Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
S2 Helena Noah


__ADS_3

Noah menyilangkan tangan di dada bersamaan dengan para karyawan yang mulai menjelaskan laporannya di rapat itu, sementara Noah sedari tadi masih menatap ponselnya dengan serius.


“ Bisa-bisanya wanita itu masih tidak mengirimkan pesan apa pun sampai sekarang padahal aku sudah menegaskan padanya hah..lucu sekali ”


Bagi Noah itu merupakan hal aneh entah mengapa dia harus begitu penasaran dan sangat menantikan pesan yang akan di kirimkan Helena padanya.


Para karyawan yang ada disana sudah panik dan gemetar mereka sudah yakin bahwa Noah pasti menemukan sesuatu yang tidak benar dari rapat ini. Jika Noah sudah menyilang tangan selama rapat dapat dipastikan pemilik perusahaan itu akan marah besar.


Sementara Noah sendiri tidak sama sekali mendengarkan isi rapat itu.


Tringg!!


Suara pesan dari ponselnya langsung membuat Noah bergerak cepat meraih ponsel itu.


Dia bisa melihat foto list daftar belanjaan yang dibutuhkan Helena.


* Ini semua yang aku butuhkan, jika tidak bisa menemukan semuanya juga tidak apa-apa. Terima kasih Noah dan maaf juga karena sudah merepotkanmu untuk hal yang seperti ini..*


Isi sebuah pesan lain yang dikirimkan Helena bersamaan dengan foto itu, membacanya membuat sudut bibir Noah terangkat sedikit hampir membentuk senyuman kecil.


Bella yang duduk di kursi sebelah Noah sedari tadi memperhatikan Noah terkejut melihat reaksi pria itu.


Membuat dia bertanya-tanya apa yang dilihat Noah di ponselnya sampai begitu bersemangat.


Barulah setelah mendapat pesan dari Helena, Noah meletakkan ponselnya kembali dan nampak mulai serius mengikuti rapat itu.


~


~


Sementara di apartemen Helena menghela napas panjang setelah dia mengirimkan pesan itu pada Noah.


Sebelum mengirim pesan itu dia berusaha mencari nomor Noah yang kata pria itu telah disimpan di ponselnya tapi setelah mengetikkan kata Noah tidak ada kontak person yang terlihat.


Akhirnya Helena mencari satu-satu ingin tahu dengan nama apa pria itu menyimpan nomor di ponselnya.


Mata Helena membulat sempurna begitu melihat satu kontak person yang diberi nama *Suami* di ponselnya. Dia sampai menjauhkan ponselnya berharap yang dilihatnya tidak benar.


Tapi begitu dia melihat lagi memang benar nama kontak yang ada di ponselnya itu. Helena benar-benar tak menyangka Noah akan menamai kontaknya seperti itu.


Karena perasaan terkejut dan dilema itu yang membuat Helena butuh waktu lama untuk bisa mengirimkan pesan ke Noah.

__ADS_1


Begitu mengirimkan pesan kepada Noah, Helena menunggu balasan pria itu namun tak kunjung ada balasan. Bagi Helena sendiri Noah membaca pesannya saja sudah untung, mengingat pasti banyak kesibukan lain yang harus dilakukan Noah.


Tanpa Helena ketahui betapa Noah hanya fokus menunggu pesan darinya.


~


~


Sekitar pukul 3 sore Helena menerima antaran barang-barang yang dia pesan, mulai dari pakaian, peralatan masak, dan juga bahan masakan.


Karena begitu banyak barang Helena meminta bantuan kepada kurir itu untuk membantu dia membawa barang-barang itu langsung ke dapur. Akhirnya barang-barang itu dapat dimasukkan ke apartemen.


Helena tidak menyangka akan mendapatkan barang sebanyak ini, terutama pakaian yang dikirimkan juga sangat banyak padahal seingatnya dia tidak meminta sebanyak ini.


Merasa kebingungan sesaat lalu kemudian dia memutuskan untuk menyusun bahan masakan terlebih dahulu mengingat pasti akan lebih bagus jika bahan-bahan itu segera dimasukkan ke lemari es.


“ Wah! ” seru Helena begitu membuka bungkusan paket bahan makanan itu, sekejap lemari es yang tadinya kosong sekarang full dengan berbagai macam jenis, laci-laci di dapur juga telah terisi.


Helena menyusun peralatan masak barunya dengan rapi di dapur itu, melihat susunan yang sudah rapi dan suasana dapur yang selama ini dia impikan Helena merasa sangat senang.


