Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
S2 Helena Noah


__ADS_3

“ Hah? Apa itu masuk akal? Sifat posesif yang terlalu itu menakutkan asal kau tahu ”


“ Aku tidak memaksamu untuk mencintai aku, tapi bukan berarti aku harus mengizinkan kau mencintai orang lain. Karena sudah membahas masalah itu sekarang berikan jawabanmu ” Noah menatap Helena sembari menantikan jawaban apa yang akan diberikan wanita itu.


“ Lalu bagaimana denganmu apa tidak masalah jika aku juga melarang kau mencintai wanita lain? ”


Noah menatap Helena dengan penuh keyakinan.


“ Bagiku bukan masalah itu hakmu ”


“ Apa pria ini bahkan tidak mencoba memikirkan hal itu sebentar di kepalanya atau dia hanya tipikal orang yang tidak peduli ”


“ Baiklah kalau begitu mari kita jalani seperti ini tanpa saling mencintai ” putus Helena.


“ Jadi boleh aku anggap kau setuju untuk menikah ”


“ Aku tidak punya pilihan lain ”


Berat bagi Helena untuk mengambil keputusan itu tapi dia memang tidak punya pilihan lagi. Begitu banyak yang sudah terjadi dan masalah itu juga sudah diluar kendalinya.


“ Baiklah mari kita selesaikan ” tegas Noah.


~


~


~


Seperti sebuah game yang harus dilakukan dengan waktu yang sangat singkat, begitu terburu-buru sampai Helena seperti masih berada dalam dunia mimpi. Tapi semua nyata dan hanya dalam sekejap dia sudah menjadi istri Noah Brown.


Noah yang jelas tidak akan memberi waktu untuk Helena berubah pikiran lagi langsung mendaftarkan pernikahan mereka secara hukum, tanpa perlunya acara pesta atau perayaan seperti pernikahan pada umumnya.


Noah memanggil Helena kembali untuk mengikutinya memasuki mansion keluarga Brown, karena saat itu juga mereka akan mengumumkan pada keluarga itu kalau mereka sudah menikah.


“ Tu-tunggu..tunggu sebentar Noah aku mohon..” Helena menarik napas dalam-dalam rasanya seperti dia sedang menahan beban yang begitu berat hingga tubuhnya melemah.

__ADS_1


“ Aku yang akan menjelaskan pada mereka, bagaimana pun reaksi mereka nanti semua tanggung jawabku ” Noah berusaha meyakinkan Helena bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan wanita itu cukup dia mempercayakan hal itu sepenuhnya pada Noah.


Tapi jelas tidak semudah itu bagi Helena, membayangkan reaksi yang akan ditunjukkan oleh keluarga Brown saja membuat pandangannya berputar tak karuan.


Noah meraih tangan Helena dan menggandeng tangan Helena sehingga membuat Helena mau tak mau mengikuti irama langkahnya.


“ Noah..” guman Helena pelan penuh ketakutan.


Pria itu tetap melanjutkan langkahnya tanpa ragu, sampai kehadiran mereka berdua langsung membuat kehebohan di mansion itu. Orang yang pertama menyaksikan kedatangan mereka adalah Aidan.


Dengan reaksinya yang selalu over, Aidan langsung bersorak terkejut meneriakkan nama Helena. Hingga tak butuh waktu lama semua anggota sudah berkumpul dan menatap mereka berdua dengan terkejut.


Zein tidak menduga putranya itu akan datang dengan bergandengan tangan bersama Helena. Jelas saja itu hal yang mengejutkan.


Sementara Adira yang sudah mengetahui Noah pergi ke desa menemui Helena sesuai yang dia suruh, juga tidak menduga Helena akan ikut bersama Noah. Terutama saat menatap Noah yang penuh tekad seakan siap berperang itu.


“ Ada apa Noah? Apa ada masalah yang terjadi? ” tanya Adira khawatir.


Helena nampak diam-diam menyembunyikan tubuhnya dibalik tubuh Noah. Dia masih belum siap untuk rencana pengumuman tiba-tiba itu, hingga begitu mendapati dirinya menjadi pusat perhatian di mansion itu membuat nyalinya semakin menciut.


“ Tidak peduli jika kalian menentang atau bahkan marah karena hal ini, tapi ini sudah menjadi keputusan kami berdua ”


Mendengar kata-kata yang diucapkan Noah, Zein menggelengkan kepala keras.


