dari tempat itu.
__ADS_1
Happy Reading😘