
“ Terima kasih karena telah membatalkan laporan itu ” ucap Adira sopan kepada wanita itu ketika mereka berdua sama-sama berdiri di depan pintu kantor polisi itu.
Wanita itu memandang heran dan terkejut karena Adira berterima kasih padanya. Bukannya seharusnya gadis itu marah setelah mengetahui perbuatan jahat ibunya.
“ Aku minta maaf atas perbuatan ibu dan keponakan ku. Meskipun permintaan maaf ini tidak akan bisa menghilangkan rasa sakitmu. Aku juga tidak menyangka ibu sampai sedepresi itu hingga membuat semua ini terjadi. Nadia pasti terhasut bujukan ibu makanya dia melakukan itu. ”
Adira tidak berkata apa pun karena dia sendiri tidak merasa pantas harus menerima permintaan maaf dari mereka.
“ Aku kira ibuku akan baik-baik saja walaupun akan bersedih beberapa saat setelah kematian kakak. Karena ibu yang selalu terlihat tegar dan baik-baik saja tapi ternyata mentalnya benar-benar rapuh. Aku akan membawa dia untuk mendapat perawatan di rumah sakit. Aku juga tidak bisa tinggal diam jika kematian kakak akan dijadikan permainan seperti ini ”
“ Aku turut sedih mendengar hal itu. Jika ada kesempatan bisakah aku mengunjungi ibu Anda? ” Adira bertanya dengan tulus.
“ Namaku Scarlet kamu bisa panggil Kakak tidak perlu seformal itu. Tidak ku sangka aku akan bertemu wanita sebaik dirimu ” ungkap Scarlet kagum melihat kebaikan Adira yang masih berpikir untuk menjenguk ibunya.
“ Tapi menemui ibu ku pikir bukan ide yang baik. Bisa-bisa ibu nanti mengamuk dan mengucapkan kata-kata kasar padamu ” Scarlet melanjutkan ucapannya.
“ Terkadang hati akan lebih tenang jika kemarahan dalam diri kita terluapkan. Izinkan aku untuk mengunjunginya Kak ”
“ Jika kamu meminta selembut ini bagaimana aku bisa menolak. Aku akan mengabari mu jika ada waktu yang tepat untuk menemui ibu ”
“ Terima kasih atas untuk itu Kak ” ucap Adira.
“ Kamu gadis yang manis kenapa suka sekali mengatakan terima kasih. Kamu ingin kembali ke rumah sekarang? ”
“ Benar aku akan segera memesan taksi kalau begitu ”
“ Tidak perlu aku akan mengantarkanmu, aku mengendarai mobil saat ke sini tadi ”
“ Aku tidak mau merepotkan Kak ” Adira dengan cepat menolak tawaran itu.
“ Sama sekali tidak merepotkan anggap ini sebagai permintaan maaf ku juga. Lagian aku juga perlu pergi ke rumah itu untuk memberikan sedikit pelajaran kepada keponakanku ” Scarlet tersenyum penuh arti.
Akhirnya Adira menerima tawaran itu walaupun sepanjang perjalanan Adira lebih banyak diam.
__ADS_1
Setibanya di rumah Adira masuk bersama dengan Scarlet, dia tidak ingin terlihat seperti mempersilakan seorang tamu karena sudah pasti Scarlet lebih tahu rumah ini dari pada Adira.
“ Sudah lama sekali sejak aku datang ke rumah ini, tidak ku sangka harus datang kembali setelah kejadian yang rumit ini ” ungkap Scarlet memandangi seisi rumah.
“ Panggil semua majikan kalian keluar dan berkumpul di ruang keluarga ” ucap Scarlet dengan seringai tajam kepada pelayan yang pertama kali di temuinya di rumah itu.
“ Ba-baik Nona akan segera saya lakukan ” pelayan itu nampak ketakutan dan segera bergerak melaksanakan perintah Scarlet.
Adira memandang heran mencoba melihat dari reaksi pelayan itu, jelas Scarlet memiliki pengaruh besar di rumah ini.
“ Kamu ingin ikut ke ruang keluarga. Aku akan tunjukkan cara mengatasi anak-anak nakal itu ” tawar Scarlet kepada Adira sembari meregangkan jemarinya sampai berbunyi seperti dia sedang bersiap untuk bertarung.
Awalnya Adira diam tak mengikuti wanita itu tapi karena khawatir Scarlet yang nampaknya akan memukuli anak-anak itu, dia pun segera menyusul Scarlet.
Aidan, Nadia, Noah juga Zein sudah berkumpul di ruang keluarga itu.
Aidan kesulitan menelan ludahnya begitu melihat kehadiran Bibinya itu, tanpa dia sangka kakinya bahkan sampai bergetar tak karuan.
Nadia merasakan sekujur tubuhnya gemetar setelah sekian lama kembali mendengar suara keras Bibinya.
