
3 bulan berlalu tanpa terasa terlewati dengan bahagia, haru dan banyak suka duka oleh keluarga Brown. Hari-hari yang di isi dengan berbagai kenangan dan juga di jalani dengan berbagai kesibukan.
Seiring dengan waktu berlalu banyak juga perubahan yang terjadi. Noah yang menjalani hari-hari penuh kesibukan di bandingkan anggota keluarga lainnya karena dia yang sudah mendirikan perusahaan baru di bidang transportasi online, jalan yang sangat berbeda dengan perusahaan Daddynya yakni GC Grup yang adalah perusahaan di bidang fashion. Noah yang akan selalu mendampingi Zein untuk mengurus perusahaan fashion mereka ternyata memiliki ketertarikan lebih ke bidang jasa transportasi dan tentu saja niatnya itu mendapatkan dukungan penuh dari Zein meskipun bidang yang di tuju sangat berbeda dengan perusahaannya.
Aidan sedikit memberi kejutan saat mengumumkan ke keluarganya bahwa dia memilih jurusan teknik lingkungan di universitas. Bagaimana tidak sebelum-sebelumnya anak itu menunjukkan minat penuh terhadap teknologi mesin tapi tiba-tiba dia memilih teknik lingkungan. Aidan dengan simple menjawab kalau dia memilih teknik lingkungan karena ingin mencoba sesuatu di bidang yang baru. Untuk ketertarikannya terhadap teknologi sendiri dia akan tetap jalani karena baginya itu semacam hobi yang bisa dia lakukan sembari mendalami bidang lain. Begitulah Aidan akhirnya menjadi mahasiswa.
Untuk Nadia tujuannya sudah jelas sedari awal dia akhirnya mengambil jurusan seni sesuai cita-citanya. Yang berbeda dari sebelumnya adalah saat ini dia mulai berkecimpung dalam dunia modeling, Nadia yang hanya fokus sebagai artis musikal ternyata mendapatkan tawaran untuk menjadi model dari salah satu agensi besar di negara itu. Tanpa membuang kesempatan tentu saja Nadia menerima tawaran itu dan dengan bakatnya nama Nadia juga mulai terkenal sebagai model pendatang baru yang berbakat dan memiliki banyak penggemar.
Tidak berbeda dengan Lily yang juga sudah mulai bersekolah di SD, gadis kecil itu di masukkan ke sekolah dasar internasional seni tari terkenal di kota itu. Karena ternyata Lily memang menunjukkan banyak ketertarikan pada bidang tari. Adira yang menyarankan Lily agar di masukkan ke sekolah itu, bukan keputusan yang salah karena Lily sangat bahagia menjalani hari-hari nya di sekolah baru.
Dengan semua kasih sayang yang diberikan kepada si bungsu Ziel juga tumbuh menjadi bayi yang sekarang berusia tiga bulan. Kakak-kakaknya memanjakan dia dan selalu berebut untuk bermain dengannya. Siapapun tentu tidak bisa tahan dengan betapa imut dan lucunya bayi kecil itu. Matanya bulat besar berwarna kehijauan sama dengan warna mata Zein, kulitnya putih bersih persis seperti Adira. Ziel adalah perpaduan sempurna yang membuat dia berbeda dengan anak-anak Zein yang lain adalah warna kulit mereka, warna kulit Noah, Aidan, Nadia dan Lily putih khas orang Eropa sedangkan Ziel memiliki kulit putih khas orang Asia. Karena bagaimana pun mereka memang berbeda ibu.
~
~
~
Adira sudah merias wajahnya seadanya tanpa berniat untuk terlalu mencolok dan mengenakan dress berwarna vintage yang sederhana. Siang tadi Zein mengajaknya untuk ikut ke acara makan malam, mengikuti makan malam perusahaan sudah menjadi hal biasa bagi Adira karena dia terbiasa pergi sebagai pendamping Zein.
Setelah menyiapkan semua keperluan Ziel karena biasanya juga biar pun makan malam perusahaan Adira tidak tega meninggalkan bayi kecil itu. Dia mendorong stroller pelan agar tidak membangunkan Ziel yang sedang tidur di dalamnya.
“ Nona A tunggu sebentar ” cegat Nadia.
__ADS_1
“ Ada apa? ” respon Adira setelah Nadia yang mencegahnya begitu tiba-tiba.
