Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
Terbuat Dari Apa Hatinya


__ADS_3

“ Hmm...baguslah. Aku harap jika suatu saat nanti orang tuaku tiba-tiba datang dan meminta uang dari Mas, tolong jangan menuruti keinginan mereka ” pinta Adira.


Zein bisa membaca ketakutan dan kekhawatiran di wajah Adira yang membuat wajah gadis itu seketika muram saat membahas tentang orang tuanya.


“ Apa kedua orang tuamu tidak memperlakukan kau dengan baik? ” tanya Zein penasaran.


Mata Adira membulat sempurna mendengar Zein tiba-tiba menanyakan hal itu.


Adira menggelengkan kepala pelan.


“ Jelas kau berbohong karena aku tahu saat itu jika bukan aku kau akan menikah dengan Ahmad Winanjaya ” ungkap Zein menolak Adira yang mengatakan orang tuanya baik padanya.


“ Bagaimana Mas mengetahui hal itu? ” Adira malah tak menyangka Zein mengetahui rencana awal orang tuanya.


Zein terdiam tak tahu harus bagaimana menjelaskan jika waktu itu andai saja dia tidak melihat gelagat aneh Ahmad Winanjaya dan mengikuti pria tua itu maka sudah dapat dipastikan Adira akan ditiduri pria tua itu. Tapi saat melihat Ahmad Winanjaya memasuki sebuah kamar dimana seorang gadis berbaring tak sadarkan diri di sana. Zein segera memukul dan mengusir Ahmad Winanjaya dari ruangan itu.


Tanpa sedikit pun Zein tahu ada orang yang membuat jebakan di sana. Yang berakhir salah sasaran, Zein berusaha membuka pintu tapi pintu itu di kunci dari luar sehingga Zein tidak punya pilihan selain tetap tinggal dikamar itu.


Berulang kali Zein berusaha membangunkan Adira saat itu tapi karena pengaruh obat atau sesuatu yang lain Adira tidak terbangun sama sekali.


“ Aku bisa menemukan informasi seperti itu dengan mudah ” jawab Zein berbohong.


“ Semua sudah berlalu...aku tidak mempermasalahkan hal itu lagi atau menyimpan kebencian kepada mereka untuk hal itu Mas ” lirih Adira sendu.


“ Kau memaafkan orang tua yang telah menjualmu hanya dengan harga 500 juta ” tukas Zein, itu seperti sebuah tamparan kenyataan bagi Adira ucapan Zein itu menusuk hatinya karena memang benar harga dirinya hanya senilai 500 juta.


“ Aku marah...tapi juga tahu mereka melakukan itu karena keadaan yang membuat mereka tidak punya pilihan lain. Keluargaku mengalami kesulitan keuangan saat itu adik-adik tiriku harus bersekolah, untuk memenuhi kebutuhan kami Ayahku membutuhkan uang itu ”


“ Kau masih memikirkan tentang sekolah adik tirimu? Kau tidak peduli dengan nasibmu yang harus terjerat dengan pernikahan ini, lalu mana orang tua yang kau bela itu. Tidak sekalipun aku melihat mereka mencari atau menanyakan kabarmu ” Zein tak habis pikir Adira masih sepeduli itu pada keluarganya yang telah membuang dia.

__ADS_1


“ Aku yang melarang mereka untuk datang atau mencariku Mas ”


Zein berdecak kesal karena gadis itu masih sangat sabar telah diperlakukan seperti itu.


“ Terbuat dari apa hatinya sampai tidak membenci orang tuanya, atau dia seperti ini karena sudah terbiasa dipaksa berkorban untuk orang lain ”


“ Itu karena kau tahu mereka hanya datang mencarimu untuk mendapatkan keuntungan ” tegas Zein, Adira hanya bisa menunduk malu karena perkataan Zein benar. Tapi Adira malu karena bagaimana pun sikap Ayahnya dia tetaplah orang tua Adira.


“ Aku marah karena orang-orang itu kita harus terjebak dalam pernikahan ini. Melalui semua masa yang rumit ini ”


“ Maaf Mas...aku benar-benar minta maaf untuk semuanya ” Adira tahu Zein yang paling dirugikan karena kejadian itu, dia harus membayar 500 juta dan dipaksa menikahi Adira. Mengakibatkan perpecahan antara Zein dan anak-anak nya.


