
“ Jadi sekarang kau bilang itu salahku! Hiks..aku tidak akan bisa tampil untuk musikal lagi! ”
Adira merasa bingung dengan situasi yang terjadi antara Nadia dan Aidan, dia juga tidak bisa memutuskan siapa yang sebenarnya bersalah diantara mereka.
“ Coba kemarikan gaun itu, aku akan lihat bagian mana yang rusak ”
Aidan menyerahkan gaun itu pada Adira, setelah memeriksa kerusakan gaun itu. Adira tahu bahwa bagian yang robek adalah bagian pinggang. Dilihat dari sobekannya baju itu masih dapat diperbaiki dengan dijahit bagian yang robek.
“ Aku akan menjahit bagian yang robek ini, mungkin gaunnya akan bisa diperbaiki ” ungkap Adira, Aidan nampak senang mendengar hal itu.
“ Ya sudah kalau Nona A memang bisa tolong perbaiki gaun itu ” pinta Aidan.
“ Baiklah tunggu sebentar ” Adira pergi berniat mengambil peralatan jahit yang ada dikamarnya.
Tak lama Adira kembali dan segera memulai menjahit gaun itu.
“ Bagaimana kalau gaunnya malah tambah rusak? Aku juga akan kena marahi di sekolah itu gaun yang disiapkan langsung oleh sekolah ” Nadia gelisah takut gaunnya malah tambah rusak.
“ Sabarlah sebentar bukannya Nona A bilang dia akan memperbaiki gaun itu ” tukas Aidan.
“ Sabar apanya?! Jika gaunnya tambah rusak memangnya kau mau bertanggung jawab ” bentak Nadia.
“ Sedari tadi kau terus bicara tidak sopan ya, aku ini kakakmu ingat itu ” Aidan juga ikut kesal setelah mendengar Nadia yang tak menjaga sopan santunnya.
“ Kalian berdua bisa tidak diam sebentar, jujur saja dari tadi suara kalian sangat berisik ” ucap Adira tenang dan tetap fokus pada pekerjaannya, dan hal itu mampu membuat Aidan dan Nadia terdiam.
Masih merasa kesal Nadia menjauh dari Aidan kalau tidak dia pasti akan kembali cekcok mulut dengan saudara kembarnya itu.
Setelah beberapa menit akhirnya Adira selesai menjahit gaun itu.
“ Ini coba dulu gaunnya sudah bagus atau belum ” ucap Adira sembari menyerahkan gaun itu pada Nadia.
Nadia memutar bola matanya malas seolah nyakin gaun itu malah akan jadi tambah rusak. Tapi setelah memeriksa bekas robekannya, Adira sudah menjahitnya dengan rapi.
“ Cobalah pakai gaunnya, baru kita bisa tahu gaunnya masih rusak atau tidak ” timpal Adira melihat ekspresi ragu Nadia.
Tanpa menjawab Nadia pergi ke kamar mandi dan memakai gaun itu. Setelah dia keluar Adira memberikan isyarat dengan tangan agar Nadia berputar.
__ADS_1
“ Gaunnya sekarang sudah bagus lagi ” tukas Aidan senang.
Adira juga nyakin dengan hal itu makanya dia tersenyum.
“ Memang gaun ini malah lebih bagus setelah dijahit Nona A, bagian pinggang yang tadinya kebesaran sekarang sudah pas dengan ukuran ku ”
Sebenarnya Nadia juga merasa puas karena gaun itu berhasil diperbaiki dan malah lebih baik, tapi dia merasa gengsi untuk menunjukkan hal itu langsung pada Adira.
“ Karena gaunmu sudah diperbaiki, ucapkan terima kasih pada Nona A ” saran Aidan pada Nadia.
“ Dari awal juga kamu yang merusak gaun ku, kenapa aku harus berterima kasih? Jelas itu bukan salahku ”
“ Kalau kau tidak menarik-narik gaun itu, sudah pasti gaunnya tidak akan robek. Tapi kau tidak sabaran sampai merobek gaunnya ”
“ Hentikan, baguslah kalau masalah gaun ini terselesaikan. Jangan bertengkar lagi ” ungkap Adira menengahi sebelum perdebatan mereka dimulai lagi. Lalu Adira melangkah keluar dari kamar Nadia.
