
Zein berusaha menenangkan diri melihat penolakan Adira terhadap dirinya, berarti tidak tepat jika tiba-tiba dia datang dan mengatakan pada Adira bahwa dia sudah mengetahui kebenarannya.
Zein yang awalnya datang ke kota itu karena perjalanan bisnis, tanpa sengaja malah ditakdirkan untuk bertemu lagi dengan Adira.
Baginya bagaimana pun bertemuan mereka tapi itu seperti sebuah takdir baik dimana Zein datang di saat yang tepat untuk menolong Adira.
~
~
~
Dua hari sudah berlalu dan Adira sudah di izinkan untuk pulang. Zein yang selama dua hari ini hanya memperhatikan dengan diam-diam juga mengetahui hal itu. Oleh karena itu dia sudah mengerahkan anak buahnya untuk mengikuti Adira hingga dia akan tahu dimana selama ini mantan istrinya itu tinggal.
Zein memperhatikan Adira yang keluar dari rumah sakit dengan di tuntun oleh Helena dan juga Derril yang nampak memapah Adira.
“ Lain kali tidak akan kubiarkan tangan pria itu menyentuh Adira ” desis Zein kesal karena dia hanya bisa melihat hal itu dari jauh.
Zein melewatkan beberapa hari di kota itu menunggu sampai saat dia nyakin keadaan Adira sudah jauh lebih baik, jadi jika wanita itu bertemu dengannya lagi tidak akan terguncang sampai membuat keadaannya memburuk.
Karena bagaimana pun Zein sudah mendapatkan semua informasi mengenai Adira dari suruhannya, termasuk rasa penasarannya siapa orang-orang yang berada di sekitar Adira.
Zein lega setelah mengetahui bahwa pria itu hanya seorang dokter yang masih dalam tahap berusaha mendekati Adira bukan suaminya sesuai dugaan awal Zein.
Hari ini Zein memutuskan untuk pergi ke desa tempat Adira tinggal, walaupun dapat dijangkau oleh mobil dia tidak menyangka desa ini ternyata terletak sangat jauh dipedalaman pinggiran kota. Sebuah desa yang nampak sederhana tak ada kesibukan yang berlebihan seperti suasana kota yang biasa Zein temui di kota.
Bahkan setelah melewati perjalanan yang jauh bisa dia katakan tidak sama sekali berpapasan dengan mobil lain yang melaju di jalan itu, yang melewati jalanan itu hanya beberapa gerobak dengan sapi atau kerbau juga delman.
Zein sekarang tahu mengapa selama beberapa bulan ini dia tidak menerima informasi tentang Adira sama sekali, desa ini penyebabnya Adira Sanga pintar memilih tempat untuk bersembunyi dari Zein.
Zein berulang kali menanyakan rumah Adira sesuai keterangan yang dia dapat kepada orang-orang sekitar desa. Dan sedikit demi sedikit dia semakin dekat dengan tujuan.
~
~
__ADS_1
~
“ Helena udah bagaimana keadaan Adira? ” tanya Tuti serius dia adalah tetangga rumah Helena.
“ Dia sudah sehat, cuma masih butuh istirahat gak boleh capek-capek ” jawab Helena seperti biasa ketika warga desa yang mengkhawatirkan Adira bertanya. Di desa ini rasa kekeluargaan masih erat hingga saat kabar Adira sakit menyebar banyak warga yang datang untuk menjenguk Adira.
“ Baguslah nanti kalau suamiku pulang aku kasih madu ya biar Adira tambah sehat, oh..iya apa kalian mau kedatangan tamu? ” Tuti bertanya serius.
“ Tamu? Tamu apa maksudmu? ” Helena balik bertanya karena dia tidak mengetahui tentang hal itu.
“ Ituloh lelaki yang nampaknya dari kota naik mobil, waktu di pasar tadi sebelum pulang aku dengar lelaki itu bertanya dimana alamat rumah Adira. Apalagi dia juga menjelaskan kalau Adira tinggal dengan kamu. Berarti dia tamu kalianlah ”
Helena berpikir keras mencoba mencerna maksud ucapan Tuti.
“ Tuti tunggu di sini tolong jaga Adira jangan biarkan dia pergi, aku harus mengurus sesuatu kamu jaga Adira ya jangan tinggalkan dia ” tegas Helena segera berlari terburu-buru.
“ Astaga ternyata tamu penting ya..aku ke dalam sajalah mengobrol sama Adira ” guman Tuti lalu masuk ke dalam rumah, dia melihat Adira yang sedang duduk menempelkan merek susu di botol-botol yang akan di pakai untuk susu-susu itu.
