
“ Aku akan mencoba minumannya, Terima kasih sudah sampai menyiapkan ini ” Helena mengangkat gelas itu dan meneguk sedikit minuman itu.
“ Sama-sama Nona kalau begitu saya mohon undur diri ” wanita itu terdengar senang dan meninggalkan ruangan itu dengan perasaan puas.
Helena meraih kembali gelasnya sembari memutar-mutar isi di dalam gelas itu sebentar. Menurutnya rasa minuman itu tidak terlalu buruk hingga dia kembali meneguk minuman itu kali ini lebih banyak.
Beberapa menit setelahnya Helena merasa pandangannya sedikit memudar dan sedikit susah untuk fokus. Badannya perlahan terasa memanas dengan tenggorokan yang terasa semakin kering.
“ Um..Nad..Nadia kenapa lama sekali huh..huft..ruangan ini juga sangat panas ” Helena berdiri dengan kesulitan sambil berpegang pada meja yang ada di depannya. Melangkah tertatih ke arah pintu sembari pandangannya yang terus memudar.
“ Nadia..kamu..nad..dimana? hosh..hosh.. ” Helena sudah keluar dari ruangan itu dan berjalan kesulitan sembari meracau tidak jelas. Dia masih terus berusaha fokus dan tidak kehilangan kesadarannya karena itu dia ingin segera menemui Nadia.
“ Mari Tuan disebelah sini kami sudah menyiapkan Nona itu dengan baik ” pria yang tadi membawa Helena ke ruangan itu, sedang berjalan bersama seorang pria menuju ruangan tempat Helena berada.
“ Baguslah ” pria itu melangkah dengan senyum bangga.
Baru beberapa langkah mereka berjalan pria itu segera menghentikan langkahnya dan sedikit terkejut.
“ Nona kenapa Anda bisa ada di sini? Seharusnya Anda tetap menunggu di dalam ruangan ”
Mata Helena yang menangkap sosok pria itu yang mulai mendekat ke arahnya segera melangkah mundur yang membuat dirinya terhuyung dan tubuhnya terbentur begitu saja ke dinding.
“ Tuan sepertinya Anda harus membawa Nona ini sekarang karena sepertinya obat itu sudah bekerja ”
Pria itu memperhatikan lagi wajah Helena.
“ Tapi dia bukan wanita yang ada di foto itu aku yakin dia wanita yang berbeda. Apa kalian tidak sedang melakukan kesalahan? ”
Pelayan pria itu seketika nampak gelisah dan kebingungan.
“ Benarkah Tuan? Nona ini sendiri yang datang dan mengaku datang untuk Tuan ”
“ Hah..sudahlah yang mana saja pun tak masalah. Lagian jika tidak cocok juga hubungan ini bisa diputus dengan mudah. Wanita ini juga tidak terlalu buruk, kasihan juga dia nampak menderita biar aku bebaskan dia dari penderitaan itu ” ucap pria itu menyeringai.
“ Baik Tuan ” jawab pelayan itu cepat.
“ Kemarilah Nona bukannya kamu juga sudah sangat tersiksa ” pria itu meraih tangan Helena yang langsung dengan cepat ditepis.
__ADS_1
“ Menjauh dariku...siapa kau? ” rintih Helena dengan semua perasaan aneh yang menjalar di tubuhnya.
“ Memangnya siapa aku penting untuk sekarang, bukannya Nona lebih membutuhkan hal lain yang bisa memuaskanmu ” pria itu tanpa segan-segan dengan kuat menarik tangan Helena kuat sampai tubuh Helena berada di dalam kukungan tubuhnya.
“ Lepaskan aku..to-tolong lepaskan aku..”
Helena berontak sekuat tenaga untuk mendorong pria itu tapi apa dayanya seolah semua tenaga dari tubuhnya menghilang begitu saja sampai untuk berdiri saja dia kesulitan.
“ Jangan berontak Nona manis, apa kau lebih suka dengan gaya yang kasar hah? ”
Bughh!!
“ Lepaskan dia bajing*n!! ”
Menerima tinju yang begitu kuat menghantam wajahnya dari samping membuat pria itu terhuyung ke samping dengan pandangan yang langsung buram.
“ Cih..siapa yang berani memukulku! ” pria itu meludahkan darah yang mengalir dari sudut bibirnya.
“ Kalau kau ingin mati, aku akan wujudkan sekarang juga ” begitu dingin dengan tatapan yang sangat sinis, membuat pria itu segera gentar. Dia melirik ke arah pelayan yang tadi mengantarnya.
