Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
Ayah Yang Baik


__ADS_3

“ Tentu saja aku tidak ahli dalam segalanya. Melihat bayinya yang begitu kecil tubuhku langsung bergetar hebat ”


“ Aku mengerti ” ucap Adira tersenyum tulus mendengar Zein yang menjelaskan dengan serius.


“ Coba posisikan tangan Mas layaknya sedang mengendong aku ”


Sedikit ragu Zein mengikuti arahan Adira. Perlahan Adira mulai meletakkan bayinya dalam dekapan Zein.


“ Mas bisa pegang dari sisi ini, tahan dengan lembut seperti ini jangan terlalu merasa gugup. Coba tenangkan diri Mas, kalau masih belum yakin akan aku pegang juga dari sebelah sini ”


“ Huftt...” suara helaan napas Zein yang berat karena dia berusaha menenangkan diri.


“ Bagaimana Mas bisa kan, bayinya juga tidak akan terluka jadi jangan khawatir cukup Mas mengendong dengan tenang seperti ini ”


“ I-iya ini lebih baik ”


Adira mulai melepaskan pegangan nya perlahan, dan akhirnya Zein berhasil mengendong anak mereka.


Zein menatap anaknya yang tertidur pulas di dalam dekapannya.


“ Terima kasih banyak Dira, aku tidak bisa menjabarkan sebesar apa aku berterima kasih padamu. Terima kasih karena sudah memberikan aku kebahagiaan sebesar ini, sekalipun aku tidak pernah membayangkan akan mengendong bayi lagi. Terkadang aku takut apakah aku masih pantas untuk semua ini, tapi terima kasih banyak sudah memberikan aku kesempatan untuk menjadi untuk malaikat kecil ini ”


“ Mas...”


“ Ini bukan masalah layak atau tidaknya. Melainkan bagaimana kita menjalani semuanya. Kalau Mas merasa berterima kasih padaku, aku juga meminta agar Mas bisa menjadi ayah yang baik untuk anak kita ”


“ Aku akan berikan semua yang aku miliki untuk kebahagiaanmu dan anak kita Dira ”


Adira membalas dengan tersenyum karena dia tahu Zein mengucapkan itu dengan tulus.


~

__ADS_1


~


~


Helena sudah tiba di rumahnya dia melangkahkan kaki dengan tidak bersemangat memasuki rumah. Rumah itu kembali terasa sangat sunyi sama saat sebelum Adira pernah tinggal di sana bersama dengannya.


“ Tidak apa-apa Helena itu hanya perasaan hampa sesaat karena tiba-tiba berpisah dengan Adira. Setelah beberapa lama nanti perasaan itu akan hilang dengan sendirinya toh selama ini juga aku tinggal sendiri ” tukas Helena berbicara sendiri meyakinkan dirinya.


“ Pertama sepertinya aku harus berberes karena sudah lumayan lama juga tidak membersihkan seluruh rumah ”


Tanpa beristirahat sekali pun Helena terus membersihkan setiap sudut rumah tidak membiarkan setitik debu pun tertinggal di lantai dan di semua perabotan.


Sebenarnya itu adalah satu pelarian untuk Helena menenangkan diri, membersihkan seluruh rumah itu tanpa meninggalkan noda memberinya perasaan lega.


Tak terlewat dia juga membersihkan seluruh kamar yang pernah di tempati Adira.


“ Apa sebaiknya aku kirimkan juga pakaian bayi ini. Padahal dulu kami membelinya berharap bayinya memakai semua pakaian ini. Tapi karena Adira tidak tinggal di sini lagi otomatis semuanya jadi tidak terpakai. Kalau aku kirimkan kepada Adira juga sepertinya tidak berguna ”


Hanya saja Helena sedikit menyayangkan pakaian bayi yang sudah susah payah dia dan Adira pilihkan malah tak terpakai seperti ini.


