Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
S2 Helena Noah


__ADS_3

Noah masuk kembali ke dalam mobilnya, mengingat semua yang terjadi dan apa yang sudah dilakukan Derril kepada keluarganya bagaimana mungkin Noah bisa tenang.


Dia kemudian melajukan mobilnya memecah jalanan yang hening dan hanya dilalui beberapa kendaraan lain mengingat malam yang sudah larut.


Brakkk!! Ckiit!!.


Sekuat tenaga Noah menginjak rem mobilnya hingga menimbulkan suara berdecit yang keras.


Begitu mobilnya benar-benar telah berhenti dengan cepat Noah keluar dari mobilnya.


“ Orang gila mana yang berlari ke arah mobil berjalan?! ” bentak Noah bersamaan dengan keterkejutan yang dia akibat orang itu.


“ Astaga..maaf saya tidak sengaja ” ucap pria itu kemudian berdiri dengan sedikit kesusahan, nampak dia yang kesulitan berdiri kemungkinan besar pria itu mengalami cedera di bagian kakinya karena tertabrak mobil Noah tadi.


“ Tunggu sebentar di sini aku akan menelpon ambulans untuk datang ” Noah juga tidak bisa berbuat apa-apa karena walaupun kecelakaan itu bukan karena kesalahannya tapi dia juga harus bertanggung jawab.


“ Tidak perlu ” jawab pria itu dan dengan cepat dia seperti berusaha berlari tergesa-gesa.


“ Hei wanita sial*n kau akan mati jika tertangkap olehku lihat saja kau!! ” teriak pria itu.


Noah menatap ke arah pria itu berlari dan mendapati pria itu yang memang berusaha mengejar seorang wanita. Merasakan kejanggalan yang terjadi di sana Noah juga segera berlari mengikuti langkah pria itu.


“ Arghh!! ” terdengar suara teriakan seorang wanita dari dalam gang kecil dan gelap dimana sosok pria tadi menghilang setelah masuk ke dalam gang itu.


Setelah memasuki gang kecil dan gelap itu Noah mencari dan coba memahami apa yang terjadi di sana, samar yang dia dapati pria itu sedang menarik rambut seorang wanita sampai wanita itu meronta-ronta.


Sialnya gang itu sangat minim pencahayaan dan sempit, dimana saat itu juga larut malam.


Noah meraih ponselnya dan menyalakan lampu senter dari ponsel itu.


“ Bajing*n ada orang yang mengikuti!! ” maki pria itu sembari menghalangi cahaya yang menyilaukan matanya.


Noah terus mengarahkan senter itu ke arah mereka dan begitu dia melihat wajah wanita yang sedang ditahan oleh pria itu, dia dengan cepat melayangkan tinjunya kepada pria itu.

__ADS_1


Bugh!! Bugh!!


Suara pukulan beruntun dari Noah langsung membuat pria itu tumbang seketika. Begitu cepat Noah menarik tangan wanita ke arahnya.


“ Arghh!! Lepaskan aku! ” berontak wanita itu menghempaskan tangan Noah.


“ Tenangkan dirimu Bella ”


Mendengar suara yang familiar itu Bella segera mengangkat kepalanya dan menatap ternyata pria yang datang menyelamatkannya adalah bosnya sendiri.


Dengan cepat dia meraih dan mendekap tangan Noah erat, membuat Noah menjauhkan sedikit tubuhnya dari wanita itu.


“ Pak tolong selamatkan aku...aku mohon ” tangis Bella sembari memohon kepada Noah.


“ Siapa pria itu? Mengapa dia melakukan hal ini padamu? ”


“ Kau yang siapa sial*n?! Ikut campur masalah orang lain dan memukuliku begitu saja! Lihatlah aku akan melaporkanmu! Bukan urusanmu aku melakukan apapun sesuka hatiku pada istriku!! ” teriak pria itu berdiri sempoyongan.


Noah menatap memastikan kepada Bella, dan melihat wanita itu tak menyangkal ternyata pria itu benar suaminya. Penjahat yang selalu melakukan kekerasan kepada sekretarisnya itu, walaupun Noah sering menolong Bella namun dia sama sekali tidak mengenal suami Bella.


“ Menurutmu karena kau sudah menikahi wanita ini maka nyawanya jadi ada dalam genggamanmu begitu ” tinju Noah mengepal keras.