“ Nona A akan pergi ke makan malam yang di bilang sama Daddy kan. Aku dapat pesan dari Daddy tadi kalau Ziel biar tinggal di rumah saja, aku yang akan menjaganya ”
Adira merasa sedikit aneh tumben sekali Zein menyuruh agar meninggalkan Ziel apalagi mengapa tidak mengatakan padanya langsung saja tentang hal itu. Karena itu Adira memeriksa pesan di ponselnya lagi siapa tahu dia yang memang melewatkan pesan dari Zein tapi ternyata dia tidak menerima pesan apa pun dari Zein.
“ Mas Zein kok gak bilang langsung saja tadi, juga kalau meninggalkan Ziel di rumah aku takut nanti dia rewel kasihan juga kamu padahal seharian ini jadwalmu padat sekali. Tidak masalah biar aku bawa Ziel saja ya ”
Nadia menggeleng keras.
“ Aku tidak capek sama sekali, serius Daddy bilang agar tadi Ziel biar di rumah saja ”
“ Apa jangan-jangan acara makan malamnya benar-benar formal ya ”
“ Benar mungkin itu makan malam penting makanya Daddy bilang agar Ziel di tinggal saja ” tukas Nadia mendapatkan ide baru.
Adira memutuskan untuk menelpon Zein. Sementara Nadia meremas jarinya kuat takut dia malah merusak rencana kalau begini.
“ Tapi Nona A bagaimana kalau ternyata Daddy sangat membutuhkan Nona A di acara itu? Lalu kalau Nona A memutuskan tidak datangkan tidak baik juga. Begini saja biar aku yang menjaga Ziel aku yakin Ziel pasti tidak rewel, dan kalau misalnya butuh sekali aku akan langsung menelpon kalian untuk pulang. Bagaimana? ”
Nadia menatap penuh harap agar Adira mau berubah pikiran dan menerima sarannya.
“ Benar juga..bisa saja nanti Mas Zein memang membutuhkan kehadiranku di sana. Kamu benar tidak masalah harus menjaga Ziel selama aku pergi? ”
__ADS_1
Tanpa ragu Nadia menjawab dengan cepat dan bersemangat, membuat Adira yakin untuk pergi tanpa bayi kecil itu.
“ Aku titip Ziel ya kalau nanti dia rewel ingat langsung telpon saja ” ucap Adira sebelum akhirnya dia masuk ke dalam mobil dan Nadia melambai untuk mengantar kepergiannya.
“ Yes! Tugasku selesai dengan baik ” seru Nadia begitu dia masuk ke dalam rumah. Dia menelpon Daddy nya untuk memberitahu Adira sudah berangkat.
Dengan senang Nadia membawa Ziel ke kamarnya dia akan menjaga adiknya itu dengan baik hingga rencana Daddynya juga dapat berjalan dengan baik.
~
~
~
“ Nyonya kita sudah sampai, mohon tunggu sebentar saya akan bukakan pintu ” ucap supir itu lalu segera keluar dan membukakan pintu untuk Adira.
“ Makasih Pak ” balas Adira lalu melanjutkan langkahnya memasuki restoran mewah di depannya, Adira sudah tahu lantai mana dan ruangan nomor berapa yang harus dia tuju karena Zein sudah memberitahu sebelumnya. Tapi sepertinya itu bukan hal yang perlu dia khawatir karena begitu dia masuk beberapa pelayan wanita restoran itu langsung menyambutnya dan mengantarkan dia ke ruangan itu.
“ Nyonya kita sudah tiba di ruangannya tetapi mohon maaf sebelumnya karena terjadi sedikit kesalahan kami mohon agar Nyonya mau menunggu sebentar di ruangan sebelah ” jelas seorang pelayan itu dengan sopan.
“ Itu tidak akan lamakan, takutnya dia sudah menungguku ” Adira berucap ragu karena mengapa tiba-tiba pelayan itu bilang ada kesalahan sedangkan mereka sudah berada tepat di depan ruangan itu. Walaupun ruangan itu memang terdengar sangat sunyi berbeda sekali jika memang di sana ada acara makan malam perusahaan maka tentunya akan terdengar sedikit suara dari sana.
“ Kami akan berusaha menyelesaikan nya dengan cepat Nyonya terima kasih atas pengertiannya ”
__ADS_1
“ Baiklah ” balas Adira mengikuti langkah pelayan yang mengantarkan dia ke ruangan sebelah.
Happy Reading 😘