Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
Aku Tidak Melakukan Hal Itu


__ADS_3

“ Orang yang di benci sebagai pembunuh ibu mereka apa masih layak untuk menginjakkan kaki di rumah itu ” ungkap Adira sebagaimana saat perasaannya yang merasakan sakit dan kekosongan yang besar.


“ Ini hanya kesalahpahaman aku tahu perbuatan Nadia sudah keterlaluan. Biarkan aku menangani masalah ini ”


“ Baiklah mari selesaikan masalah ini, semakin cepat semakin baik ” Adira membalas dingin.


~


~


~


“ Nona A kau tidak melakukan itukan? Jujurlah katakan sebenarnya kau tidak membunuh Mommy kan?! ” Aidan langsung menghampiri Adira begitu gadis itu memasuki rumah.


“ Aidan jaga perkataanmu! Dia baru kembali setelah seharian berada di tempat itu ” tegur Zein cepat kepada Aidan.


“ Tapi Dad, aku ingin mendengar sendiri jawaban Nona A! ” Aidan tetap ingin mendengar kebenaran dari hal itu sekarang hatinya juga sakit terasa seperti sebuah pengkhianatan besar jika benar Adira yang membunuh Mommy nya.


“ Aidan!! ” bentak Zein keras karena Aidan tidak mendengarkan perkataannya.


“ Aku tidak melakukan itu ” ucap Adira dengan datar.


Zein dan Aidan terdiam mendengar ucapan Adira.


“ Kau tidak percaya dengan ucapanku, lalu kenapa bertanya seperti itu.” Adira memandang Aidan intens, karena ternyata bagaimana pun dia berusaha dekat dengan anak sambungnya itu rasa percaya bukan hal yang mudah untuk di dapat.


“ Mari kita selesaikan masalah ini Mas, bukannya tadi Mas bilang begitu ”


Hati Zein terasa tertusuk melihat tatapan kosong Adira kepadanya.


“ Nadia! Nadia kemarilah! Jangan bersikap bodoh dengan semua ini! Jelaskan apa yang terjadi?! ” Aidan berteriak frustasi rasanya kepalanya terasa akan meledak saat itu juga.


“ Apa yang perlu ku jelaskan, aku sudah bilang wanita ini sudah membunuh Mommy! ” ucap Nadia sinis begitu dia berada di ruang keluarga itu.

__ADS_1


Noah juga sudah ada di sana tapi tidak seperti Aidan yang meledak-ledak tapi dia hanya duduk diam menyaksikan perdebatan itu.


“ Nadia omong kosong apa ini?! Siapa yang membuatmu jadi seperti ini laporan bodoh apa itu?! ” murka Zein, tubuh Nadia bergetar tak pernah Daddynya semarah itu padanya.


“ Daddy membela wanita ini walaupun dia telah membunuh Mommy! Berarti benar Daddy sudah lama selingkuh dengan wanita murahan ini!! ” teriak Nadia dengan berani kepada Zein.


“ Sejak kapan kau menjadi anak seburuk ini!! ” Zein dengan sangat emosi mendengar Nadia mengucapkan semua omong kosong itu tanpa sadar mengangkat tangannya ingin menampar putrinya itu.


“ Adira ” guman Zein pelan karena seakan emosinya langsung surut begitu gadis itu dengan berani menahan tangannya dan berdiri tanpa rasa takut sedikit pun. Adira menatap Zein dengan perasaan marah yang sudah tak tertahan lagi.


“ Tampar aku saja Mas! Kenapa kau ingin menampar anak ini?! ”


Zein menarik tangannya dari genggaman Adira.


“ Jangan hanya marah kepada Nadia atau salah satu dari mereka, memangnya pantas anak-anak yang sudah menderita karena ulah kita berdua menerima semua amarah itu ” mata Adira menatap Zein tanpa sedikit pun berkedip.


“ Kalau saja dulu Mas tidak menikahiku! Karena saat itu Mas punya pilihan tapi mereka tidak! Mas bisa saja tidak melakukan ini semua tapi karena keegoisanmu! Kenapa waktu itu Mas tidak langsung pergi maka semua nya tidak akan jadi seperti ini!! ” napas Adira naik turun meluapkan semua.


“ Anak-anak ini tidak akan melawanmu kalau saja aku tidak hadir di rumah ini! Memangnya siapa aku yang juga sudah tahu bagaimana menderitanya mempunyai ibu tiri. Tapi tetap membuat mereka semua menderita! ”


“ Jika aku punya hati maka sudah seharusnya aku tidak berada di rumah ini. Tapi semua yang ada di antara kita sudah selesai Mas, kesepakatan itu sudah berakhir. Jadi mari hentikan semua siksaan ini. Aku akan mengajukan gugatan cerai ” ucap Adira tenang pada Zein seolah sudah lama dia memikirkan hal itu.


