Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
S2 Helena Noah


__ADS_3

Noah melangkah memasuki apartemen, tidak kesulitan mencari keberadaan istrinya karena sumber suara yang terdengar dari dapur menunjukkan bahwa Helena pasti berada di sana.


“ Sedang memasak ”


Helena seketika terkejut mendengar suara Noah yang tiba-tiba pria itu sudah ada dibelakangnya dengan jarak yang begitu dekat dan membuat Helena refleks menjauh.


“ Kau mengejutkanku ” ujar Helena pelan lalu segera memalingkan wajah dari Noah berpura-pura fokus pada panci di depannya.


“ Aku akan pergi membersihkan diri terlebih dahulu lalu kita akan pergi ke peternakan seperti yang aku bilang sebelumnya ”


Helena hanya mengangguk pelan sebagai jawaban untuk pria itu.


“ Urusannya begitu penting sampai dia bahkan pergi sebelum sempat mandi ” , pikir Helena, sementara Noah sudah berlalu pergi dari sana.


Tak berapa lama Noah kembali datang ke dapur dengan berpakaian santai tidak seperti style yang biasa dia gunakan ketika pergi ke perusahaan karena tujuan mereka kali ini adalah sebuah peternakan.


Helena tetap duduk di kursi meja makan itu tanpa menoleh sedikit pun pada Noah dan hanya fokus menyantap makanan yang ada di depannya.


Sebenarnya dia tak berniat dingin pada pria itu hanya saja kemarahan Helena karena Noah yang pergi tanpa berpamitan masih tersisa hingga akhirnya dia tak berminat untuk mengajak Noah bicara sedikit pun.


“ Nampaknya dia masih terganggu karena kejadian tadi malam ”


Noah malah menduga Helena bersikap seperti itu karena wanita itu masih tidak nyaman karena kejadian tadi malam yang terjadi antara mereka berdua.


“ Apa makanan itu begitu enak? ”


“ Apa? ” ungkap Helena terheran takut telinganya salah mendengar pertanyaan pria itu.


“ Kau nampak sangat menikmatinya karena itu aku bertanya ”


“ Bagiku ini enak ” jawab Helena singkat.


“ Aku tidak menawarkan padamu karena kau kan bilang tidak suka makan makanan rumah dan biasanya selalu makan di luar ” lanjut Helena setelah merasakan Noah yang terus menatapnya seolah Helena sudah melakukan hal jahat dengan tidak menawarkan makanan itu pada Noah sama sekali.


“ Tapi hari ini aku kan tidak pergi ke kantor karena kita akan pergi ke peternakan ” ucap Noah penuh arti.


“ Yang dia maksud dengan berkata seperti itu apa? Dia berharap aku menawarkan makanan padanya karena dia belum makan atau karena bagaimana. Nanti kalau aku tawarkan dia menolak karena tidak suka bikin kesal saja ”


“ Kalau begitu kau mau aku pesankan makanan? ” tanya Helena mengambil keputusan yang baik, karena kalau Noah memang suka makanan dari luar bukannya akan lebih baik tinggal pesan saja.

__ADS_1


“ Tidak ” jawab Noah cepat.


“ Lalu? Kau ingin makan apa kalau begitu? ”


Noah menarik piring Helena ke arahnya, Helena menatap Noah terkejut dan secara bersamaan bingung mengapa pria itu menarik piringnya.


“ Aku mau coba masakanmu saja ”


“ Apa?! ” seru Helena tak kalah terkejut.


“ Jangan bercanda nanti kau tidak suka sini kembalikan piringnya ”


Noah segera menghalangi Helena dan menyuapkan makanan itu ke mulutnya dengan sendok yang juga sudah digunakan Helena tadi.


“ Ternyata tidak seburuk dugaanku ” ujar Noah santai.


“ Tidak seburuk dugaanmu? Kau tidak sedang menilai masakanku kan, sudah sini kembalikan bikin kesal saja kalau tidak suka memangnya aku peduli. Kau tinggal pesan saja makanan yang kau suka ” gerutu Helena.


“ Aku bilang aku mau makan masakanmu ” Noah melanjutkan menyantap lagi makanan yang ada di piring itu, sebenarnya dia menyukai rasa makanan Helena yang terasa cocok untuk lidahnya.


Padahal sebelumnya memang Noah paling anti dengan masakan rumah, saat di mansion juga dia selalu di masakkan secara khusus oleh juru masak yang bekerja untuk keluarga Brown.