“ Cih jangan sok suci aku hanya melakukan kewajibanku untuk menghukum wanita yang tak menurut kepada suaminya! Apa itu kesalahanku jika jal*ng ini yang tidak tahu diri?! ”


“ Akhh cukup Dev..sampai kapan kau mau terus merendahkan aku..” rintih Bella


“ Oh kau jadi berani meneriakiku karna ada pria yang membelamu, sini kau wanita sial*n!! ”


Belum sempat pria bernama Dev itu mendekat Noah langsung mendorong tubuhnya menjauh dan tanpa babibu dia kembali melayangkan tinjunya berkali-kali sampai pria itu benar-benar terkapar.


Rasanya amarah Noah yang tertahan tadi karena masalah Derril dapat terluapkan saat dia memukul pria itu.


“ Pak! Pak berhenti bapak bisa membunuh dia! ” pekik Bella khawatir.

__ADS_1


“ Hah makhluk menjijikkan seperti ini selalu membuatku marah ” Noah menendang kuat tubuh pria itu sampai terpental dan akhirnya Dev tak sadarkan diri lagi.


Noah berjalan menjauh dari gang itu tidak peduli dengan keadaan pria yang sudah terkapar itu, Bella menatap ragu ke arah suaminya dia bingung haruskah dia meninggalkan suaminya dalam keadaan seperti itu.


Atau mengikuti Noah karena jika dia bertahan disitu belum tentu juga Dev akan mengampuni dirinya.


Bella memutuskan cepat untuk mengabaikan keadaan Dev dan dengan cepat menyusul langkah Noah.


Sekarang mereka sudah berada di seberang jalan di tempat Noah meninggalkan mobilnya begitu saja tadi. Jika bukan larut malam maka mobil itu pasti sudah menyebabkan masalah kemacetan di sana.


“ Pak terima kasih sudah membantuku ”


Noah diam tak menjawab ucapan Bella.


“ Aku tahu sebenarnya aku pasti sangat hina..semua orang sudah mengatakan untuk berpisah dari suamiku. Tapi aku tetap bersikeras mempertahankan semuanya sementara pria itu terus memukuliku, begitu juga tidak layak aku berterima kasih karena selama ini aku yang menggali liang kuburku sendiri ”


“ Bahkan setelah hari ini kau tetap tidak mau bercerai dari bajing*n itu? ” tanya Noah penuh penekanan.


Bella terdiam dia menutupi wajahnya dan menangis dalam diam. Dapat Noah melihat tangannya yang dipenuhi memar begitu juga dengan wajah sampai ke bagian lehernya, Noah tidak bisa membayangkan bagaimana pria itu memukuli wanita itu.


“ Dia dulu sangat baik..sangat..sangat baik sampai aku bahkan tidak pernah bermimpi akan menikah dengan pria sebaik dia..dikehidupan ku yang sangat menyedihkan sebelumnya hanya dia orang yang bersamaku..”


“ Tapi semua orang pasti tidak percaya walaupun aku mengatakannya..karena setelah dua tahun ini sifatnya sangat berubah drastis..aku sendiri tahu itu karena saat ini dia mengalami masalah yang berat..” lanjut Bella tersedat-sedat bersamaan dengan dia yang berusaha meredam tangisannya.


“ Karena memang manusia dapat berubah, saat ini pria itu tidak baik lagi untukmu. Bahkan setelah semua yang dia lakukan harusnya dia sudah mendekap di dalam penjara. Jadi hentikan semua perasaan kasihan dan rasa ingin membalas budimu kepada pria itu ” lagi-lagi dan Noah menyarankan kepada wanita yang bekerja sebagai sekretaris nya itu.


“ Dia pasti berubah..semuanya tidak harus berakhir seperti ini..a-aku pasti bisa bertahan..setelah semua ini aku sudah bertahan tak mungkin aku membiarkan semuanya berakhir begitu saja..a-aku tidak bisa..”


Noah hanya bisa menghela napas panjang, dia tak menyangka akan melihat seorang wanita yang dibutakan oleh cinta sampai rela menahan semua hal itu.


“ Naiklah aku antarkan kau ke rumah sakit ” putus Noah dia juga tidak bisa berbuat apa-apa semua keputusan ada pada wanita itu. Walaupun dia melaporkan pria itu atas tuduhan kekerasan jika wanita ini tidak ingin berpisah maka semuanya sama saja sia-sia.


Jangan lupa untuk like, komen, beri hadiah dan vote untuk mendukung novel ini ya teman-teman😁

__ADS_1


Happy Reading 😘


__ADS_2