“ Astaga apa yang salah denganku...ini bahkan belum lewat satu hari. Aku tidak boleh seperti ini kalau Adira tahu dia akan merasa terbebani dan bisa saja goyah dan memilih kembali ke sini untuk menemani aku. Wanita itu memang sangat baik, harusnya aku juga bisa intropeksi diri biar lebih baik lagi ” Helena merutuki dirinya sendiri karena dia sendiri yang sebenarnya meyakinkan Adira untuk kembali ke keluarga mantan suaminya. Tapi sekarang malah Helena yang ingin goyah karena merasa kesepian tidak ada Adira.


“ Aku akan bersihkan halaman sekalian agar semua bersih ” putus Helena lalu setelah mengambil semua peralatan bersih-bersih dia segera mengerjakan halaman rumahnya.


Mulai dari menyusun pot-pot bunga ke bentuk yang menurutnya lebih baik sampai menyiangi rumput-rumput yang tumbuh di sana.


“ Hei Helen dari mana saja kamu, akhir-akhir ini aku lihat rumahmu sering tutup ” .


“ Aduhh..kenapa harus sekarang sih aku malas sekali harus menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang bertujuan untuk mendapatkan gosip ” , batin Helena kesal melihat seorang wanita yang terkenal sangat kepo dan suka ikut campur dengan urusan orang lain. Wanita itu sudah cukup terkenal dengan sifatnya itu di desa.


“ Hanya berkunjung ke rumah saudara untuk beberapa hari ” jawab Helena dingin.

__ADS_1


“ Oh ternyata karena itu. Maklumlah kamu ini kan memang jarang sekali pergi dari rumah makanya aku merasa bingung tiba-tiba hampir seminggu lebih kamu tidak ada di rumah ”


“ Hmm begitulah ”


“ Apa wanita masih belum puas? Sampai kapan dia akan terus mengusikku ”


“ Adira ada di dalam ya sudah lama aku tidak melihatnya rasanya ingin sekali menyapa. Apa dia juga ikut ke rumah keluargamu ”


“ Adira tidak ada di sini aku akan sampaikan salammu nanti ”


“ Loh? Adira pergi kemana? Apa mungkin dia sudah melahirkan? Dia melahirkan di kota ya karena dokter Derrill yang sudah di penjara. Jadi dia tidak bisa melahirkan di desa, kamu sudah tahukan dokter Derrill di penjara karena ketahuan menculik seorang wanita. Aku tidak menyangka dia ternyata orang jahat aku kasih tahu karena kalian kan pernah dekat dengan dokter itu ”


“ Menculik wanita? Apa kalian tahu siapa yang dia culik? ” Helena berbalik menggali informasi dari wanita itu karena dia ingin tahu rumor apa yang tersebar di desa tentang penculikan yang dilakukan Derrill.


“ Oh kalau itu aku pun tidak tahu semua penduduk desa juga tidak tahu, tapi katanya wanita yang di culik itu berasal dari kota makanya tak ada yang kenal. Mengerikan sekalikan perbuatan dokter itu ”


“ Ternyata mereka menanganinya dengan baik. Selama nama Adira tidak dikaitkan dengan rumor penculikan itu tidak masalah mau orang-orang mengutuki dokter sial*n itu sesuka mereka. Aku juga sangat menyesal pernah tertipu dengan sikap palsu yang dia tunjukkan hampir saja karena kegilaannya Adira kenapa-kenapa ”


“ Yang penting dia sudah mendapatkan hukuman yang layak ” balas Helena.


“ Iya kan, tapi Helena apa benar Adira sudah melahirkan? Suaminya pulang kan masa tidak pulang biar pun bekerja di luar negeri tapi istrinya melahirkan harusnya dia sudah bersiap untuk pulang ”


“ Waduh tidak kenal menyerah wanita ini ”


“ Yah begitulah terima kasih untuk perhatianmu. Walaupun tidak perlu sekarang aku sedang sibuk mengurusi tanamanku. Jadi akhiri perbincangan ini sampai sini saja ya ” Helena segera membalikkan tubuh membelakangi wanita itu seolah tak mempedulikan keberadaannya di sana.


“ Cih..wanita itu masih sama kurang ajarnya ”


Helena bisa mendengar jelas wanita itu berdecak tapi dia memilih tak acuh dengan begitu benar saja wanita itu akhirnya pergi.


Happy Reading 😘

__ADS_1


__ADS_2