“ Siapa yang marah atau menentang pernikahan kalian, itu keputusan yang benar. Yang bahkan harusnya kalian pilih waktu itu ” tukas Zein.


Noah nampak lega mendengar jawaban Daddynya itu.


“ Helena..” ucap Adira mendekat kepada Helena.


“ Dira...maaf tapi aku tidak punya pilihan lain ” guman Helena menyesal.


“ Apa yang kau katakan? Jangan minta maaf ini bukan salahmu kenapa kamu berpikir aku akan marah kalau kamu menikah dengan Noah, tidak. Aku marah ketika kamu menolak Noah yang ingin bertanggung jawab dan aku marah karena kamu malah menyakiti dirimu sendiri Helena ”


Mata Helena berkaca-kaca mendengar itu karena dia memang selalu berpikir Adira akan marah jika dia menikah dengan Noah dan menjadi masalah untuk keluarga sahabatnya itu.

__ADS_1


“ Noah terima kasih karena sudah dengan berani dan bertanggung jawab. Aku tahu melakukan kesalahan itu bukan hal yang kita pilih, tapi bertanggung jawab itu adalah pilihan yang bisa kita ambil. Rasanya aku bangga sekali melihat kamu yang berani melangkah seperti ini ”


“ Aku minta maaf Mama Adira karena selama ini selalu menyebabkan masalah ”


“ Tidak..tidak Noah, aku begitu bersyukur kamu anak yang baik. Mulai dari sekarang tolong jaga Helena, walaupun sikap keras kepala yang selalu dia tunjukkan tapi kamu harus tahu kalau sebenarnya dia hanya berusaha menutupi kelemahannya. ”


“ Dira..” Helena melepaskan genggaman Noah lalu memeluk Adira erat.


“ Semuanya akan baik-baik saja sekarang ” ucap Adira menepuk-nepuk pelan punggung Helena, sementara Helena menangis di dalam pelukannya.


Setelah beberapa saat Helena akhirnya merasa lebih tenang sekarang perasaannya juga lebih ringan tanpa beban yang membuatnya selama ini menderita.


“ Nona Helena..aku benar-benar minta maaf selama ini aku memang hanya bisa membuat masalah ” sendu Nadia menunduk.


Melihat gadis itu sebenarnya tak bisa berbohong Helena masih merasakan kemarahan walaupun tidak sebanyak saat pertama kali hal itu terjadi. Dia banyak menyalahkan Nadia karena seandainya bukan karena kecerobohan gadis itu maka dia tidak akan berada dalam masalah ini.


Tapi bersamaan dengan perasaan yang lebih baik, kemarahan kepada Nadia juga sudah banyak berkurang yang membuat Helena juga merasa kasihan dan rasa bersalah karena sudah menyalahkan Nadia seperti itu.


“ Aku masih marah padamu..bagaimana pun aku bukan seorang yang pemaaf ” tukas Helena.


“ Aku tahu..aku sangat menyesal ” sesal Nadia.


“ Huftt..kamu harus membayar untuk kesalahan yang kamu lakukan padaku, lain kali aku akan meminta itu dan kamu tidak boleh menolak. Lalu terima kasih juga sudah membantu mengatasi masalah video itu ” lanjut Helena.


“ Aku akan melakukan apa pun untuk menebus kesalahan itu ” seru Nadia sangking senangnya mendengar ucapan Helena.


“ Ya sudah aku pegang janjimu ”


Helena melirik ke arah Noah menanti tindakan selanjutnya yang diambil pria itu.


“ Hal lain yang ingin aku beritahu kalau kami tidak akan tinggal di mansion tapi di apartemen milikku. Menurutku akan lebih baik jika kami memiliki waktu untuk lebih saling mengenal dan mandiri menjalani rumah tangga ini, aku harap Daddy dan Mama Adira mau mengerti ”


Adira memandang Zein ingin tahu juga pendapat suaminya itu, karena sejujurnya Adira sendiri khawatir kalau keputusan Noah dan Helena tinggal terpisah karena ada sesuatu yang mereka sembunyikan.


“ Sebenarnya tidak masalah jika kalian tidak tinggal di mansion. Tapi apa keputusan tinggal di apartemen itu murni karena kalian ingin mandiri? ” tanya Zein serius.

__ADS_1


Happy Reading😘


__ADS_2