Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
S2 HELENA NOAH


__ADS_3

Episode ini kurang aman dibaca sewaktu puasa, jadi untuk teman-teman yang sedang berpuasa lebih baik bacanya malam hari 😁


Noah benar-benar tak paham sebelumnya reaksi yang ditunjukkan Helena tak seburuk ini, dia juga tak bersikap kasar atau memaksa Helena berlebihan karena sedikit pun tak ada niat Noah ingin menyakiti Helena.


β€œ Jangan menangis lagi jika kau tak ingin melakukan hal itu aku tidak akan memaksa, berhentilah menangis ” ucap Noah menyesal tapi dia tetap tidak bisa mengekspresikan penyesalan itu diwajahnya.


β€œ Kau pasti merasa jijik denganku kan?! Arggh..tu-tubuh sial*n ini memang sangat kotor ” teriak Helena histeris.


β€œ Helena! ”


Noah segera menghentikan Helena yang memukuli dan mencakar tubuhnya sendiri.


β€œ Berhenti jangan menyakiti tubuhmu sendiri! Ada apa? Apa yang salah denganmu? ”


β€œ Hikss..jangan menyentuhku aku ini sangat kotor..menjijikkan hikss arghh benar-benar menjijikkan! ”


Noah terus menahan tangan Helena yang masih terus berusaha menyakiti dirinya sendiri, Noah benar-benar tidak paham apa yang terjadi. Tapi Helena masih menangis terisak-isak dan terus berontak, membuat Noah menarik tubuh Helena ke pelukannya.


β€œ Tenanglah Helena semua baik-baik saja, tidak ada yang perlu ditakuti aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu ” bisik Noah dalam, seperti sebuah matra yang memberikan kesadaran tubuh Helena langsung beringsut lemas di dalam pelukan Noah.


Helena juga tidak berusaha menyakiti dirinya sendiri lagi. Perlahan napas Helena juga mulai lebih tenang bersamaan dengan suara tangisan yang tidak terdengar lagi.


Noah membiarkan mereka berdua berdiam dalam posisi itu untuk beberapa lama dan tidak ingin Helena berada dalam kepanikan lagi.


Menggeser tubuh Helena dengan perlahan Noah berniat membaringkan wanita itu di kasur agar dia bisa tertidur tenang, Noah tidak ingin mengungkit hal-hal lain lagi malam itu dia hanya ingin membiarkan Helena tidur dengan tenang.


Gerak Noah segera berhenti dimana tubuhnya seakan dijalari perasaan marah, penasaran dan juga rasa kasihan yang tak bisa dia ungkapkan betapa besar semua emosi itu sekarang menguncangnya.

__ADS_1


Di posisi itu punggung Helena yang saat ini polos terkena pancaran dari lampu tidur yang tidak terlalu terang itu tapi sudah mampu menerangi dan membuat kedua bola mata Noah memicing marah melihat semua bekas luka yang ada di punggung itu.


Begitu mengenaskan hingga tanpa sadar tangan Noah bergerak dan meraba bekas luka itu.


Helena yang merasakan sentuhan pria itu langsung menegakkan wajahnya menatap Noah, tatapan yang bagi Noah sangat memilukan dimana saat itu Helena merasa sebagai wanita dia sudah gagal karena pria mana yang akan menyukai wanita dengan tubuh penuh bekas luka seperti dia.


Jelas raut wajah Noah yang menunjukkan kemarahan yang besar.


β€œ Kenapa dia menunjukkan ekspresi seakan dia marah ketika melihat bekas luka itu? Seharusnya sekarang yang dia tunjukkan adalah ekspresi jijik karena melihat betapa buruk rupanya aku ” , ucap Helena dalam hati begitu melihat wajah Noah.


β€œ Siapa yang melakukan ini? Tidak, siapa yang berani memberikan semua luka ini? ”


Baru kali ini Helena mendengar suara bergetar dari Noah.


β€œ Jangan terus melihatku atau kau akan semakin muak begitu melihat tubuh kotor ini ” guman Helena menundukkan kepalanya.


Apa yang di rasakan Noah saat melihat bekas luka Helena ada perasaan jijik? Tidak, sama sekali terbersit pikiran itu untuk Noah.


β€œ Mengapa aku harus merasa jijik? Apa menurutmu aku akan merasakan seperti itu karena melihat bekas lukamu? Tapi kau salah Helena aku sama sekali tidak merasakan hal itu yang ku rasakan saat ini adalah kemarahan yang begitu besar membuatku ingin membunuh orang yang sudah melakukan semua ini padamu ”


β€œ Kau tidak merasa jijik melihat tubuhku? Apa kau yakin dengan perkataanmu? ” ungkap Helena tak percaya.


