
Noah dengan keras mendorong Helena menjauh darinya.
“ Akh..ja-jangan tinggalkan aku..aku mohon bantu aku rasanya sangat panas..” racau Helena, membuat dahi Noah mengeryit dan dia mulai menangkap alasan mengapa wanita itu jadi seperti itu.
“ Benar-benar gila ” rutuk Noah kesal.
Helena terus meraba-raba sekitarnya bergerak gelisah karena itu dia melepas tas tangannya dari tubuhnya kasar. Membuat isi tas itu berserakan di atas kasur tangannya yang tak tinggal diam membuat ponsel Nadia terbuka tanpa tahu apa pun, jarinya menekan aplikasi insta.gram di ponsel itu dan memulai siaran langsung.
Setelahnya tak lama ponsel itu malah terjatuh dari atas kasur dan tergelatak begitu saja di atas lantai.
“ Berhentilah membuat kegaduhan ” Noah memijat pelipisnya merasa kepalanya berdenyut melihat kondisi wanita itu. Sementara Helena terus menjatuhkan barang-barangnya yang lain dari atas kasur itu.
“ Sepertinya aku harus mencari cara lain untuk membuat mu diam ” Noah mendekat ke arah kasur bermaksud menjauhkan barang-barang itu dari Helena agar wanita itu tidak terus menjatuhkannya ke sembarang tempat.
Helena beranjak lemah dari kasur lalu berhambur memeluk Noah, tapi kali ini Noah bergerak cepat hingga Helena tidak sempat menciumnya Noah bisa langsung menghindar.
“ Rasanya terbakar....ci-cium aku..”
Noah bergidik ngeri melihat tatapan sayu Helena.
“ Jika kau tersadar kau akan sangat menyesali malam ini aku jamin ”
Tapi itu tidak dihiraukan oleh Helena dia terus bergelantungan di tubuh Noah, sembari menelusupkan wajahnya ke ceruk leher Noah merasa jika tubuhnya lebih tenang jika bersentuhan dengan pria itu.
Noah terus berusaha menjauhkan Helena, tapi lama kelamaan dia juga merasakan desir aneh di tubuhnya. Seakan tubuhnya juga semakin memanas dan dia mulai menginginkan wanita itu.
Berulang kali dia menyadarkan dirinya tapi seperti Helena yang begitu menggila dihadapannya tiba-tiba tubuhnya juga seakan merespon hal itu dengan sangat gila juga.
“ Apa karena tadi wanita ini menciumku? Jadi pengaruh obat itu juga terasa olehku. Tapi memangnya sekuat apa obat itu sampai aku bahkan merasa segila ini..”
__ADS_1
“ Aku tidak tahan lagi..a-aku mohon Noah..” Helena masih terus berusaha untuk mencium Noah.
“ Menjauhlah selagi aku masih bisa menahan diri, kalau tidak kita akan sama-sama menyesali hal ini ”
Kata-kata larangan yang keluar dari mulut Noah seakan kata perintah sebaliknya bagi Helena, dia malah semakin berani membuka satu persatu kancing kemeja Noah lalu tangannya dengan mulus bergerak meraba tubuh berotot pria itu.
“ Hah ” napas berat Noah yang tertahan menunjukkan seberapa tersiksanya juga dirinya karena perbuatan Helena.
“ Aku tidak akan berbuat baik lagi ” desis Noah dengan rasa kekesalan dan has.rat yang bersatu sembari dia menangkup wajah Helena dengan kedua tangannya dan mencium wanita itu.
Ciuman yang membuat keduanya kehabisan napas seolah masing-masing tidak ada yang mau mengalah dan saling membalas dengan intens juga.
Perlahan ciuman Noah mulai menurun ke ceruk leher Helena tanpa ada niat menjauh sama sekali Helena merasa tubuhnya menjadi lebih baik setelah menerima tindakan Noah. Noah semakin mendorong tubuh Helena mundur ke arah ranjang.
P**rang!!
Suara pecahan yang terdengar sedikit keras setelah tanpa sengaja Noah menginjak sebuah benda pipih.
Has.rat yang semakin memuncak antara kedua orang itu membuat mereka tidak memikirkan atau sempat peduli dengan apa yang terjadi selanjutnya. Mereka hanya sibuk mencari pelepa.san dari sesuatu yang terasa menyiksa itu.