“ Dira..istirahat dulu jangan kerja terus, kasihan dedek bayinya kalau kecapean ” tukas Tuti memprotes Adira.
“ Hanya menempelkan logo saja kok, bahkan tubuhku saja tidak bergerak ” balas Adira.
Adira hanya membalas dengan tersenyum mendengar penuturan Tuti itu.
~
~
~
Zein menginjak rem mobilnya kuat ketika sadar ada seorang wanita yang dengan berani berdiri mencegat mobilnya.
Zein segera turun dari dalam mobil.
“ Itu berbahaya apa yang kau lakukan?! ” ucap dengan suara meninggi karena tidak menyangka ada orang yang melakukan hal seceroboh itu, bagaimana jika sedikit saja Zein terlambat menginjak rem maka Helena akan tertabrak mobilnya.
__ADS_1
Helena masih diam menatap pria di depannya itu tak kalah tajam. Dia tidak menyangka dugaannya benar tamu yang dimaksud Tuti adalah mantan suami Adira, Zein. Dan bagi Helena dia tamu tak di undang.
“ Pergi dari sini! Jangan berani datang kemari! ” bentak Helena dengan kasar tak ingin berbasa-basi dengan pria itu.
“ Apa hakmu mengusir orang lain? Setahuku desa ini bukan milik pribadi ”
Helena berdecik mencela mendengar ucapan Zein.
“ Hei! Jangan kau pikir aku tidak tahu kau siapa?! Hentikan semua ini biarkan Adira hidup tenang! ”
“ Itu urusanku dengan Adira, tidak peduli seberapa dekat kau dengar Adira tapi aku harus menyelesaikan hal ini dengannya ” Zein masih teguh dengan pendiriannya.
“ Punya urusan apa kau dengan mantan istrimu?! Apa tidak cukup kau sudah membuatnya menderita selama ini! Berapa banyak lagi dia harus menangis karenamu!! ” Helena tak peduli alasan apa pun yang akan dikatakan pria itu tapi Helena akan tetap menghadang pria itu untuk menemui Adira, karena pria itu sudah kehilangan kesempatannya sejak dulu.
“ Aku tidak ingin menyerah hanya dengan mendengar kata-katamu, masalah ini tidak akan pernah selesai jika semua nya hanya diam ”
“ Lalu kau ingin apa?! Memaksa bertemu dengan Adira?! Kau tidak lihat seberapa histeris dia menangis di rumah sakit waktu itu! Itu semua karena kau!! ”
Zein terdiam mendengar itu karena memang Adira menangis sangat histeris hanya dengan kehadirannya, dan kali ini dia juga masih memiliki ketakutan itu. Dia takut malah membuat kesehatan Adira memburuk.
“ Dia bahkan baru bertarung dengan maut! Sekarang dengan mudah nya kau pikir kau mau membuatnya mengalami hal itu lagi! Tidak! Tidak sampai kapan pun tidak akan aku biarkan! Pergilah dari sini selagi aku masih bicara baik-baik ” tegas Helena lagi.
Kesabarannya juga sudah diambang batasnya dia tidak mau Adira harus menangis lagi karena masa lalu yang selalu membayanginya kembali lagi. Hingga membuat Adira tidak bisa melanjutkan hidup, mereka sudah berjuang bersama untuk melupakan masa lalu kelam itu.
Dia tidak akan membiarkan hanya karena keegoisan seseorang menghancurkan semua usaha Adira selama ini.
“ Jika Anda memang masih memiliki rasa kemanusiaan tinggalkan Adira! Biarkan dia hidup tenang selama ini gadis itu sudah banyak menderita. Sangat banyak sampai aku tidak tahu apa dia akan sanggup menanggung semua itu lagi! ” Helena berucap jujur dan meluapkan semua emosinya.
Zein tak berkata apa pun lagi, mendengar bahwa Adira sudah sangat menderita selama ini membuat dia tidak mampu berbuat apa-apa lagi.
Zein kembali masuk ke mobilnya memutar arah haluan mobil itu dan memutuskan untuk pergi.
“ Apa kamu akan bahagia jika aku tidak pernah hadir dalam hidupmu? ” , batin Zein.
**Mohon dukungannya untuk novel ini jangan lupa kasih hadiah dan vote untuk novel ini😁
__ADS_1
Episode berikutnya author up besok ya salam jari keriting 🤟🤟**
Happy Reading😘