Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
Takdir Kehidupan Yang Aneh


__ADS_3

“ Andai orang tuaku juga berpikir hal yang sama pasti bagus ” lanjut Kevin lagi.


“ Memangnya orang tuamu ingin kau punya cita-cita apa? ” tanya Adira serius.


“ Papaku ingin aku meneruskan jejaknya di bidang politik, sebenarnya dari urutan keluarga Papa merasa gagal karena dia hanya berhasil menjadi wali kota sementara saudaranya yang lain berhasil menjadi gubernur maupun menteri. Dia ingin aku memperbaiki kegagalan itu ”


“ Sebenarnya itu hanya sifat tidak puas dari manusia, andai saja Ayahmu sedikit lebih bersyukur maka dia tidak perlu merasa gagal ”


“ Kadang memang paksaan orang tua memuakkan mereka berharap anak-anaknya hanya menjadi bidak yang bisa diatur sesuka hati ” Anne geleng-geleng kepala lalu menegak minuman soda yang dibukanya.


“ Sepertinya memang di dunia ini ada dua jenis orang tua, pertama orang tua yang memang baik dan kedua orang tua yang belum siap untuk menjadi orang tua. Sehingga mereka sendiri lupa apa tanggung jawabnya. Contohnya orang tuaku hanya ingin aku menikahi orang kaya ” tutur Adira.


“ Hais..sepertinya cita-cita orang tua Nona Adira terwujud Daddynya Aidankan orang kaya ” Eron sedikit menanggapi hal itu dengan candaan.


“ Itu benar makanya sekarang mereka merasa puas, tapi dulunya mereka tidak benar-benar berniat agar aku menikah dengan Daddynya Aidan. Awalnya aku dijodohkan dengan seorang pengusaha tua yang katanya berasal dari kota dan sangat kaya ”


“ Pengusaha tua?! Ihh...berarti masih beruntung Nona Adira malah menikah sama Om Zein dong. Siapa pengusaha tua itu? ” pekik Anne tak sanggup membayangkan hal itu.


Adira tertawa melihat reaksi Anne, sekarang mereka menjadi akrab satu sama lain. Mungkin karena berada di usia yang sama jadi tidak sulit untuk mengakrabkan diri. Sekarang saja mereka saling bertukar cerita layaknya teman.


“ Namanya Ahmad Winanjaya, tapi tak penting juga membahas pengusaha tua itu sekarang ” jawab Adira santai.


“ Apa?! ” mereka berempat sama-sama terkejut ketika Adira mengungkapkan nama pengusaha tua yang akan dinikahinya dulu.


Adira juga terkejut melihat reaksi anak-anak itu.


“ Ada apa? Kenapa kalian sampai terkejut begitu? ” tanyanya.


“ Nona Adira bilang siapa tadi nama pengusaha tua itu? ” Anne bertanya lagi memastikan.


“ Ahmad Winanjaya ”

__ADS_1


“ Astaga! ” Anne menutup mulutnya tak percaya, lalu semua tatapan mereka beralih kepada Eron.


“ Sebenarnya ada apa? Kalian membuat aku bingung ” Adira masih tak paham mengapa mereka bereaksi seperti itu.


“ Pengusaha yang Nona Adira maksud itu adalah kakeknya Eron ” ungkap Rey untuk menjawab situasi membingungkan itu.


“ APA?!! ” sekarang Adira yang tak kalah terkejut.


“ Be-benar Nona A, itu kakeknya Eron ” balas Aidan lagi merasa gugup takut perkataannya membuat Eron tidak nyaman, karena Eron tidak mengeluarkan tanggapan sama sekali.


Mereka semua terdiam tidak tahu harus berbuat apa.


Eron menghela napasnya panjang, sebenarnya dia juga bingung harus bilang apa untuk menanggapi situasi yang rumit itu.


“ Tenang saja kalian tidak perlu takut hal itu tidak membuatku kesal atau marah sama sekali ” ucap Eron menjelaskan kepada mereka.


“ Aku minta maaf Eron, aku sama sekali tidak bermaksud menghina atau menjelek-jelekkan kakekmu ” Adira merasa tidak enak, setelah berulang kali dia mengucapkan pengusaha tua tanpa tahu orang itu adalah kakeknya Eron.