“ Aku akan mengambilkan peralatan makan yang baru untukmu kalau begitu sini kembalikan piring itu, tadi aku sudah menggunakannya ”


“ Memangnya itu masalah aku suka makan dari piring ini ”


Helena bergidik melihat smirk yang terukir di wajah Noah.


“ Ya sudah terserah ” Helena mengambil piring dan makanan baru untuknya, sembari dia menyantap makanan itu lagi.


Noah menahan rasa gemas yang dia rasakan saat melihat istrinya itu berekspresi kesal dan dingin padanya.


Selama ini orang-orang mengatakan dia pria yang sangat dingin dan kebanyakan orang tak terlalu berani menunjukkan ekspresi ketidaksukaan di depan Noah tapi tidak dengan Helena.


Berbeda sekali dengan orang lain, Helena berani membantah dan bersikap dingin pada Noah.


Helena ingin menanyakan kemana Noah pergi tadi tapi melihat Noah yang bahkan tak sempat membersihkan diri sepertinya memang urusan itu mendesak sehingga Noah akhirnya pergi tanpa memberitahu padanya terlebih dahulu, Helena mencoba memaklumi hal itu.


~

__ADS_1


~


~


Mata Helena takjub melihat hamparan rumput hijau yang luas dan juga beberapa bangunan kandang yang nampak luas. Peternakan itu jauh lebih besar dan luas dari peternakan Helena yang ada di desa dulu.


“ Benar aku bisa menggunakan peternakan ini? ” tanya Helena tak percaya.


“ Peternakan ini memang milikmu ”


Kebahagiaan langsung terpancar nyata diwajah Helena, dia bahkan tidak pernah memimpikan akan mampu memiliki peternakan sebesar ini.


“ Dalam waktu satu minggu sapi-sapi akan dipindahkan dari desa ke sini. Juga beberapa pekerja, sebagian merupakan pekerja yang bekerja dulu juga bekerja di peternakan mengajukan diri untuk tetap di pekerjakan olehmu dan beberapa lainnya pekerja yang baru direkrut ”


“ Kau bisa memilih mereka sendiri nanti, kalau memang ada yang tidak cocok sekarang peternakan ini sepenuhnya tanggung jawabmu ” jelas Noah.


“ Tapi tetap juga setelah peternakan berpindah maka aku juga harus menemukan pelanggan baru yang mau membeli susu di peternakanku. Jujur saja aku tidak terlalu mengenal tempat ini dan juga tidak punya kenalan yang bisa aku ajak kerja sama ” Helena nampak berpikir serius.


Noah senang mengamati ekspresi wajah Helena yang sedang serius dengan kerutan khas di kening wanita itu yang akan muncul jika dia sedang fokus pada suatu hal.


“ Aku akan mengajakmu menemui beberapa orang yang bisa di ajak kerja sama. Hanya saja untuk meyakinkan mereka aku serahkan hal itu padamu karena aku tidak tahu banyak tentang peternakan ”


“ Benarkah? Sungguh? ”


“ Iya ” Noah segera memalingkan wajahnya untuk menutupi senyum yang langsung terbentuk begitu dia melihat mata Helena yang membulat menatapnya penuh harap layaknya kelinci kecil.


“ Makasih Noah aku sangat bersyukur dengan begitu aku harap peternakanku bisa berjalan kembali setidaknya walaupun tidak selancar dulu tapi lama-kelamaan pasti akan lebih baik ”


“ Aku tidak memiliki keahlian dibidang lain yang bisa aku lakukan, selama ini aku hanya bertahan hidup dari peternakan. Untuk mencari pekerjaan dibidang lain bagiku sangat sulit ditambah aku bahkan tak menyelesaikan sekolahku ”


Noah mendengarkan Helena dengan serius, wanita yang bahkan masih belum menginjak usia 20 tahun itu tapi terdengar sangat dewasa.


“ Kalau boleh tahu kapan tepatnya kau berhenti sekolah? ”


“ Ah..itu aku hanya sempat bersekolah sampai kelas 2 SMA ”


“ Mengapa kau berhenti sekolah saat itu? Apa yang membuatmu harus memilih jalan itu? ” Noah ingin Helena menjawab pertanyaannya sehingga dia bisa sedikit demi sedikit tahu penyebab trauma pada istrinya itu.


**Mohon bantuannya untuk vote dan berikan hadiah untuk novel ini, Terima kasih banyak atas dukungan teman-teman 🙏🏻

__ADS_1


Happy Reading😘**


__ADS_2