β€œ Sedikit pun aku tidak merasakan hal itu ”


β€œ Kau bisa mengatakan hal itu karena kau belum melihat semua bekas luka mengerikan itu! ”


β€œ Kalau begitu perlihatkan padaku dan akan aku buktikan padamu kalau aku tidak merasa jijik padamu sedikit pun! ”

__ADS_1


Napas Helena terasa berat, dengan perlahan dia beringsut menjauh sedikit dari Noah. Tangannya bergerak menyalakan semua lampu di kamar itu membuat kamar yang tadinya hanya disinari cahaya lampu tidur yang redup menjadi bercahaya.


Helena membelakangi Noah menunjukkan punggungnya dan benar miris bekas sayatan dan beberapa bekas luka besar lainnya terlihat jelas di sana. Bahkan jika Helena sendiri ditanya benda apa yang melukainya dia tidak bisa membedakan yang mana luka yang karena pecahan botol, cambukan, sayatan pisau atau bahkan luka bekas potongan kayu yang dulu dipukul kan pada tubuhnya.


Walaupun tubuhnya bergetar hebat Helena, membuka sisa pakaian yang ada di tubuhnya. Membalikkan badannya menghadap Noah dan menunjukkan paha polosnya yang juga dipenuhi bekas luka, air mata perlahan berjatuhan di pipi Helena. Baginya bekas luka yang ada ditubuhnya bagaikan aib besar yang membuat dia merasa kotor.


Dan dia tahu tidak akan ada orang yang bisa tidak merasa jijik melihat bekas-bekas yang menyedihkan itu.


β€œ Sekarang apa kau masih bisa mengatakan tidak jijik? Tidak ada satu pun yang menarik dari tubuhku..se-semuanya hanya ada jejak kotor..hah sudah aku bilang ” Helena mengigit bibir bawahnya kuat menahan tangisannya begitu melihat tatapan Noah yang tajam ke arahnya dan sangat jelas keterkejutan yang terpancar di sana. Helena sudah menduga hal itu tapi melihat langsung ternyata lebih menyakitkan, hingga membuat dia harus berusaha sekuat tenaga menyembunyikan tangisannya.


Seakan sebuah kejutan aneh Noah menarik tubuh Helena kembali ke arahnya, mendekap kuat tubuh Helena dalam kukungannya sementara pria itu menciumi Helena seakan sedang meluapkan semua perasaan yang dia rasakan.


Begitu dalam hingga membuat Helena kesulitan bernafas, yang mengejutkan lagi bukan hanya karena Noah yang menciumi seluruh bagian wajahnya seakan tak ada puasnya. Tapi bagaimana juga pria itu mulai menjamah setiap bekas luka yang ada ditubuh Helena perlahan menciumi bekas luka itu satu persatu.


β€œ Noah...” lirih Helena begitu Noah berada di sela kakinya dan pria itu menurunkan kepalanya untuk menciumi paha Helena, memberikan sentuhan dan kecupan lembut di setiap bekas luka Helena seakan Noah tak peduli mau itu sebuah bekas luka atau tidak.


β€œ Noah..berhenti aku mohon..” tangis Helena kembali pecah dia menutupi wajahnya dengan kedua tangan, dia tidak ingin menaruh harapan atau pun harus menyaksikan Noah yang berusaha menghiburnya dengan semua kepalsuan dan juga keterpaksaan pria itu.


β€œ Kau tidak suka? Aku akan berhenti jika kau sendiri yang mengatakan hal itu ” ucap Noah begitu dia mensejajarkan posisinya dengan Helena.


Tapi Helena tak menjawab dia masih terus menangis.


β€œ Aku menyukai setiap inci dari tubuhmu tidak peduli mau itu bekas luka atau apapun. Karena kau adalah istriku jadi tidak ada alasan untukku untuk merasa jijik pada wanita yang sudah aku nikahi ” Noah menyingkirkan lembut tangan Helena yang menutupi wajahnya. Bisa Noah lihat mata sembab Helena yang banyak menangis.


β€œ Jadi jangan menganggap tubuhmu tak berharga sementara hanya tubuhmu yang bisa membuatku menggila ” ucapan terakhir Noah karena setelahnya dia tidak lagi bicara apa pun, dia hanya terus menciumi Helena bersamaan dengan melakukan kembali penyatuan itu.


Tanpa memulai perbincangan lain lagi, Noah hanya ingin menghabiskan malam panas itu bersama istrinya. Mengikis semua jarak diantara mereka dan menyalurkan semua perasaan tertahan.

__ADS_1


**Mohon Bantuannya untuk vote dan beri hadiah untuk novel ini teman-temanπŸ™πŸ»


Happy Reading 😘**


__ADS_2