Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
Adira Membunuh Mommy?!


__ADS_3

Waktu berlalu dengan cepat tanpa terasa waktu Adira berada di rumah itu tinggal tiga minggu lagi.


Sejak perdebatannya dengan Zein waktu itu hubungan mereka benar-benar menjauh, dia sama sekali hampir jarang bicara dengan Zein. Nampaknya pria itu juga sengaja menghindari Adira.


Adira lebih menjaga jarak dengan anak-anak seperti perintah Zein, dia bahkan tidak pernah menghabiskan waktu yang lama bersama Lily.


Hal rutin dilakukan Adira selama beberapa bulan yang lalu hanya pergi diam-diam menonton setiap drama musikal Nadia. Jelas Adira sadar Zein mengetahui hal itu tapi karena pria itu tidak pernah lagi memprotesnya Adira memilih tetap pergi selama Nadia memang tidak menyadari dia selalu datang menonton setiap musikalnya.


Aidan berkali-kali berusaha mengajak Adira untuk keluar bersama Teman-teman nya, tapi karena selalu ditolak akhirnya anak itu menyerah dan Adira berhasil menjaga jaraknya dengan Aidan.


Semakin lama yang dirasakan oleh Adira adalah rasa kesepian yang cukup besar hingga setiap harinya menantikan saat-saat dia akan keluar dari rumah itu.


~


~


~


“ Selamat siang Nenek maaf aku baru mengunjungi Nenek sekarang ” sapa Nadia begitu dia memasuki rumah Neneknya.


Glory Frederick merupakan ibu dari Starla Frederick, mendiang istri pertama Zein. Juga Nenek dari anak-anaknya Zein.


Semenjak kematian putrinya Glory menjauh dari keluarga Zein dan anak-anaknya sifat wanita paruh baya yang keras itu masih belum berubah.


Dia masih belum bisa menerima kematian Starla yang disebabkan oleh kecelakaan. Glory mempercayai bahwa ada seseorang yang sengaja mencelakai putrinya. Pikiran itu ditolak keras oleh Zein itulah yang menyebabkan dia menjauh dari menantunya itu.


“ Kalian pasti tidak mengingat wanita tua ini lagi. Karena kalian sudah bahagia ibu baru kalian itu ” Glory berucap sinis.

__ADS_1


Nadia seakan paham dengan kemarahan Neneknya itu, memilih duduk di sofa di depan neneknya.


“ Tidak, Nek hanya saja kami sangat sibuk akhir-akhir ini apalagi ini menjelang ujian akhir aku dan Aidan tidak bisa menyempatkan waktu. Kak Noah sangat sibuk sepertinya perusahaan punya proyek besar akhir-akhir ini ” Nadia berusaha untuk menjelaskan kepada Neneknya itu.


Glory tak mempercayai ucapan Nadia baginya itu hanya sebuah alasan. Dia menyesap teh yang ada di depannya dengan tenang, walaupun hatinya panas mengingat kembali tindakan Zein yang memperkenalkan istri barunya di hadapan para pengusaha lain. Saat Glory berada di pertemuan bisnis itu baginya itu hinaan yang sangat besar.


“ Kasihan sekali putriku harus mengalami kehidupan yang seperti ini, dengan cepat suaminya menikah lagi. Sedangkan anak-anaknya melupakan dia ” ungkap Glory meratapi nasib putrinya Starla.


“ Nenek jangan berkata begitu kami tidak pernah melupakan Mommy. Tidak peduli Daddy menikahi wanita lain Mommy tetap satu-satunya ibu kami ” Nadia merasa heran mengapa Neneknya itu sampai tega mengatakan hal seperti itu.


“ Kalau kalian tidak lupa pada putriku....apa kalian pernah mengunjungi makam putriku, bahkan setelah kematiannya kalian hanya pergi mengunjungi dia dua kali. Hidup putriku yang dikorbankan untuk kalian betapa malangnya Starla ku ” tangis Glory sedih karena merasa putrinya diperlakukan dengan tidak adil.


“ Itu bukan karena kami melupakan Mommy, kami tidak bisa sekalipun membicarakan Mommy di rumah atau berniat mengunjungi makamnya karena jika ada yang mengungkit tentang Mommy maka kesedihan karena belum merelakan Mommy akan terulang kembali. Kami hanya ingin bisa bertahan melanjutkan hidup Nek ” , batin Nadia.


Nadia menghampiri Neneknya merangkul wanita paruh baya itu, dia sangat ingat bagaimana dulu walaupun keras Neneknya tetaplah wanita ceria yang akan berbahagia jika putri dan cucu-cucunya berkunjung.