“ Untuk tuduhan itu Nadia, aku akan beritahu bahwa aku sama sekali tidak terlibat dalam hal itu seperti yang telah kalian tuduhkan. Aku bertemu Mas Zein tepat di hari pernikahanku dengannya. Sama seperti aku tidak mengenal dia sebelumnya, aku juga tidak mengenal Nyonya Starla atau satu pun dari kalian. Semua yang ada di foto itu memang aku tapi mau kalian percaya atau tidak aku setiap hari berada di tempat itu karena dulu bekerja di sana ” Adira mengungkapkan hal itu dengan tenang hingga tidak seorang pun di ruangan itu yang mampu membantahnya.


“ Aku juga akan mengatakan kebenaran ini kepada polisi. Tidak peduli akhirnya aku akan bebas atau membusuk selamanya di penjara. Untuk itu mari tunggu sampai semuanya selesai aku akan langsung pergi dari rumah ini ” Adira melangkah meninggalkan mereka semua di ruangan itu. Sekarang tekadnya sudah bulat untuk benar-benar pergi dari rumah itu.


Setelah kasus tuduhan itu dan proses perceraiannya dengan Zein selesai maka dia akan langsung pergi dari rumah ini.


Adira masuk ke kamar Lily dia tidak akan sanggup jika harus satu ruangan dengan Zein setelah semua peristiwa hari ini.


Dia naik ke ranjang memeluk lembut tubuh Lily memberikan kecupan kecil di pucuk kepala Lily.


“ Apa kalau kamu mendengar hal itu kamu juga akan membenci Mama? ” Adira mengungkapkan pertanyaan yang sangat ingin dia dengar jawabannya dari gadis kecil itu. Saat semua orang mengabaikan Adira di rumah itu hanya Lily yang menyambut Adira.

__ADS_1


Akankah rasa sakit akibat kecewa dengan sikap Aidan yang juga tidak mempercayainya, akan sama saat Lily juga akan berbalik membencinya setelah mendengar tuduhan yang di berikan pada Adira.


“ Mama mohon jangan membenci Mama...andai Lily juga tidak mempercayai aku maka aku benar-benar akan hancur saat itu juga ”


“ Ra-rasanya sakit sekali...apa yang salah denganku dadaku rasanya sakit dan sesak sekali..Ly dada Mama sesak sekali..” Adira menepuk-nepuk dadanya berulang kali tapi sama sekali tidak mengurangi rasa sesaknya. Air matanya mengalir membanjiri wajahnya walau sekeras apa di tahan tangisan itu membuat dadanya sesak hingga dia kesulitan untuk bernapas.


“ Aku mohon jangan membenciku...a-aku akan pergi...Lily tidak akan menangis kalau Mama pergi kan..Mama sangat egois karena berharap Lily menangis merindukan Mama ” tangis Adira memeluk gadis kecil itu erat.


Tanpa sadar air matanya membasahi pipi Lily, yang membuat Lily mulai menggerjapkan matanya.


“ Mama...” lirih Lily begitu melihat wajah Adira yang di penuhi air mata.


Tak mampu berkata-kata Adira hanya terus menangis di hadapan anak kecil itu.


“ Apa rasanya sangat sakit sampai Mama menangis? ” tanya Lily polos menyangka Adira menangis karena memang menurutnya Mamanya itu masih kurang sehat.


Adira menganggukkan kepalanya.


“ Dimana yang sakit biar Lily obati atau mau Lily tiupkan untuk Mama ”


“ Dada Mama rasanya sesak...sampai sakit sekali..” isak Adira.


Lily mengelus-elus punggung Adira dengan lembut berharap itu dapat mengurangi rasa sakit Adira.


Perlakuan Lily membuat Adira semakin sedih hingga dia tak bisa menghentikan tangisannya.


“ Pasti sakit sekali ya, Mama tidur saja waktu Lily sakit dokter bilang kalau Lily tidur maka sakitnya akan hilang. Mama tidur saja biar Lily temani ” Lily memeluk Adira kuat tanpa sekalipun berhenti mengelus punggung Adira.


“ Mama sayang Lily ” guman Adira dengan suaranya yang serak akibat menangis.


“ Lily juga sayang sama Mama ” balas gadis kecil itu lembut.


**Mohon dukungannya untuk memberikan like, komen, hadiah dan vote untuk novel ini. Supaya performa novel ini meningkat😄

__ADS_1


Untuk teman-teman siapa tahu berminat selagi menunggu novel ini up bisa juga mampir ke karya pertama author judulnya Menikah Dengan Tuan Ares😁


Happy Reading😘**


__ADS_2