Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
Kamu Sangat Mencintai Suamimu


__ADS_3

Pagi itu Adira bangun dengan kondisi mata yang masih sembab tapi kondisi tubuhnya cukup fit.


“ Penampilanku sangat buruk ya? ” tanya Adira pada Helena begitu dia keluar dari kamar setelah selesai mandi.


“ Wajahmu sangat cantik bengkak mata seperti itu tidak berpengaruh sama sekali ” Helena tertawa kecil mengatakan itu.


“ Dasar..harusnya aku gak tanya dia ” Adira tahu sahabatnya itu akan memberikan jawaban nyeleneh.


“ Berapa banyak susu yang harus di antarkan hari ini? ” tanya Adira lagi.


“ Itu hanya ada dua keranjang kurang lebih 30 botol, tapi banyak rumah yang meminta 3 atau 4 botol jadi pengantarannya tidak terlalu sulit ” Helena menunjuk ke arah keranjang yang sudah berisi susu itu.


“ Kalau alamatnya sudah di tulis aku akan antarkan saja sekarang, takutnya ke buru terlalu siang ” Adira takut akan melewatkan waktu sarapan para konsumen susu yang biasa memesan kepada mereka.


“ Makan dulu sarapanmu Dira ” perintah Helena.


“ Nanti saja aku antarkan pesan dulu ” Adira mengabaikan perintah Helena dan segera mengangkat keranjang susu itu ke boncengan sepeda yang terparkir di halaman depan. Setelah memastikan posisi susu-susu itu aman Adira segera mengayuh sepedanya.


“ Gadis itu malah langsung pergi ” guman Helena melihat Adira yang sudah melaju menggunakan sepeda itu.


Memang sejak datang ke desa Adira memilih pengerjakan tugas mengantar susu karena Helena tidak mengizinkan Adira untuk ikut memerah susu ke peternakan dengan alasan takut wanita hamil itu akan terserang virus atau terinfeksi karena lingkungan peternakan memang termasuk kurang sehat untuk ibu hamil.


Oleh karena itu Adira menjalankan tugas mengantar susu yang dianggap lebih mudah dan praktis.


“ Pengantaran susu! ” teriak Adira di setiap depan rumah yang tertulis di alamat botol-botol susu yang dia antar. Karena mereka sudah mulai biasa dengan Adira sebagai pengantar susu maka tidak ada hal yang mengkhawatirkan.


Akhirnya Adira tiba di rumah terakhir, dia sedikit menyeka keringat di dahinya dengan lengan bajunya.


“ Pengantaran susu! ” teriak Adira memanggil pemilik rumah itu.


“ Iya ” sahut pemilik rumah itu sebelum akhirnya keluar.


“ Ternyata kamu Adira ” ucap Derril begitu dia melihat Adira.


“ Iya dok, ini rumah dokter aku baru pertama kali mengantarkan susu ke sini. Jadi baru tahu ” jawab Adira tersenyum lalu memberikan botol susu itu pada Derril.


“ Mampirlah sebentar ini susu terakhir yang mau kamu antarkan ” Derril bisa melihat keranjang yang telah kosong.

__ADS_1


“ Ahh..tidak perlu dok, aku akan pulang saja takutnya Helen khawatir karena menungguku ”


“ Ya sayang sekali padahal aku sekalian ingin meminta bantuanmu sebentar ” ucap Derril tersenyum penuh arti kepada Adira, membuat Adira bingung untuk menolaknya.


“ Dokter mau dibantu untuk apa? Kalau begitu akan aku bantu ” Adira akhirnya menawarkan diri.


“ Baiklah masuk dulu Dira ” Derril mempersilahkan wanita itu masuk dengan sopan.


“ Tunggu di sini sebentar ya ” ucap Derril lalu segera masuk mengambil sesuatu.


Adira menunggu sambil melihat-lihat beberapa pajangan yang terdapat di ruang tamu sederhana itu.


“ Adira bisa kemari sebentar ” panggil Derril.


“ Iya dok ” Adira menjawab kemudian segera menghampiri Derril.


“ Bantuan yang aku maksud adalah untuk memegang dia sebentar, aku ingin memasang perban juga memberikan suntikan untuknya ”


Adira menatap sedikit terkejut melihat anak anjing yang berbaring di sebuah keranjang kayu kecil itu, dan segera mundur menjauh karena rasa takut segera menjalari tubuhnya.


“ A-aku tidak bisa dok..maaf ” lirih Adira tetap memundurkan tubuhnya.