“ Nadia...Nadia dengarkan Nenek Mommy mu meninggal bukan karena kecelakaan dia..dia dibunuh ada orang yang merencanakan pembunuhan itu ” Glory menatap Nadia dengan sungguh-sungguh menyakinkan gadis itu bahwa ucapannya benar.


“ Nenek kita tidak boleh terus seperti ini. Sampai kapan Nenek akan terus seperti ini kita harus merelakan kepergian Mommy ” suara Nadia tercekat karena dia juga sama frustasi dan sedihnya dengan Neneknya tapi mereka harus menerima fakta bahwa Mommy nya memang meninggal karena kecelakaan itu.


“ Aku tidak akan pernah merelakan kematian putriku selama pembunuh itu belum tertangkap. Starla ku tidak akan bisa pergi dengan tenang....wanita itu telah membunuh putriku. Istri baru Daddy mu telah membunuh putriku ” ronta Glory dengan penuh kemarahan.


Tubuh Nadia langsung lemas melihat betapa kacaunya keadaan Neneknya itu. Nadia tidak bisa menahan air matanya lagi dia menangisi keadaan Neneknya yang bahkan sampai menduga hal yang jelas sekali tidak mungkin itu. Adira bahkan datang setelah setahun kematian Mommy nya bagaimana wanita itu bisa melakukan hal itu.


“ Hentikan Nek...” lirih Nadia pilu hatinya sakit mengetahui depresi Neneknya ternyata sudah berada dalam tahap yang parah.


“ Kamu pikir Nenek berbohong Nadia...tunggu di sini akan aku tunjukkan padamu wanita itu memang sudah lama berencana membunuh putriku ” Glory bergerak cepat membuka laci di depannya mengeluarkan banyak berkas dan foto dari sana.

__ADS_1


“ Lihat ini! Ini adalah bukti jika wanita itu yang membunuh Starla. Wanita ini sudah memiliki hubungan gelap dengan Daddy mu sejak lama oleh karena itu dia membunuh Starla ” tegas Glory sembari menunjukkan foto-foto itu.


Nadia melihat satu persatu foto itu memang di sana terdapat wanita yang mirip Adira, bukan sudah pasti itu Adira.


Di beberapa kesempatan dalam foto itu Adira nampak berpapasan dengan Zein, tapi tidak ada foto yang menunjukkan jika mereka memang saling bicara.


“ Ini tidak membuktikan apa pun Nek, tolong Nenek tenangkan diri terlebih dahulu ” pinta Nadia lagi.


“ Tidak membuktikan apa maksudmu lihat wanita berulang kali tertangkap bersama Zein ” ungkap Glory dengan penuh amarah.


“ Tapi mereka bahkan tidak melihat satu sama lain Nek itu hanya seperti dua orang asing yang berpapasan ”


“ Dua orang yang berpapasan katamu, lihat baik-baik berapa kali mereka tertangkap bersama. Karena hubungan itu terlarang tidak mungkin mereka melakukan itu secara terang-terangan. Aku juga mendapatkan foto ini dari rekaman cctv, kau ingat dulu saat Daddy mu melakukan perjalanan bisnis selama 3 bulan di desa X? ” Glory bertanya dengan serius pada Nadia.


“ Aku ingat Nek saat itu Daddy harus menyelesaikan masalah supplier perusahaan yang melarikan diri ” ucap Nadia sesuai yang dia tahu.


“ Ya memang itu tujuan Zein, tapi apa kau tahu desa X adalah tempat wanita itu dibesarkan. Dan semua foto-foto kebersamaan mereka aku dapat dari sana. Menurutmu hanya kebetulan mereka berpapasan hampir setiap hari selama Zein tinggal di desa itu ”


Nadia menatap tak percaya dan tak tahu harus beraksi seperti apa setelah mendengar hal itu dari Neneknya.


“ Karena wanita ini ingin menjadi istri Daddy mu makanya dia harus membunuh Mommy kalian. Putriku wanita ini membunuhnya ”


“ Adira membunuh Mommy?! ” pekik Nadia semakin tak mengerti akan situasi itu.


**Mohon bantuannya untuk memberikan like, komen, hadiah, dan vote untuk novel ini. Makasih teman-teman😁


Cara untuk kasih vote dan hadiah cukup klik detail novel, lalu teman-teman bisa pilih mau memberi hadiah dan vote.

__ADS_1


Happy Reading😘**


__ADS_2