“ Sial*n! ” makinya sambil dia berjalan sempoyongan dan dengan cepat di ikuti pelayan pria tadi.
“ Siapa berengs*k kurang ajar itu?! Aku pastikan dia akan mati! ”
“ Maaf Tuan sebaiknya Anda jangan mencari masalah dengannya dia adalah Tuan Noah Brown ”
Mendengar nama Brown yang disebut pelayan itu pria itu langsung mempercepat langkahnya seolah sedang di kejar setan
~
~
~
Sebelumnya Noah hanya mengikuti minum-minum biasa dengan rekan bisnisnya di club itu. Sampai tanpa sengaja sudut matanya seperti menangkap sosok yang dia kenali.
Walaupun ragu tapi Noah juga yakin kalau penglihatannya tidak salah. Dia merasa yakin melihat Helena berjalan masuk ke dalam club itu. Yang pasti Noah juga tidak tahu pasti apa alasan wanita itu datang ke club tersebut jika memang benar yang dilihat oleh Noah.
__ADS_1
Hanya Aidan yang mengetahui kalau Noah ada di club itu, karena itu Noah jadi sedikit ragu apa jangan-jangan yang dilihatnya memang Helena yang datang untuk mencarinya ke club itu. Bisa saja ada urusan genting yang terjadi di rumah hingga membuat wanita itu harus menemui dia.
Noah mencari keberadaan Helena di club itu, tapi setelah memeriksa banyak ruangan dia bersyukur tidak menemukan Helena karena berarti penglihatannya yang salah. Baru saja dia bersyukur seperti itu, sampai akhirnya dia melihat Helena yang sedang ditahan seorang pria yang nampak memaksa wanita itu.
Membuat amarah Noah mendidih dan tanpa ragu di langsung melayangkan tinjunya kepada pria itu.
“ Apa yang kau lakukan di sini? ” suara Noah masih meninggi dengan amarah yang masih tersisa karena pria mes*m tadi.
Arah pandangan Helena tidak bisa fokus, dia merogoh tas tangannya dengan lemah lalu mengeluarkan ponsel Nadia. Dia menunjukkan ponsel itu pada Noah.
“ Nadia menyuruhku...mengantarkan hosh..ponselnya..tubuhku sakit sekali..” sedikit lagi akan ambruk dan terjatuh ke lantai Noah langsung menopang kuat tubuh Helena.
Dia memegang pinggang Helena kuat dan menarik wanita itu ke arahnya agar dapat berdiri tegak.
“ Kenapa wajahmu semerah ini? Sebenarnya apa yang kau lakukan di club ini tidak mungkin Nadia ada di sini ”
Helena hanya menggelengkan kepala pelan dia juga sudah tidak sanggup menjelaskan lebih banyak pada pria itu.
Noah memapah Helena berjalan bermaksud membawa wanita itu pulang atau jika diperlukan dia harus segera membawa wanita itu ke dokter karena kondisinya nampak buruk.
“ Aku..tidak sanggup lagi..ada yang salah dengan tubuhku ” rintih Helena dengan tubuhnya yang sudah ditopang sepenuhnya oleh Noah karena Helena sudah seperti seorang yang kehilangan kesadaran.
Noah ingin melanjutkan langkahnya tapi melihat kondisi Helena dengan sangat terpaksa dia menggendong tubuh Helena dan masuk ke sebuah ruangan yang bisa lebih tepatnya disebut layaknya sebuah kamar hotel yang disiapkan khusus di club itu bagi para tamu yang sudah tidak sanggup pulang karena terlalu mabuk.
Noah merebahkan Helena di ranjang itu pelan.
“ Sebaiknya aku panggil dokter untuk datang ke tempat ini saja ini akan jadi solusi yang lebih cepat ”
Baru saja Noah ingin bergerak menjauh tangannya langsung ditarik oleh Helena hingga tubuhnya tepat berada di atas tubuh wanita itu. Dan tanpa aba-aba Helena langsung mencium dia cepat, Noah refleks mendorong Helena menjauh tapi wanita itu malah menahan tengkuk Noah dan dengan brutal terus mencium Noah.
“ Hah..apa yang kau lakukan? ”
Noah dengan keras mendorong Helena menjauh darinya.
“ Akh..ja-jangan tinggalkan aku..aku mohon bantu aku rasanya sangat panas..” racau Helena, membuat dahi Noah mengeryit dan dia mulai menangkap alasan mengapa wanita itu jadi seperti itu.
Happy Reading 😘
__ADS_1