Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
Aku Akan Membunuhnya


__ADS_3

“ Ja-jangan..mendekat ” gemetar Adira, merasakan napas panas anjing itu didekatnya sudah mampu membuat tubuh Adira gemetar, Adira tidak nyakin bisa lari dari anjing itu karena sepertinya bergerak sedikit saja anjing itu akan segera menerkam Adira dan merobek-robek tubuhnya.


Air mata Adira menggenang sangking dia ketakutan.


“ Tolong aku..” tangisnya pelan menutup mata tak sanggup melihat anjing itu.


“ Mati kau!! Anjing sial*n!! ” dengan cepat Zein melayangkan tendangan keras kepada anjing itu.


Anjing itu berlari sambil meringis kesakitan. Mendengar itu Adira membuka matanya dan melihat anjing itu tidak ada didepannya lagi.


“ Huwaaaa...hikss...huwaa..a-anjing itu ” tangis Adira pecah tak sanggup membayangkan jika saja Zein tidak segera datang.


Napas Zein naik turun beriringan dengan amarahnya juga akibat dia harus berlari cepat ke tempat itu.


Adira masih menangis tersedu-sedu.


Zein menunduk untuk memeriksa keadaan Adira, tangan dan kaki Adira penuh darah dari luka cakaran. Gaunnya juga kotor dan robek, Zein mendesis kesal melihat keadaan Adira yang mengenaskan. Dengan sekali angkat dia mengendong Adira.


Adira mengaitkan tangannya melingkar di leher Zein, dia menangis gemetaran nampaknya dia masih terguncang setelah peristiwa tadi.


“ Bawa dokter ke rumah ini sekarang! ” teriak Zein, segera para pelayan di rumah itu bergerak secepat kilat mendengar perintah Tuannya itu.


Zein membawa Adira pelan ke arah ranjang, tapi ketika ingin melepaskan gendongannya, Adira segera menahan tubuh Zein cepat.


“ Ja-jangan tinggalkan aku Mas...hiks..hikss...a-aku takut ” tangis Adira memohon pada Zein.


“ Aku tidak meninggalkanmu berbaringlah di ranjang supaya lukamu diobati ”


Adira menggelengkan kepalanya cepat sambil menarik erat tubuh Zein agar tidak melepaskannya.


Zein bisa merasakan betapa ketakutannya sekarang gadis itu, lembut Zein mengelus rambut Adira.

__ADS_1


“ Tenanglah sekarang sudah aman, ada aku semua akan baik-baik saja ” Zein mengucapkan semua kata-kata penenang yang dia tahu. Perlahan Adira mulai mengendurkan pelukannya dan tubuhnya juga sudah tidak gemetaran seperti tadi.


Lembut Zein membaringkan tubuh Adira di ranjang itu. Air mata masih tak henti-hentinya berjatuhan membasahi wajah Adira.


Zein tetap mengelus-elus rambut Adira menenangkan dia sampai tempo pernapasan Adira menenang.


“ Tuan Dokter sudah ada di sini ” lapor seorang pelayan.


“ Suruh dia masuk ” perintah Zein. Tak lama dokter itu masuk dan segera memeriksa luka-luka yang ada di tubuh Adira


Saat Dokter bergerak membersihkan luka itu Adira merasakan siksaan rasa perih yang sangat hebat. Sampai dia tidak henti-hentinya menangis meronta.


Tenaga Adira serasa habis setelah mengalami semua hal itu, hinggap dia pingsan.


“ Adira...Adira ” panggil Zein menepuk pelan pipi Adira.


“ Nyonya Adira pingsan Tuan itu karena dia kehabisan tenaga, rasa sakit dan terguncang akibat peristiwa tadi. Sudah jadi penyebab pasti dia pingsan. Tapi tenang saja Tuan untuk saat ini itu lebih baik jadi saya dapat mengobati lukanya ” jelas dokter itu.


“ Kau harus bisa membuat dia tidak kesakitan lagi, jangan sampai aku mendengar keadannya bertambah buruk ” tegas Zein.


“ Anjing itu!! ” geram Zein marah.


“ Aku akan memberitahu nanti setelah aku menangkap anjing itu ”


“ Baik Tuan ”


Zein segera berlalu pergi ingin mencari anjing yang telah menyerang Adira tadi.


“ Aneh sekali..jika yang menyerang Nyonya ini anjing gila maka sudah pasti akan ada luka gigitan. Karena anjing gila tidak akan sempat berpikir hanya menyerang menggunakan cakar ” guman dokter itu berbicara sendiri.