Tubuh Helena sekarang benar-benar sudah berada dibawah kukungan Noah yang membuat tubuh mungilnya itu nampak tenggelam di dalam kegagahan pria itu.
Dengan ciuman yang terus bergerak disetiap tempat yang bisa Noah lihat tangannya juga bergerak sangat lihai membuat wanita itu dalam sekejap sudah polos di hadapannya.
Gerakan malu-malu yang muncul sedikit dengan rasa kesadaran yang masih tersisa Helena menutupi buah da.danya kikuk. Hal itu malah semakin membangkitkan sesuatu di dalam diri Noah membuat dia ingin cepat memangsa wanita yang nampak bergerak menggodanya.
Noah menggenggam lembut tangan Helena menyingkirkan tangan yang mencoba menutupi keindahan di depan matanya itu.
“ Ahh..uhmm”
__ADS_1
Racau.an yang keluar mulus dari mulut Helena begitu pria itu layaknya seorang bayi yang kehausan di atas tubuhnya. Noah yang seakan tidak ada puasnya menge.cupi seluruh tubuh Helena sampai dia mengobrak-abrik inti Helena dengan lidahnya. Membuat Helena seakan melayang di udara.
Noah menaikkan tubuhnya sejajar dengan Helena melihat manik mata Helena yang nampak sangat mendambakannya. Dengan cepat Noah menanggalkan semua pakaian yang tersisa di tubuhnya dia juga sudah tidak sanggup menahan lebih lama lagi.
Dia kembali menciumi wanita itu sampai Helena sendiri tak bisa fokus dengan semua tindakan Noah di tubuhnya pria itu menciumi dia dengan sangat dalam tapi tangannya tidak tinggal diam bergerak bebas di atas tubuh Helena.
Sampai merasakan satu dorongan kuat yang diterimanya, memberikan rasa sakit yang luar biasa hingga matanya membulat sempurna dengan air mata yang menggenang.
“ Hufft..”
Hembusan napas berat Noah menyapu wajah Helena, Noah menatap Helena membelai lembut pipi wanita itu meyakinkan bahwa semuanya baik-baik saja.
Dan tentu saja itu baru awal mereka belum sampai pada bagian puncak.
Rasa sakit itu menjalar di tubuhnya tapi Helena bahkan tak ingin Noah menjauh darinya karena itu dia memeluk erat punggung pria itu posesif tak ingin Noah menjauh dan malah membuatnya tersiksa seperti sebelumnya.
Noah yang menerima pelukan itu seakan mendapat sebuah isyarat bahwa Helena tidak menolak dirinya. Membuatnya dengan percaya diri mulai menggerakkan pinggulnya memberikan henta.kan-henta.kan yang membuat Helena meneriakkan namanya.
Begitu hebat hingga rasanya tidak ingin berhenti Noah mengaitkan kaki Helena ke pinggangnya mengubah posisi mereka hingga dia semakin bebas menyatukan dirinya dengan Helena.
Setelah beberapa kali pelepa.san perlahan tubuh Helena melemah napasnya masih memburu dengan Noah yang masih menguasai tubuhnya, keringat yang mengalir dari tubuh mereka menyatu.
“ Hentikan..” lirih Helena menaruh tangannya di dada Noah berniat menyuruh pria itu menjauh.
Noah menggenggam tangan Helena dan menarik menyilang ke atas kepala Helena. Membuat wanita itu mau tak mau membusungkan da.da hingga benda kenyal itu kembali bersentuhan dengan tubuh Noah dan membuat darahnya kembali berdesir.
“ Tidak boleh seperti ini, kita hanya akan berhenti jika aku yang memintanya karena sejak awal kau yang memancing semua ini ” ucap Noah dalam lalu kembali mencium Helena dan menyatukan tubuh mereka lagi dan lagi sampai dia benar-benar puas dan dengan eran.gan panjang melakukan pelepa.san terhebatnya.
Helena sudah tertidur bahkan saat Noah masih melakukannya karena dia tidak sanggup menghadapi pria itu sementara tubuhnya lelah dan juga terguncang. Noah merebahkan tubuhnya di samping Helena dengan napas yang perlahan mulai bergerak normal dan akhirnya dia juga tertidur.
__ADS_1
Happy Reading😘