Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
Teruslah Hidup


__ADS_3

“ Kamu nyakin benar-benar mau menemui ibuku, kalau kamu memang takut kita bisa pergi sekarang ” bujuk Scarlet lagi tapi segera Adira menggelengkan kepala cepat.


Pagi-pagi sekali setelah kemarin kedatangannya ke rumah itu untuk menepati janji kepada Adira, Scarlet menjemput Adira sesuai janjinya agar Adira bisa menemui Ibunya.


“ Jika Ibu marah nanti sebaiknya kamu langsung pergi saja ” ucap Scarlet hanya bisa memberikan peringatan yang terakhir.


Melihat tekad gadis itu yang tak goyah sama sekali mengingatkan Scarlet obrolannya dengan Zein kemarin malam.


Flashback On


“ Jadi Kakak benar-benar akan bercerai dengan Adira? ” tanya Scarlet serius kepada Zein.


“ Benar ” Zein menjawab singkat.


“ Kakak nyakin itu keputusan yang tepat? Kakak tidak berniat menjaga perceraian itu terjadi? ”


“ Itu yang terbaik untuk saat ini, Adira juga sudah memikirkan tentang perceraian ini sejak lama. Itu yang dia inginkan ”


“ Lalu apa Kakak juga menginginkan perceraian ini? ”


“ Keinginanku bukan hal penting, Scar. Yang penting adalah gadis itu menginginkan kebebasan hidupnya kembali bukan penderitaan berada di rumah ini ” tekan Zein.


“ Adira memang harusnya bebas dia seharusnya merasakan kebahagiaan, tapi bukan berarti dengan melepas gadis itu maka dia akan bahagia. Aku tahu dengan hanya melihat betapa gadis itu menyayangi anak-anak ” itulah yang dinilai Scarlet.


“ Tapi di rumah ini tidak ada yang bisa membalas kasih sayangnya ” tukas Zein karena tahu betapa anak-anaknya tidak memperlakukan Adira dengan baik, bukan hanya anak-anak tapi Zein sendiri tidak bisa memperlakukan gadis itu dengan lembut.


“ Kakak ingat saat dulu Ibu memaksa aku untuk menikah dengan Kakak menggantikan Kak Starla sebagai ibu untuk anak-anak. Tapi aku segera menolaknya karena aku tahu kasih sayang yang aku berikan tidak akan sama dengan kasih sayang seorang ibu. Bahkan untuk dekat dengan Lily saja aku sulit. Tapi lihat betapa dekatnya Adira dengan Lily, dia bisa memberikan kasih sayang layaknya seorang ibu kepada anak-anak. Lalu kakak pikir gadis itu akan senang jika jauh dari anak-anak yang di cintainya? ” Scarlet menjelaskan panjang lebar agar Zein mau mengerti dan segera menghentikan perceraian itu.


“ Selama aku mengenal gadis itu setiap dia membuat suatu keputusan. Maka keputusan itu tidak akan dia ubah. Adira memiliki tekad yang kuat tidak peduli siapa pun yang ingin menghentikan dia. Adira sudah memutuskan untuk bercerai ” Zein sebenarnya takut jika perceraian mereka ternyata akan memberikan penderitaan baru seperti yang dikatakan Scarlet, tapi dia juga tidak bisa mengabaikan seberapa besar Adira menantikan kesepakatan itu berakhir agar dia bisa segera pergi dari rumah itu.

__ADS_1


Flashback Off


Akhirnya Scarlet membenarkan ucapan Zein bahwa Adira memiliki tekad kuat yang tidak akan goyah berapa kalipun Scarlet mencoba menghentikannya.


“ Ibu bangunlah sebentar ada tamu yang ingin bertemu dengan Ibu ” ucap Scarlet begitu mereka memasuki kamar rawat Glory, Ibunya.


Glory membalikkan tubuhnya menghadap suara itu.


Adira menatap Glory dengan rasa simpati dan juga kesedihan. Beberapa hari yang lalu saat bertemu wanita paruh baya itu nampak sangat tangguh dan juga keras di saat yang bersamaan. Sedangkan sekarang yang dilihat oleh Adira adalah seorang wanita paruh baya yang sudah rentan, tidak ada lagi sisi keras yang nampak pada wanita itu.


“ Mengapa wanita murahan ini ada di sini?! Harusnya dia sudah membusuk di penjara! Scarlet jelaskan padaku kenapa dia bisa bebas?! ”


“ Ibu...aku mohon hentikan dia tidak bersalah bagaimana polisi bisa mengurung dia di penjara ” lirih Scarlet frustasi melihat keadaan Ibunya yang tak kunjung membaik.