“ Aku memang telah gagal mengurus keluarga ku sendiri dan semuanya sudah hancur ” Zein hanya bisa menghela napas pasrah mengingat besok dia harus menghadiri sidang perceraiannya dengan Adira.
“ Kakak membiarkan anak-anak ini menghina Adira! Sejak kapan kalian jadi manusia tak bertata krama!! ” amarah Scarlet memuncak.
“ Kita akan bicara berdua nanti ” ucap Zein membiarkan saudari iparnya itu untuk menangani masalah anak-anak yang, dia memilih pergi dari sana.
Adira menatap kepergian Zein ternyata pria itu juga mendengarkan Scarlet dan sama sekali tak membantah ucapan wanita itu.
“ Nadia kau bisa jelaskan perbuatan yang telah kau lakukan pada Bibimu ini?! ” suara Scarlet menggelegar.
“ Apa anak-anak ini akan mendengarkan jika di teriaki dengan keras seperti itu ” , ucap Adira dalam hati.
“ Susah payah aku dan Mommy mu mengajarkan etika pada kalian tapi ternyata tidak satu pun menempel di otak kalian. Membuat laporan seperti itu apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaan Mommy mu melihatmu dari atas sana. Yang kematiannya kalian anggap permainan bukan hanya Mommy kalian tapi dia juga Kakakku. Aku tidak akan membiarkan anak-anak tak tahu berterima kasih kepada kalian menodai kematiannya seperti ini ”
__ADS_1
Nadia hanya menangis dan tertunduk sedih mendengar ucapan Bibinya yang keras dan tentu saja benar karena tindakannya telah membuat kematian Mommy nya sebagai sebuah permainan saja.
“ Itu salahku Bibi karena tidak berusaha menghentikan Nadia melakukan perbuatan itu ” Noah memohon permintaan maaf untuk adiknya dan mengaku bahwa itu semua salahnya sebagai anak sulung yang tak bertanggung jawab.
“ Tentu saja itu salahmu karena tidak menunjukkan perilaku yang baik untuk di contoh adik-adikmu. Kalian juga seharusnya bukan minta maaf padaku tapi kepada Adira ”
Adira sedikit demi sedikit menyadari bukan karena Scarlet membentak anak-anak itu hingga mereka menuruti dan menghormati Bibinya itu. Tapi karena Scarlet bertindak layaknya seorang ibu yang memarahi anak-anaknya jika mereka salah.
Itu mungkin yang selama ini tidak dilakukan Adira, dia hanya akan memilih diam dan mengabaikan kesalahan-kesalahan yang dilakukan anak-anak itu hingga mereka akhirnya tak merasa bersalah lagi jika melakukan kesalahan yang sama.
“ Aku minta maaf Nona A..hiks..hiks..a-aku minta maaf ” tangis Nadia.
Hati Adira serasa perih melihat tangisan gadis itu.
“ Apa itu permintaan maaf yang tulus? Bibi sama sekali tidak merasakan ketulusan dalam permintaan maafmu. Dengarkan aku apa Adira pernah menyiksa kalian? Gadis ini memperlakukan kalian dengan kasar? Atau dia berusaha membuat kalian tersingkir dari rumah ini? ”
Aidan menggelengkan kepalanya cepat.
“ Benar dia tidak melakukan kejahatan apa pun pada kalian. Sama seperti kalian yang tidak menyangka akan memiliki ibu baru gadis muda ini juga tidak akan menyangka akan memiliki empat anak sambung. Lalu kenapa kebencian kalian sebesar itu padanya? Dia tidak merebut tempat siapa pun karena Mommy kalian sudah meninggal setahun yang lalu. Harusnya kalian menghormati dia karena mau bertahan di rumah ini! ”
Adira tidak menyangka Scarlet akan mengucapkan kata-kata itu. Dia juga tidak menyangka bahwa wanita itu mengetahui semua awal dari permasalahan keluarga ini.
“ Aku mohon hentikan Kak..semua hal itu sudah berlalu dan tidak akan mengubah apa pun. Besok pengadilan akan meresmikan perceraianku dengan Mas Zein. Membuat mereka menangis untuk sesuatu yang tak perlu disesali bukan hal yang benar ” ungkap Adira.
Scarlet menatap Adira kasihan tidak menyangka ternyata gadis itu sudah memutuskan untuk bercerai dari Zein dan meninggalkan keluarga itu.
“ Hentikan sampai di sini ” Adira kemudian meninggalkan ruang keluarga itu, sementara semuanya hanya bisa diam.
**Mohon dukungannya teman-teman jangan lupa untuk memberikan like, komen, hadiah dan vote untuk meningkatkan performa novel ini😁
Selama menunggu novel ini up teman-teman bisa mampir ke novel author yang berjudul Menikah Dengan Tuan Ares😉
Happy Reading 😘**
__ADS_1