Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
Sedikit Sulit


__ADS_3

Begitu mereka tiba di sebuah rumah dengan bangunan klasik namun mewah yang berada di kaki bukit Zein menurunkan barang bawaan mereka, dan untuk beberapa saat mereka berdua mengemasi barang-barang itu.


Sempat menanyakan pada Zein tadi ternyata rumah ini merupakan milik Zein. Posisi yang sangat strategis dimana kita bisa menikmati dengan puas semua pemandangan pengunungan yang merupakan ikon terkenal negara itu.


“ Hah..akhirnya selesai juga ” Adira melepas jaket yang dia pakai lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


“ Mas bisa buka kan tirainya aku ingin melihat pemandangan di luar ” pinta Adira.


Zein membukakan tirai itu dan langsung saja kamar yang di desain untuk menghadap langsung ke arah pemandangan yang langsung dapat di nikmati dari jendela kaca besar yang seolah membuat kamar itu menyatu dengan alam.


“ Makasih Mas ” ucap Adira sembari dia menepuk-nepuk sisi ranjang di sebelahnya agar Zein juga berbaring di sana.


Zein berbaring dan memeluk Adira erat, karena perjalanan jauh yang telah di lewati akhirnya mereka berdua tertidur pulas.


~


~


~


Sementara di mansion keluarga Brown Helena tengah sibuk menidurkan Ziel malam itu sambil memberikan susu pada Ziel. Dia sudah mengendong Ziel hampir satu jam sayup-sayup Ziel mulai tertidur tapi masih belum terlalu pulas karena itu Helena masih ragu untuk menidurkan Ziel di box bayi takutnya malah terbangun lagi.


“ Ziel masih belum tidur ya ” ucap Noah pelan begitu dia membuka pintu dengan hati-hati tak ingin membuat Ziel menangis dengan mendengar suara keributan.


“ Sudah tunggu sebentar lagi kalau dia pulas aku akan tidurkan di box nya ” jawab Helena pelan.


“ Kamu pasti pegal sini berikan biar aku yang gendong ”


Helena menggeleng pelan.


“ Justru itu bisa membangunkan dia, tenang saja aku tidak terlalu pegal ”


Noah menganggukkan kepala paham.


“ Ehm..Kak ” terdengar suara parau khas baru bangun tidur dari Lily yang memasuki kamar itu.


“ Lily kamu kenapa belum tidur ” Noah dengan cepat menghampiri adiknya itu.

__ADS_1


“ Lily tadi bermimpi hal yang menakutkan kak..Lily mau di temani tidur ” Lily kecil menunjukkan wajah yang masih sangat mengantuk.


Mau tidak mau Noah lalu mengendong Lily, menepuk-nepuk pelan punggung Lily agar merasa tenang.


“ Aku akan menidurkan Lily dulu, aku akan segera kembali ” ucap Noah bagaimana dia tidak enakkan malah lebih banyak merepotkan Helena untuk menjaga Ziel.


Noah membaringkan Lily di ranjang lalu dia duduk di tepi ranjang, Lily menyandarkan tubuhnya ke arah kakaknya itu.


Noah membacakan beberapa buku dongeng sampai adiknya itu akhirnya tertidur pulas. Perlahan Noah membetulkan posisi tidur Lily lalu menaikkan selimut ke tubuh Lily.


“ Ternyata harus menjaga mereka seperti ini sedikit sulit juga. Aku harap tidak ada masalah sampai Daddy kembali dari bulan madu nanti ” , batin Noah.


Dia lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar Ziel untuk memastikan apakah adik bayinya itu sudah tidur.


Begitu dia membuka pintu bisa dilihatnya Helena yang masih mengayun-ayun box bayi itu pelan.


“ Biar aku saja sebaiknya kamu beristirahat saja ke kamarmu ”


Helena ingin saja mengindahkan perkataan Noah tapi bagaimana nanti jika saat dia tidak ada di kamar itu Ziel malah terbangun. Bayi biasanya mau terbangun di tengah malam.


“ Aku akan tidur di kamar ini saja, lagian sofa itu cukup nyaman. Takutnya Ziel terbangun saat malam kalau tidak ada yang menjaganya bisa saja dia menangis nanti ”


Helena hanya bisa mendesah menutupi perasaan kesalnya mendengar jawaban singkat Noah. Seolah Noah tidak paham juga maksud perkataannya.


