
Zein telah tiba di sebuah pinggiran pantai sebuah pulau kecil seberang desa, karena setelah di selidiki pantai yang ada di rumah Dokter Derril menunjukkan lokasi itu. Sebuah pulau yang merupakan tempat wisata namun hanya ramai jika masa liburan.
“ Bagaimana kita akan menemukan Adira di pantai ini? ” ucap Helena setelah dia terus mengikuti langkah besar Zein, saat itu mereka bersama dengan begitu banyak anak buah Zein dan Noah juga ikut bergabung dengan mereka. Setelah mendengar masalah itu Noah tidak bisa membiarkan Daddynya menyelesaikan semua masalah itu sendiri.
“ Kita pasti akan menemukan dia tidak peduli seberapa jauh bajing*n itu membawanya ” tegas Zein.
“ Aku masih tidak percaya yang melakukan semua ini adalah dokter Derril, selama ini dia sangat baik. Bahkan sampai berniat membunuh bayi Adira, aku benar-benar tidak menyangka hal ini.”
“ Seseorang yang seperti itu justru terkadang lebih berbahaya ” sahut Noah seolah ingin agar Helena terus mengeluh di tengah keadaan saat itu.
Helena pun memilih tak menjawab dan terus mengikuti kemana mereka pergi.
“ Tidak ada petunjuk lain yang tertinggal kita sudah mendatangi hampir seluruh bagian pantai ini. Apa mungkin perkiraanku salah dia tidak membawa Adira ke tempat ini ” Zein juga mulai merasa ragu, karena setelah mereka jauh berjalan semua tempat yang di datangi sesuai foto yang ada di rumah Derril itu tidak ada sama sekali terdapat rumah melainkan hanya hamparan pantai.
“ Aku sudah memeriksa foto-foto itu juga setelah meretas laptopnya dia meninggalkan semacam catatan diary. Ini merupakan tempat impiannya untuk hidup bersama Adira. Aku pikir dugaan Daddy juga tidak salah ”
“ Tapi Noah bagaimana jika itu hanya pengalihan saja agar kita terpancing ke tempat ini. Sama seperti saat dia membunyikan bel pintu untuk memancing aku keluar dan meninggalkan Adira sendiri ” Helena menjelaskan semua kemungkinan yang terpikir olehnya.
“ Aku rasa tidak mungkin jika hanya berniat untuk mengalihkan kita karena catatan diary nya sudah di tulis dari beberapa bulan yang lalu. Sebaiknya kita cari lagi ”
“ Terus mencari tanpa kepastian seperti ini..” rutuk Helena mulai frustasi.
“ Lalu kau punya cara lain? ” tanya Noah dengan dingin.
“ Huft...”
“ Tidak..ya sudah ayo kita lanjutkan ” lirih Helena.
Zein mengabaikan perdebatan kecil antara Helena dan Noah, dia hanya terus fokus memperhatikan foto-foto itu berulang kali.
__ADS_1
“ Ada satu kemungkinan ” seru Zein tiba-tiba dia nampaknya menemukan satu jalan keluar untuk menemukan Adira. Dengan cepat Zein berlari tak ingin membuang waktu lagi.
Helena dan Noah juga berlari mengikuti Zein sebisa mereka.
“ Hosh...hosh...hossh..hossh”
Helena benar-benar ngos-ngosan setelah berusaha mengimbangi kecepatan Zein dan Noah, yang beda jauh dengannya.
“ Bi-bisa jelaskan..dulu apa maksud Anda dengan kemungkinan itu? ” tanya terputus karena napasnya yang masih terasa sesak.
Bukannya memberikan jawaban pada Helena, Zein kembali melanjutkan langkahnya memasuki sebuah jalan kecil yang nampak menuju ke dalam pulau. Jalan kecil itu tidak terlalu terlihat jika tidak di perhatikan dengan seksama mungkin karena jarang dilalui orang-orang.
“ Tunggu..aku..” guman Helena sebentar karena dirinya sudah tertinggal jauh dari dua pria itu.