Dia benar-benar menyangka Noah akan membelikan dia peralatan selengkap ini, padahal sebelumnya Helena hanya meminta beberapa.


“ Ya ampun ini banyak sekali, aku tidak yakin apa bisa memakai semua pakaian ini nanti ” beberapa pakaian bahkan Helena tidak keluarkan dari kotaknya dan menyusun kotak-kotak pakaian itu dengan rapi di lemari, setidaknya jika tidak dipakai pakaian itu nantinya pun tetap bagus.


Helena merasa sedikit janggal jika dia tidak mengatakan terima kasih pada Noah padahal sudah diberikan barang sebanyak itu.


Karena itu dia mencoba tak menunda lama dan langsung menelpon Noah. Helena menghela napas panjang ternyata panggilannya tak terjawab, dia mencoba sekali lagi dan akhirnya di jawab.


“ Ada apa? ” tanya Noah cepat dari seberang.


“ Aku ingin memberitahu kalau semua barang itu sudah sampai, terima kasih ya Noah apalagi untuk peralatan masak itu aku sangat menyukainya ” tukas Helena dengan senang.


“ Jangan terlalu dipikirkan itu sudah tanggung jawabku untuk memenuhi semua kebutuhan, jadi jangan sungkan mengatakan kalau membutuhkan hal lain ”


“ Ahh..tidak semua sudah cukup ”


* Pak ini berkas yang tadi bapak minta dan John juga sudah menunggu sejak tadi *


Helena mendengar jelas suara seorang perempuan yang sedang bicara dengan Noah.


“ Aku terlalu gegabah diakan masih di kantor, menelponnya sekarang pasti menganggu waktu kerja ” , Helena merutuki dirinya sendiri.

__ADS_1


“ Maaf aku sudah menganggu waktumu harusnya aku tidak menelpon tadi. Kalau begitu aku akan tutup telponnya ”


“ Aku tidak sedang sibuk ”


Mendengar bantahan Noah, Helena semakin merasa bersalah sedangkan dari ucapan wanita tadi sepertinya Noah menunda urusannya karena dia.


“ Aku tutup telponnya sekarang ya ” ucap Helena lalu mengakhiri panggilan itu.


~


~


Noah melihat layar ponselnya dan benar wanita itu sudah mengakhiri panggilan itu tanpa menunggu atau mendengar jawaban darinya.


“ Bukannya dia terlalu tergesa-gesa padahal aku-


“ Apa ada masalah Pak? ” tanya Bella penasaran melihat Noah yang berguman pelan dan dia tidak bisa mendengar apa yang diucapkan dengan jelas.


Noah menegakkan kepalanya menatap tajam sekretarisnya itu. Noah merasa kesal pada Bella kalau bukan karena dia yang tiba-tiba datang dan melapor mungkin sekarang dia masih bicara dengan Helena.


“ Panggil John datang ke ruanganku katakan padanya aku tidak jadi pergi ”


“ Tapi mengapa Pak? Biasanya Anda tidak pernah menunda untuk pergi apalagi ini peresmian cabang ”


“ Kau mendengarkan perintahku, apa sekarang aku juga harus memberitahu alasan aku tidak pergi padamu ”


“ Ti-tidak Pak, saya tidak bermaksud begitu ”


“ Tunggu apalagi panggilkan John dan satu lagi jika aku belum memberimu izin untuk bicara jangan langsung melapor tidak peduli sepenting apa pun itu ”


“ Baik Pak ” Bella melangkah cepat meninggalkan ruangan Noah, baru kali ini dia melihat bosnya itu begitu marah dan sinis. Selama ini Bella termasuk kategori yang dianggap semua karyawan di perusahaan itu sebagai wanita yang bisa berkomunikasi dengan layak dengan bos dingin itu.


Bella yang merasa dia spesial memang suka melakukan hal-hal semaunya dan kadang bertindak seakan dia adalah orang kepercayaan Noah. Karena itu dia terbiasa langsung masuk saja keruangan Noah tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan dengan nyaman melaporkan atau berbicara apa pun pada Noah.


Noah memang tidak pernah menunjukkan reaksi tidak suka, dia hanya datar saja. Tapi baru kali ini Noah marah untuk hal itu.


“ Sebenarnya apa yang salah? Kenapa akhir-akhir ini sifatnya berubah? ” geram Bella merasa kesal.


**Mohon bantuan vote dan berikan hadiah teman-teman🥺


Happy Reading 😘**

__ADS_1


__ADS_2