“ Baiklah..baiklah Adira tenanglah jangan panik aku tidak akan memaksamu untuk menyentuh anjing itu. Kemarilah ” Derril menuntun Adira ke arah sofa yang jauh dari tempat mereka tadi. Membiarkan wanita itu duduk untuk menenangkan diri.


“ Aku minta maaf sepertinya kau memiliki trauma dengan anjing, harusnya aku beritahu sejak tadi ” sesal Derril.


“ Tidak, itu sama sekali bukan salah dokter. Karena dokter sendiri tidak tahu hal itu ” bantah Adira.


“ Aku malah merepotkan bukannya membantu ” lanjut Adira sedikit merasa bersalah.


“ Itu bukan apa-apa aku akan melakukan itu sendiri nanti, sekarang tenangkan dirimu dulu ”


“ Padahal aku meminta bantuan Adira hanya sebagai alasan agar wanita ini mau mampir. Aku kira dia akan menyukai anak anjing yang imut. Tidak ku sangka dia malah trauma ” , ucap Derril dalam hati.


“ Kalau boleh tahu kenapa kamu trauma pada anjing? ” tanya Derril penasaran.


Adira tidak langsung menjawab karena dia bingung harus bagaimana menjelaskan dia mendapatkan serangan brutal dari anjing saat tinggal di rumah mantan suaminya. Maka Derril akan mengetahui rahasia Adira.

__ADS_1


“ Waktu kecil secara mengejutkan tiba-tiba seekor mengejarku, makanya sejak itu aku jadi ketakutan pada anjing ” jawab Adira kemudian.


“ Hmm..” Derril berdehem pelan sejujurnya dia kurang nyakin trauma Adira terjadi saat kecil karena melihat reaksi wanita itu rasanya traumanya masih baru terjadi.


Derril menuangkan teh yang telah dia siapkan tadi ke cangkir Adira.


“ Minumlah sebentar aroma teh ini bisa merilekskan tubuh ”


“ Makasih dokter ” balas Adira meraih cangkir teh itu dan menyesap pelan.


“ Apa boleh aku bertanya sesuatu Adira? Tapi takutnya aku malah melewati batas ” ucap Derril ragu.


“ Jika pertanyaannya masih bisa aku jawab maka aku akan jawab dokter ” balas Adira seadanya.


“ Boleh aku tahu suamimu orang yang seperti apa? ”


Adira tercengang mendengar pertanyaan itu.


“ Aku melewati batas ya maaf Adira tidak perlu menjawabnya anggap saja angin lalu. Jangan pedulikan hal itu ”


“ Suamiku hanya pria biasa tidak ada yang spesial dia hanya menjalani kesehariannya dengan bekerja. Mungkin bekerja adalah hal yang utama baginya. Dia juga sangat disiplin baik itu tentang waktu atau peraturan lain ” jelas Adira karena dia tahu semakin dia menghindari pertanyaan seperti itu maka hanya akan membenarkan cerita orang-orang bahwa statusnya sudah punya suami itu hanya kebohongan semata.


“ Jadi karena itu kamu membiarkan suamimu tetap bekerja walaupun saat ini kamu sedang hamil ” Derril menanggapi dengan sedikit santai namun berhati-hati.


“ Tidak juga aku membiarkan dia bekerja jauh dari keluarganya karena aku tahu dia sangat ingin berjuang untuk tetap menjaga dan melindungi kami. Dengan bekerja maka dia dapat memberikan kehidupan yang nyaman untukku juga calon anak kami nanti ”


“ Kelihatan sekali kamu sangat mencintai suamimu, jarang sekali seorang wanita memiliki rasa pengertian sebesar kamu ”


Adira menghela napas mendengar ucapan Derril, karena sebenarnya yang dia ceritakan bukan tentang suaminya tapi lebih tepatnya mantan suaminya. Karena Adira tidak bisa memikirkan bagaimana sosok lelaki lain, hanya Zein laki-laki pertama yang pernah hadir sebagai pasangan dalam hidup Adira yang masih muda itu.


“ Kalau begitu aku akan pulang sekarang dok, karena ini sudah sedikit terlambat Helena pasti menungguku dengan cemas ” pamit Adira beranjak dari duduknya dan keluar dari rumah itu dengan diantarkan oleh Derril.


“ Adira jika ada kesempatan baik melalui handphone atau langsung aku sangat ingin bertemu suamimu ” ucap Derril saat Adira sudah berniat mengayuh sepedanya.


Jangan lupa hadiah dan vote untuk novel ini😄


Happy Reading 😘

__ADS_1


__ADS_2