“ Kita mau-
Tidak sempat Helena menyelesaikan ucapannya mulutnya segera ditutup dengan kedua tangan oleh Noah. Dia melotot menatap pria itu terkejut, dari tatapannya jelas dia mempertanyakan tindakan pria itu.
Rumah itu tidak terlalu besar tapi melihat dari bangunannya rumah itu jelas baru dibangun di sana.
Helena menyentuh tangan Noah meminta pria itu melepaskan tangannya dari mulutnya. Noah mengerti lalu melepaskan Helena perlahan. Dengan cepat Helena menarik napas panjang mempersiapkan dirinya sembari tak melepaskan perhatiannya kepada Zein dan Noah agar dia tahu apa yang harus dia lakukan selanjutnya.
“ Aku akan masuk memeriksa terlebih dahulu, kamu arahkan anak buah kita kepung semua jalan menuju rumah ini. Jangan sampai ada celah untuk penjahat itu melarikan diri ” Zein mengungkapkan rencana singkat itu dan bergerak meninggalkan mereka.
“ Aku akan ikut..” pinta Helena pelan, tapi dengan cepat tangannya dicegat oleh Noah.
“ Ikut denganku ” ucap Noah singkat lalu pergi ke arah yang berlawanan dengan Zein. Helena ingin membantah karena dia juga ingin ikut masuk ke dalam rumah itu karena kalau Adira benar ada di sana dia juga ingin menyelamatkan Adira, tapi dia juga tak berani membantah perintah Noah di situasi saat ini.
~
__ADS_1
~
Zein mendekat pelan dan mengendap-endap di dinding rumah itu, hingga dia tepat berdiri disamping jendela rumah itu. Dia menolehkan kepala berusaha mengintip ke dalam rumah. Namun nihil karena jendela itu di lapisi gorden tebal dan keadaan di dalam rumah tak nampak sama sekali.
Dari sana saja sudah menambah kecurigaan Zein karena untuk apa sebuah rumah di pinggir pantai yang tentunya panas di tutup dengan tirai setebal itu di tambah di jendela, bukannya pada umumnya orang yang membangun rumahnya di pinggir pantai adalah dengan tujuan menikmati pemandangan pantai. Namun rumah ini sangat tertutup seolah ada yang disembunyikan di dalamnya.
Zein mulai mencari celah untuk masuk ke dalam rumah, perlahan namun pasti dia mulai berhasil melonggarkan kunci pengait jendela itu. Berusaha tidak menimbulkan sama sekali Zein mulai membuka jendela itu.
“ Hahahahahahaha”
Napas Zein seakan terhenti begitu mendengar suara tawa yang menggelegar itu. Begitu terkejut hingga dia menghentikan gerakannya. Apakah dia sudah tertangkap basah oleh penjahat itu?
Namun setelah beberapa menit tak ada yang terjadi pada Zein bahkan tidak ada seorang pun yang berusaha menangkapnya.
Zein kembali meneruskan membuka jendela itu dan akhirnya terbuka lebar dengan aman. Setelah melihat jelas isi rumah itu, Zein menangkap siluet bayangan seorang pria.
“ Lihatlah betapa cantiknya kalau kamu menggunakan gaun ini nanti sayang ”
Telinga Zein berusaha semakin menangkap jelas suara itu dan memastikan apakah di sana benar ada Adira. Karena jika dia bertindak gegabah mungkin saja itu membuat Adira dalam bahaya.
“ Kenapa tidak menjawab kamu tidak akan memakainya? Jawab aku kamu tidak mu memakai gaun ini ”
“ Aku..pakai akan aku pakai ”
Tangan Zein mengepal kuat mendengar suara yang cukup dikenalinya, itu suara Adira dan wanita itu nampak terdengar lemah dan putus asa di saat bersamaan. Itu semakin membuat Zein murka.
“ Bagus jadilah gadis penurut ” Derril mendekati Adira berniat membelai wajah wanita itu tapi belum sempat tangannya menyentuh Adira. Tubuhnya dengan cepat terpental setelah mendapatkan sebuah tendangan keras dari arah samping ke tubuhnya.
“ Akhh!! ” pekik Adira terkejut.
__ADS_1
Happy Reading 😘