
Adira memandang Zein ingin tahu juga pendapat suaminya itu, karena sejujurnya Adira sendiri khawatir kalau keputusan Noah dan Helena tinggal terpisah karena ada sesuatu yang mereka sembunyikan.
“ Sebenarnya tidak masalah jika kalian tidak tinggal di mansion. Tapi apa keputusan tinggal di apartemen itu murni karena kalian ingin mandiri? ” tanya Zein serius.
Mendengar pertanyaan itu juga Helena sendiri sedikit bergetar, karena ide itu adalah dari dia. Untuknya masih sulit jika harus tinggal di mansion dimana ada Aidan dan Zein. Bagaimana jika tanpa diduga mereka tak sengaja kontak fisik dan malah membuat Helena mengalami traumanya lagi.
Untuk menghindari masalah seperti itu jadi Helena menyarankan untuk tidak tinggal di mansion. Tanpa di duga Noah malah nampak sangat setuju dengan hal itu.
“ Benar Daddy, apalagi sekarang aku memang ingin merintis karirku sendiri. Begitu juga dengan kehidupan pernikahan yang baru dimulai kami ingin saling belajar dan tentunya masih membutuhkan banyak bimbingan ”
Zein menundukkan kepala ke arah Adira, memberikan kode pada istrinya itu untuk tidak perlu khawatir akan hal-hal lain.
“ Daddy selalu percaya padamu Noah karena kamu adalah anak yang sudah dewasa. Kalau memang itu keputusan kalian Daddy tidak akan melarang ”
“ Terima kasih Daddy ”
Helena menatap kagum ke arah Noah, tidak bisa dia pungkiri memang sikap dewasa yang ditunjukkan pria itu tidak main-main. Dimana setiap mengambil keputusan seperti dia sudah siap akan semua resiko yang bisa terjadi.
Noah meminta izin untuk pergi mengambil barang-barang yang dia butuhkan ke kamar miliknya sebelum mereka pergi ke apartemen. Sementara Helena menunggu ditemani Adira dan keluarga Brown yang lain.
Tak butuh waktu lama Noah segera kembali dan mengajak Helena untuk pergi, mereka berpamitan seadanya.
“ Keputusan yang baik Nona Helena aku harap kalian selalu bahagia dan harap bersabar sifat Kak Noah memang kadang menyebalkan ” ucap Aidan sambil tertawa kecil.
Helena menganggukkan kepala pelan, lalu menyusul Noah yang sudah masuk ke dalam mobil terlebih dahulu.
~
~
~
Mereka berdua terdiam canggung didalam mobil itu, Noah menatap lurus ke depan fokus mengemudikan mobil itu.
“ Hmm..terima kasih, kau melakukannya dengan sangat baik tadi. Kalau aku sendiri mungkin tidak akan bisa menghadapi itu ” ucap Helena memecah keheningan.
“ Aku sudah bilang aku yang akan menyelesaikan masalah itu ”
“ Benar...”
“ Apartemen itu tidak besar aku tidak yakin apa kau akan nyaman tinggal di sana ”
“ Aku tidak masalah dengan tempat yang tidak terlalu besar, justru menurutku itu lebih baik ” yakin Helena.
__ADS_1
J
E
N
N
G
!
!
Seingat Helena Noah mengatakan apartemen itu tidak terlalu besar tapi ketika pintu terbuka dan dia masuk ke dalam, apartemen itu bahkan lebih luas dari rumahnya yang ada di desa.
“ Apa sebelumnya kau bercanda mengatakan tempat ini sempit? ”
“ Karena memang ini sangat kecil ” ucap Noah dengan percaya diri.
“ Kalau kau bandingkan dengan mansion keluargamu jelas ini sempit tapi coba bandingkan dengan rumahku yang ada di desa. Apartemen ini bahkan lebih luas dari rumahku ”
“ Ikut denganku ” perintah Noah, yang membuat Helena melangkah pelan mengikuti dia.
“ Untuk saat ini aku hanya bisa mendapatkan beberapa pakaian untukmu itu pun dari Nadia. Besok aku akan mengantarmu ke GC Store kau pilih saja mana yang kau butuhkan lagi ” jelas Noah.
“ Eh aku tidak mau pergi ke sana ” Helena sudah tahu GC Store adalah mall pakaian milik keluarga Brown.