Zein segera menguap semua pengawal dan pelayan dirumah itu. Tak butuh waktu lama anjing itu segera tertangkap.

__ADS_1


“ Darimana anjing ini datang?! ” bentak Zein kepada para pengawal, karena untuk tugas melatih dan mengurus anjing penjaga rumah adalah tugas para pengawal.


“ Anjing ini adalah kiriman dari yayasan yang biasa membawa anjing penjaga yang sudah dilatih Tuan. Anjing ini datang dua hari yang lalu bersama empat anjing lain ” lapor pengawal itu.


“ Lalu apa kalian pikir pekerjaan kalian becus dengan membiarkan anjing ini menyerang istriku!! ” bentak Zein.


“ Itu kesalahan kami Tuan, ta-tapi saya sudah memeriksa anjing-anjing itu sebelum membawa mereka. Termasuk anjing ini dari pemeriksaan dia anjing yang sehat dan sudah terlatih Tuan, apalagi anjing ini ras American Pitt Bull saya cukup nyakin anjing ini sudah cukup terlatih Tuan ” pengawal itu berusaha menjelaskan situasi yang dia ketahui.


“ Anjing ini terlatih katamu!! Hampir saja istriku dimangsa olehnya. Apa anjing itu dilatih untuk membunuh?! ” murka Zein masih tidak bisa menerima.


“ Tuan saya sudah memeriksa anjing itu dan anjingnya tidak terinfeksi rabies. Jadi untuk saat ini kita bisa tenang setidaknya Nyonya tidak tertular infeksi ” beritahu Dokter itu.


“ Lalu apa yang akan kau lakukan untuk mengobati dia? ” tanya Zein menurunkan sedikit nada bicaranya.


“ Saya akan meresepkan obat yang tepat untuk luka dan juga mengawasi perkembangan kondisi Nyonya Adira Tuan. Saya harap Anda mempercayakan hal ini kepada saya ”


Zein memang tidak bisa membantah bagaimana pun dokter itu sudah jadi dokter pribadinya selama hampir lima tahun. Zein sendiri juga sudah tahu kemampuan dokter itu yang memang ahli.


“ Dan satu hal lagi Tuan menurut saya yang dikatakan para pengawal ini benar. Anjing ini adalah anjing pintar yang sudah terlatih. Saat saya ingin memeriksa anjing itu sama sekali tidak menunjukkan tingkah aneh atau niat untuk menyerang saya. Juga saat pengawal lain berada dekat anjing itu tetap tenang. Seperti yang Tuan bisa lihat sendiri ” dokter itu menunjukkan anjing yang menyerang Adira itu sedang di kurung tapi nampak tenang seperti anjing penjaga terlatih.


“ Jika itu anjing gila maka sudah dipastikan saya tidak akan keluar tanpa gigitan tadi karena mengambil air liurnya tanpa membius anjing itu terlebih dahulu. Tapi Tuan ” Dokter itu mengeluarkan sebuah sapu tangan dan melemparkan sapu tangan itu ke dalam kurungan. Anjing itu segera menggila dan merobek-robek sapu tangan itu sampai tidak terbentuk.


“ Jangan bilang ” geram Zein dengan rahang mengeras menahan amarah.


“ Benar Tuan itu sapu tangan yang sengaja saya pakaikan pada Nyonya Adira dan sepertinya anjing itu dilatih untuk mengenali aroma Nyonya Adira dan mungkin dilatih untuk memburu Nyonya Adira ” ucap Dokter itu intens.


Amarah Zein memuncak sampai matanya memerah, ditambah dia sendiri menyaksikan bagaimana anjing itu mencabik-cabik sapu tangan karena ada aroma Adira disana. Pantas saja anjing itu langsung menerjang Adira begitu saja.


“ Siapa yang berani bermain-main denganku?! ” geram Zein memukul meja di depannya kuat. Zein tak menduga ada orang yang sengaja mengirimkan anjing itu ke rumah ini untuk membunuh Adira. Tentunya bunuh waktu yang lama untuk orang itu bisa melatih dan menyiapkan anjing itu.


“ Aku akan membunuhnya ” Zein melangkah dengan penuh amarah, memutuskan tidak akan mengampuni pelaku dibalik kejadian ini.

__ADS_1


Mohon bantuannya untuk menaikkan peforma novel ini jangan lupa kasih like, komen, dan hadiah. Untuk kasih gift/atau hadiah author kasih liat ikon yang harus di klik ya, pertama klik hadiah yang ada di halaman detail novel. Lalu teman-teman bisa pilih mau kasih hadiah yang mana😄Makasih semua🙏🏻. Happy Reading😘



__ADS_2