Zein mengepalkan tangannya marah karena lagi-lagi gadis itu hanya menyalahkan diri sendiri.


“ Lupakan tentang hal itu, setidaknya kau sudah berusaha menebus kesalahan itu. Aku akan tidur ” Zein menghindar cepat karena tak tahan lama-lama melihat Adira dengan wajah sendu dan muram itu. Zein merasakan nyeri dihatinya mengingat gadis itu tentu sudah banyak mengalami penderitaan.


Adira menatap punggung Zein yang telah berbaring membelakangi dia. Hanya dapat menghela napas panjang mengingat kembali kekacauan yang dia sebabkan dengan kehadirannya di kehidupan Zein.


Sebenarnya Zein masih belum terlelap matanya tak dapat terpejam memikirkan hubungannya yang rumit dengan Adira.


Sejujurnya Zein takut akan sulit bagi Lily untuk melepaskan Adira saat tiba saatnya nanti Adira akan pergi. Juga dengan Aidan yang mulai dekat dengan ibu sambungnya itu.


Apakah kepergian Adira akan menimbulkan duka baru bagi anak-anaknya, itu yang ditakutkan oleh Zein. Tapi dia juga tidak bisa menahan Adira untuk tetap bertahan didalam pernikahan ini. Gadis itu masih sangat muda dia tentu punya impian yang ingin dilakukan. Tetap menikah dengan Zein hanya akan mengekang Adira, apalagi Zein yang tidak bisa memberikan cintanya pada gadis itu. Atau mengharapkan Adira mencintainya.


Zein merasakan ranjang sedikit bergerak, lalu Zein segera membalikkan tubuh ke arah Adira.


“ Kau memang keras kepala ya ” geram Zein melihat Adira yang harus menahan sakit hanya untuk membaringkan tubuhnya.


“ Ternyata kau masih tidak mendengarkan, aku sudah bilang untuk meminta tolong jika kau butuh bantuan ” kesal Zein selagi dia membantu Adira berbaring.

__ADS_1


“ Maaf Mas...” lirih Adira yang memang sengaja tidak meminta bantuan Zein takut itu menganggu tidur Zein.


“ Lagi-lagi minta maaf, tapi kau sama sekali tidak menunjukkan penyesalan ”


Air mata Adira menetes begitu saja mengalir membasahi pipinya.


“ Apa perkataanku sudah kelewatan? Sampai dia menangis ” , batin Zein merasa bersalah melihat Adira yang menangis.


“ Aku tidak bermaksud kasar padamu..aku hanya sedikit kesal karena kau tidak mau meminta bantuanku ” ucap Zein menyesal.


“ Ti-tidak Mas..hikss..aku..hiks..aku memang hanya bisa merepotkan ” isak Adira.


Zein benar-benar menyesal harusnya dia tidak perlu setegas itu kepada Adira. Tentu saja Adira tidak nyaman jika harus meminta bantuan dari Zein dimana Zein biasanya mengabaikan dia.


Tangan Zein bergerak sendiri mengusap air mata Adira, sementara gadis itu masih menangis tersedu-sedu.


Zein mendekatkan tubuhnya menyandarkan kepala Adira didadanya dan mengelus-elus pelan rambut Adira.


Tidak mengatakan apa pun hanya membiarkan gadis itu meluapkan semua kesedihan yang selama ini dia tahan.


Dulu saat Starla kalut dan mengalami masalah Zein akan memeluknya membiarkan dada bidangnya sebagai sandaran bagi Starla. Hingga akhirnya dia kembali tenang.


Zein melakukan hal yang sama pada Adira membiarkan gadis itu menangis sepuasnya dalam dekapannya sementara dia membelai rambut Adira lembut menanti sampai gadis itu tenang.


Adira merasakan hangat saat Zein mendekapnya membuat dia seolah memiliki seseorang untuk bersandar sehingga tak bisa lagi menahan diri untuk tidak meluapkan semua emosi yang dia sembunyikan dari semua orang selama ini.


“ Jangan takut meminta bantuan padaku saat kau membutuhkan itu ” ucap Zein pelan kemudian mengecup pucuk kepala Adira lembut.


Jangan lupa untuk memberikan like, komen, dan hadiahnya untuk novel ini😁

__ADS_1


Happy Reading😘


__ADS_2