“ Aku sudah mengirim bukti!! Harusnya dia di penjara! Dia membunuh Starla! Ikut denganku aku akan membawamu ke penjara sendiri!! ” Glory menarik tangan Adira kuat hingga gadis itu terseret.


“ Ibu! ” panik Scarlet berusaha menahan Ibunya.


Glory menghentikan langkahnya mendengar ucapan Adira.


“ Kau dengar itu Scar, gadis ini minta maaf karena dia yang membunuh Kakakmu! ”


Scarlet menggusar rambutnya frustasi.


“ Maaf karena kehadiranku membuat Anda seperti ini...aku minta maaf karena aku Anda harus terus di siksa rasa duka ini. Maaf aku sungguh-sungguh minta maaf ” Adira menatap tulus dan dalam mata Glory.


“ Aku tidak akan pernah mengerti seberapa berat rasanya saat Anda menahan semua rasa sakit seorang ibu yang kehilangan putrinya. Yang aku tahu bahwa Anda sangat kuat untuk menanggung itu semua sampai saat ini ”


Glory perlahan melepaskan cengkeramannya dari tubuh Adira, gemetar seakan terguncang setelah mendengar ucapan Adira.

__ADS_1


“ Sekuat Anda bertahan selama ini..tolong jangan menghancurkan diri Anda. Aku tidak mengenal Nyonya Starla bahkan sekali pun tidak pernah bertemu, tapi aku tahu setiap anak tidak akan mau melihat Ibunya menderita seperti ini...dalam kematian pun seorang anak tidak akan rela jika orang tuanya akan menderita duka sedalam ini ”


Glory memundurkan tubuhnya menjauh dari Adira dia terduduk lemas di atas ranjangnya, seakan sebuah bayangan Starla yang sedang sedih tergambar jelas dimatanya. Putrinya itu bersedih karena Ibunya menjadi seperti ini.


“ Hiduplah dengan baik untuk putri Anda yang masih berada di sini dan merindukan sosok Ibu yang selama ini dia kenal ” Adira memandang Scarlet sebentar.


“ Hiduplah untuk cucu-cucu Anda, hiduplah untuk Nyonya Starla yang pasti akan bersedih jika Anda seperti ini..dan hiduplah untuk diri Anda sendiri tidak seharusnya menyiksa diri sendiri dengan semua rasa duka ini ”


Glory memandang Adira tidak menyangka dia akan mendengar kata-kata itu dari gadis yang dia tuduh tanpa alasan itu. Tangisnya seketika pecah mengingat semua perbuatannya pada gadis itu, mengapa dia berubah menjadi sejahat itu?


Adira bergerak pelan memeluk wanita yang seketika nampak sangat rapuh dan rentan itu. Seolah semua sifat keras yang dia tunjukkan semua ini hanyalah sebuah benteng untuk membatasi orang lain agar rasa sedihnya tidak terlihat.


Glory menangis sejadi-jadinya di dalam dekapan Adira, Scarlet yang melihat pemandangan menyedihkan itu juga tak sanggup menahan air matanya untuk tidak keluar.


“ Maafkan aku...aku tak tahu mengapa bisa berbuat sekejam itu padamu..aku benar-benar seorang iblis jahat ” tangis sendu Glory dengan semua rasa bersalah nya.


Adira tidak bisa menjawab apa pun dia hanya bisa mengelus kembali punggung wanita itu seolah memberitahu bahwa semuanya sudah berlalu.


“ Aku bahkan berniat membunuhmu dengan mengirim anjing itu...aku yang seharusnya di penjara..aku minta maaf ” isak Glory terus menerus.


“ Ibu?! ” Scarlet sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya sangking dia tidak menyangka Ibunya tega melakukan hal seperti itu.


Lalu bagaimana dengan Adira? Apakah dia terkejut mendengar hal itu?


Tidak karena baginya semua itu telah berlalu, saat itu dia hanya menganggap kejadian itu kecelakaan. Dan jika di tanya apakah dia marah setelah mengetahui wanita itu yang telah melakukan hal itu?


Dia bahkan sama sekali tidak merasakan kesal dihatinya karena baginya wanita yang sekarang menangis di dekapannya ini hanya melakukan suatu perbuatan salah karena depresi yang dia alami sekarang. Adira nyakin Glory pasti sangat menderita karena depresi yang dia rasakan selama ini.


“ Jangan merasa bersalah untuk itu aku sampai sekarang baik-baik saja, justru jika Anda merasa berutang nyawa padaku maka teruslah hidup. Mari kita bertemu lagi di keadaan dan kesempatan yang lebih baik ” ungkap Adira melepaskan pelukannya lembut.

__ADS_1


Author bakal tetap up 3 bab hari ini jadi walau sedikit terlambat mohon di tunggu ya teman-teman 🙏🏻


Happy Reading😘


__ADS_2