“ Aduuhh....kenapa minta maaf segala sih, santai teman-teman aku baik-baik saja. Lagian kalian tidak mengatakan hal yang salah kakekku memang sudah tua. Aku malah yang seharusnya minta maaf pada Nona Adira atas kejadian itu ”


“ Ti-tidak Eron untuk apa minta maaf padaku ”


“ Saat itu kakek pergi untuk perjalanan bisnis, ketika dia di sana dia mengatakan melihat seorang gadis dan ingin segera menikahi gadis itu. Aku tidak menyangka gadis yang dimaksud adalah Nona Adira. Saat itu aku bahkan tidak habis pikir kakekku yang sudah berusia hampir tujuh puluhan itu masih bisa mengatakan akan menikah ”


“ Keluargamu pasti menentang keinginan kakekmu itukan ” Aidan menanggapi penjelasan yang diberikan Eron.


“ Tentu saja, tapi karena kakek tetap kekeh maka semua membiarkan saja dia berbuat semaunya. Tak ku sangka kakek bahkan sampai memaksa Nona Adira untuk menikah saat itu. Untung saja Nona Adira tidak jadi menikahi kakekku, karena aku tahu sifatnya yang akan membuang kembali gadis yang dinikahinya setelah bosan. Sekarang saja dia baru menikahi gadis lain ” Eron menceritakan semua keburukan kakeknya tanpa ditutupi karena dia sendiri merasa muak dan malu melihat tingkah kakeknya yang abmoral itu.


“ Untunglah kalau tidak kau akan memanggil Nona Adira nenek ” tukas Rey.


“ Ihhh...amit-amit ” seru Aidan tak sanggup membayangkan hal itu, Eron sendiri segera geleng-geleng kepala tak dapat membayangkan jika itu terjadi.

__ADS_1


“ Aku tidak menyangka dunia jadi terasa sempit karena mengetahui hal ini ” Adira meneguk minumannya untuk meredakan rasa terkejut mengetahui satu fakta itu.


“ Iyaa...aku bahkan masih ingat saat aku sangat penasaran seperti apa gadis yang batal dinikahi kakekku, karena tidak biasanya kakek sampai marah-marah selama beberapa hari. Biasanya jika tidak berhasil mendapatkan satu gadis dia akan segera mencari mangsa baru. Sekarang aku baru bisa paham pantas saja kakek kesal karena dia tidak berhasil mendapatkan Nona Adira yang secantik ini ”


“ Kita bisa menyebut Daddynya Aidan penyelamat untuk Nona Adira karena berhasil lepas dari jeratan kakeknya Eron ” tutur Anne. Adira menggelengkan kepala tidak dapat menerima hal itu.


Karena Zein bukan penyelamatnya, tapi Zein sendiri juga korban dari jebakan yang disiapkan orang tua Adira.


Melihat Adira tidak membenarkan hal itu Aidan paham, pasti karena Adira masih merasa bersalah sudah menikah dan hadir dalam keluarga mereka.


“ Ahh...aku jadi tambah kesal melihat kakekku setelah mengetahui hal ini ” rutuk Eron.


“ Hei jangan bicara seperti itu, walaupun begitu kau tetap harus sopan pada kakekmu ” protes Adira.


“ Hufttt..aku makin merasa depresi terbayang bagaimana jika Nona Adira memang jadi nenekku dan mengatakan hal yang sama ” Eron menyandarkan tubuhnya lemas kepada Aidan.


“ Aku tidak mau jadi nenekmu tenang saja, lagian kau pikir aku juga bisa membayangkan punya cucu yang usianya sama denganku ”


“ Benar juga sekarang Nona Adira malah jadi ibu dari sahabatku ahhh...takdir kehidupan yang aneh ”


“ Aidan baik-baik lah pada Nona Adira dia sudah melewati banyak hal ” tukas Kevin.


“ Aku tahu..” jawab Aidan pelan.


“ Benar, Ai. Apa susahnya memanggil Ibu dari pada aku yang sudah berulang kali memanggil nenek pada gadis muda yang dinikahi kakekku ” sahut Eron. Aidan hanya diam tidak menjawab perkataan Eron.


“ Jangan berkata begitu Eron aku pikir panggilan tidak bisa dianggap sebagai tolak ukur eratnya hubungan orang lain. Menurutku Nona Adira juga berpikir sama denganku ” jelas Anne.


Adira tersenyum menyetujui ucapan Anne itu, menurutnya Anne memang gadis yang bijak dan bisa membaca situasi dengan baik. Memiliki Anne sebagai anggota dalam geng itu, merupakan komposisi pelengkap yang dapat menenangkan tiga orang pria yang memiliki sisi keras kepalanya.


Happy Reading😘

__ADS_1


__ADS_2