“ Di sana pasti ramai aku takut malah terjadi hal yang tidak menyenangkan ”
“ Semua tempat akan aku kosongkan saat kamu datang jadi jangan takut ”
“ Tidak Noah aku benar-benar tidak ingin pergi walau begitu. Cukup aku akan pilihkan secara online saja pakaian mana yang aku butuhkan, bolehkan aku lakukan seperti itu saja ”
Noah sedikit tidak paham mengapa Helena malah memilih seperti itu tapi dia menyetujui pilihan wanita itu.
“ Ya sudah untuk saat ini kau bisa mengenakan yang ada di sini dan juga istirahatlah di kamar ini. Aku masih ada beberapa hal yang harus di kerjakan ” Noah meninggalkan Helena sendiri di kamar itu.
Helena memilih satu set baju tidur yang tadi dibawakan Noah dan jelas baju-baju itu semua masih baru. Dia memilih untuk mandi dan setelah akan segera tidur karena cukup lelah setelah melalui semua yang terjadi hari itu.
Setelah selesai mandi Helena menyisir rambutnya dan menggelung rambutnya menjadi kucir tinggi yang tidak terlalu rapi. Lalu setelahnya dia membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan sekejap mulai hampir terlelap.
Sampai samar dia menatap sosok yang masuk ke dalam kamar, lalu entah mengapa Helena merasa sosok itu seperti sedang membuka baju di hadapan Helena. Membuat pikirannya langsung melawan rasa kantuk yang tadi menyerangnya dan langsung membuka mata.
__ADS_1
“ Argghh!! ” pekik Helena dengan tubuh yang langsung terduduk begitu melihat Noah yang sudah bertelan.jang dada di depannya.
“ Noah apa yang kau lakukan?! ” Helena menunjuk marah ke arah Noah.
“ Apa? ” ungkap Noah tak paham mengapa wanita itu bereaksi berlebihan begitu.
“ Kau tanya apa? Kenapa kau membuka bajumu di kamar ini? Lalu apa juga yang kau lakukan di sini?! ”
“ Aku di sini karena ingin tidur ” jawab Noah begitu tenang.
“ Tu-tunggu..tidur? Maksudmu tidur bersama di kamar ini!! ”
Noah menggosok telinganya pelan mulai lelah mendengar dari tadi wanita itu asik berteriak dengan suara melengking memenuhi kamar itu.
“ Tenggorokanmu tidak sakit berteriak terus ” Noah melangkah santai lalu mengenakan jubah tidur miliknya lalu mendekat ke arah ranjang yang membuat Helena semakin waspada.
Helena segera menjauhkan tubuhnya dan langsung turun dari ranjang begitu Noah menaiki ranjang itu.
“ Kau tidak sedang bercandakan? Hei ini tidak lucu! ” ungkap Helena sedikit membentak.
Noah menghela napas panjang.
“ Justru aku yang ingin bertanya kau sedang memainkan sebuah drama, karena itu berlebihan seperti ini. Jangan lupa kita ini suami istri sudah wajar kalau kita tidur seranjang ”
“ A-apa? Tapi itu bukan hal yang wajar untukku, kau sendiri juga tahukan kalau pernikahan kita itu hanya-
“ Sstttt..” Noah menempelkan jari telunjuknya dibibirnya memberi isyarat agar Helena menghentikan ucapannya.
Noah melangkah pelan menuju ke arah Helena semakin dekat hingga dia sekarang berhadap-hadapan dengan wanita itu.
“ Pernikahan kita hanya apa maksudmu? Jangan bilang kamu akan mengatakan bahwa pernikahan ini hanya perjanjian atau kesepakatan. Sepertinya kamu salah paham kita tidak pernah mengadakan perjanjian seperti itu ”
Helena terdiam masih terus menatap Noah dengan sikap waspada.
“ Biar aku kasih tahu padamu sejak awal aku tidak ada niatan menjalani pernikahan jika hanya bercanda. Atau berniat bercerai setelah beberapa waktu, tidak. Aku ingin menjalani pernikahan ini seperti selayaknya Helena ” tangan Noah bergerak perlahan menyelipkan anak rambut Helena ke daun telinganya yang membuat Helena memejamkan mata terkejut dengan sentuhan pria itu yang lembut menyapu pipinya.
“ Bagaimana denganmu? ” tanya Noah intens.
Mohon bantuannya teman-teman untuk tetap berikan vote dan hadiah untuk novel ini😉
Untuk sekadar pemberitahuan aku sengaja up malam ya teman-teman jadi untuk dibaca juga kalau ada bagian yang sedikit kurang aman untuk dibaca selama puasa. Teman-teman bisa baca di malam hari 🌚
Happy Reading😘
__ADS_1