“ Memangnya nanti kamu bisa mendiamkan dia kalau menangis? Lalu kalau nanti dia terbangun memangnya kamu akan dengar saat kamu tertidur nanti? ” tukas Helena berniat menyadarkan Noah bahwa sudah keputusan yang lebih baik membiarkan dia yang menjaga Ziel di kamar itu.


“ Siapa bilang aku akan tidur, aku akan menjaga sepanjang malam tenang saja ”


“ Apa? Hahahaha aduh..kamu sedang melawak atau apa tidak tidur semalaman belum sampai satu minggu aku jamin kamu sudah tepar duluan. Sudahlah jangan banyak alasan lagi biar aku saja yang menjaga di sini ”


Noah sedikit tidak nyaman melihat Helena yang menertawakan dia dan meragukan kemampuan Noah untuk menjaga bayi. Karena Noah cukup yakin dia bisa melakukan semuanya sendiri.


“ Lalu kamu sendiri memangnya akan bisa bangun waktu Ziel menangis di tengah malam? ” ucap Noah dengan menantang.


“ Tidak perlu meragukan insting wanita begitu dia bergerak pun biar pun aku sudah masuk ke alam mimpi yang paling dalam aku akan langsung terbangun. ” balas Helena dengan bangga.


“ Jadi mau sampai kapan kamu di sini karena aku jadi tidak bisa tidur. Silakan keluar kita nikmati waktu istirahat kita masing-masing ”

__ADS_1


Noah yang menerima di usir secara halus itu hanya bisa pasrah dan berjalan keluar tanpa bicara apa pun.


~


~


~


Di pagi hari Nadia sudah sibuk menyiapkan keperluan Lily dan membantu adiknya itu bersiap untuk ke sekolah. Bersamaan dengan dia yang memiliki kelas kuliah pagi jadi dia harus bergegas secepat mungkin.


“ Makasih Kak ” ucap Nadia begitu dia mengambil tas kostumnya yang dia minta bantuan pada Aidan untuk memasukkan beberapa kostum ke tas itu. Setelah mengajak Lily mereka berdua pun pergi.


Helena keluar dari kamar dengan Ziel yang sudah selesai dia mandikan dan saat itu dia sedang memberikan susu.


“ Pagi Nona Helena beruntung sekali kamu berada di sini kalau tidak aku tak tahu lagi siapa yang akan membantu kami mengurus Ziel ”


“ Itu bukan apa-apa lagian aku melakukannya juga untuk Adira bukan untuk kalian ”


“ Iya iya aku tahu ”


“ Sikap ketusnya ternyata masih ada apa dia masih menyimpan dendam pada kami ya? Eh..tidak mungkin juga kan ” , Aidan berbicara sendiri dalam hatinya.


Helena sebenarnya juga baru dalam hal itu dan tidak ahli hanya saja dia berusaha sebaik mungkin untuk mengurus dan mempelajari cara menjaga bayi. Karena itu dia nampak lebih handal, namun sejujurnya dia juga kewalahan karena itu dia hanya bisa mandi sekadarnya saja subuh tadi dan setelah memakai baju oversize bagaimana dia senyamannya. Ziel langsung terbangun jadi Helena hanya bisa mengulung rambutnya begitu saja tanpa di sisir terlebih dahulu.


Tentu saja penampilannya tidak serapi biasanya. Tapi karena dia sendiri yang sudah berjanji kepada Adira akan mengurus Ziel dengan baik tentu saja itu bukan masalah untuknya.


“ Aku akan mengendong Ziel Nona Helena sebaiknya sarapan saja dulu, pasti sangat melelahkan harus menjaga Ziel semalaman ”


Ketika Aidan mendekat ingin meraih Ziel dengan tangannya bermaksud untuk agar Helena memindahkan Ziel dari tangan wanita itu ke tangannya secepat kilat Helena langsung menjauh sebelum sempat tangan Aidan menyentuhnya.


Aidan sedikit bingung dan terkejut melihat gerakan refleks Helena. Tapi dengan cepat Helena menaruh Ziel di stroller.


“ Gendonglah dari sini akan lebih aman dari pada di pindahkan langsung takutnya dia bisa jatuh atau tubuhnya bisa sakit ” ungkap Helena ragu.


“ Ohh..aku kira ada apa tadi karena Nona Helena bergerak menjauh tiba-tiba ” balas Aidan mengerti.


**Jangan lupa untuk terus dukung novel ini teman-teman Terima kasih 😄

__ADS_1


Happy Reading😘**


__ADS_2