“ Dasar bersikap seperti itu sama saja seperti kau tidak diajari cara berterima kasih kepada orang yang sudah menolongmu. Jelas Nona A sudah berbuat baik, tapi kau malah bersikap seperti itu ”
“ Aku tidak mau mendengar ceramahmu, keluarlah dari kamarku ”
Aidan berjalan dengan kesal keluar dari kamar Nadia.
Nadia memandang gaunnya sejenak benar saja jika Adira tidak membantu menjahit gaun itu maka Nadia tidak akan bisa tampil di drama musikal, lalu dia akan dihukum karena sudah merusak kostum milik sekolah.
Sekolah Nadia berbeda dengan Aidan, Nadia bersekolah di sekolah seni dan dia mengambil jurusan teater musikal. Bagi Nadia pertunjukan drama musikal adalah kegiatan yang paling disukainya.
Sehingga dia tidak pernah bermain-main jika ditunjuk sebagai seorang pemeran di drama musikal yang diadakan sekolahnya.
“ Lupakan itu bukan hal yang besar sampai aku harus mengucapkan terimakasih dan memaafkan semua kesalahannya ” ucap Nadia tetap merasa nyakin dengan keputusannya.
~
~
~
“ Nona A aku minta maaf atas sikap Nadia tadi ” ucap Aidan ketika dia sengaja menemui Adira.
__ADS_1
“ Tidak perlu memikirkan hal itu ” balas Adira.
“ Aku tidak tahu ternyata Nona A bisa melakukan pekerjaan seperti menjahit seperti itu, apa Nona A memang secara khusus mempelajarinya? ”
“ Entahlah mungkin itu hanya kebetulan saja ” jawab Adira singkat.
Jika diingat lagi Adira harus belajar menjahit pakaian, karena sangat jarang dia dibelikan pakaian baru oleh Ayah dan ibu tirinya. Jadi Adira harus memiliki kemampuan untuk memperbaiki baju-baju miliknya jika itu robek, bahkan ketika dia harus menjahit ulang baju bekas saudara tirinya agar bisa dia pakai.
“ Sebenarnya aku datang ingin mengatakan sesuatu pada Nona A ”
“ Mau bilang apa katakan saja ”
“ Begini basecamp kami sudah diperbaiki, jadi teman-teman ku mengundang Nona A untuk ikut dalam pesta perayaan dibukanya kembali basecamp ”
Adira mengernyitkan dahi mendengar hal itu.
“ Untuk apa aku datang ke pesta perayaan seperti itu, kalian saja akan aneh kalau aku berada di sana juga ” tolak Adira.
“ Semua teman-temanku sangat berharap Nona A datang, Kevin saja sampai memohon agar aku bisa membujukmu”
“ Kenapa sampai begitu, katakan saja aku tidak bisa pergi. Lagian memang tidak akan bisa, Mas Zein pasti gak mengizinkan ”
“ Ya padahal..kami sangat berharap Nona A bisa datang ke basecamp, kami berniat menunjukkan sesuatu pada Nona A. Lagian itu juga bentuk terima kasihku karena waktu itu Nona A sudah membelaku. Jadi aku mohon Nona A mau datang ” bujuk Aidan.
“ Tetap tidak bisa Aidan, kau tahu sendiri sifat Daddymu ”
“ Tapikan Nona A belum mencoba minta izin. Pestanya dilakukan siang hari dan itu hanya pesta untuk bersenang-senang seadanya. Tidak perlu takut hal seperti dulu gak akan terjadi. Kelompok aneh itu gak bakal berani lagi datang ke basecamp ” Aidan kembali berusaha membujuk Adira.
Setelah terus diikuti kemanapun oleh Aidan, akhirnya Adira memilih menyerah. Habisnya kemana pun dia pergi Aidan akan mengikuti dia dan terus bertanya agar Adira mau datang ke pesta itu.
“ Aku akan coba tanya Mas Zein nanti ” balas Adira akhirnya.
“ Yups!! Baiklah ” sorak Aidan girang.
“ Tapi kalau Mas Zein tidak mengizinkan jangan berharap aku akan pergi. Kamu tahu sendiri lebih baik mengenai temperamennya. Jangan nanti satu orang yang makan timun semua kena getahnya ” ungkap Adira dengan bangga.
Aidan melotot tak percaya mendengar Adira mengucapkan peribahasa itu.
__ADS_1
“ Jangan karena satu orang makan nangka semua kena getahnya ” ralat Aidan sambil geleng-geleng kepala tak menyangka peribahasa umum seperti itupun Adira bisa salah.
Happy Reading😘