
Setelah perbincangan panjang itu, Helena mengemasi barang-barang yang sebelumnya dia bawa. Walaupun semua anggota keluarga Brown menghalangi dia untuk pulang ke desa namun dia tetap dengan keputusannya.
“ Kalau kamu tidak mau Noah yang mengantarkanmu, biar aku yang pergi ya Helen ” pinta Adira lagi.
Helena menggeleng pelan.
“ Aku benar-benar butuh waktu sendiri untuk saat ini...aku baik-baik saja jangan khawatir. Kalau begitu aku pergi dulu ” Helena masuk ke dalam taksi itu tanpa melihat ke belakang lagi dia meminta agar supir segera berangkat.
Bahkan sampai akhir dia tidak berbicara dengan anggota keluarga Brown selain Adira, dia belum siap untuk bertindak seperti tidak ada yang terjadi.
Dia juga tidak peduli dengan reaksi marah yang ditunjukkan Noah.
Selama dalam perjalanan menuju stasiun kereta api dia banyak melamun memikirkan bagaimana nasibnya nanti, bagaimana juga jika sesuai yang dikatakan Noah dia malah mengandung anak pria itu. Begitu banyak yang dia khawatirkan hingga bahkan ketika sudah tiba di stasiun dia hanya melangkah lambat berniat membeli tiket keberangkatannya.
Setelah mengatakan tujuannya kepada petugas Helena menunggu sebentar. Sedikit demi sedikit dia mulai menyadari tatapan orang-orang seolah sedang mengidentifikasi dirinya mulai dari atas sampai bawah. Rasa takut dan gelisah mulai menggerogoti Helena seperti hal yang paling dia takuti orang-orang mengenali dia sebagai wanita dalam video itu.
“ Permisi Bu ini tiketnya ”
“ Maaf Bu ini tiketnya ” petugas itu kembali memanggil Helena dengan kuat.
“ Ah..i-iya maaf ” kejut Helena sembari dia mengambil tiket itu dan mempercepat langkahnya meninggalkan antrian itu.
*
*Wajah wanita itu familiar ya, aku sepertinya pernah melihatnya
Benarkah? Aku tidak terlalu memperhatikan tapi dia memang nampak seperti wanita yang sedang heboh sekarang
Oh iya video ciuman itu
Benar*!
*
__ADS_1
Helena mempercepat langkahnya hampir seperti berlari mendengar dua orang yang itu membicarakan dirinya.
“ Akh!! ” Helena terjatuh tanpa sadar telah menabrak seorang pria di depannya.
“ Apa Anda baik-baik saja? ” pria itu hendak menolong Helena, namun dengan sigap Helena segera berdiri dan berlari tanpa menghiraukan reaksi pria itu.
Pria itu terkejut dan bingung melihat Helena langsung lari, padahal yang menabraknya duluan adalah wanita itu sementara dia juga tidak bermaksud buruk.
Setiap Helena melangkah ketika dia melihat orang-orang bicara yang ada dalam pikirannya adalah orang-orang itu sedang menatap dan membicarakan dirinya.
Dia ingin lari dan bersembunyi dari kerumunan itu, karena itu dia membeli masker dan topi menutupi wajahnya agar tak ada yang mengenali dia lagi.
Helena masuk ke dalam kereta, duduk di sudut yang jauh dari orang-orang. Dia menggenggam erat tas yang ada ditangannya, hanya dia sendiri yang mengalami serangan panik didalam kereta itu membuat keringat membasahi tubuhnya sementara tangannya sedingin es.
Perjalanan yang memakan waktu hampir satu jam itu benar-benar siksaan untuknya. Begitu tiba di stasiun desanya. Helena bergegas mencari kendaraan yang bisa mengantarkan dia sampai ke rumahnya.
Dia benar-benar ingin segera berada di rumahnya jauh dari kerumunan.
“ Terima kasih Pak ” ucap Helena cepat begitu dia memberikan ongkos kepada kusir delman yang mengantarnya ke rumah.
Helena terduduk lemas napasnya yang tadi memburu sekarang mulai normal lagi, dia melepas topi dan masker yang menutupi wajahnya.
“ Ini berbeda dengan di kota tidak akan ada yang tahu masalah video itu disini, lalu setelah beberapa saat orang-orang akan melupakan hal itu seperti biasanya. Yang perlu ku lakukan cukup menunggu sampai semuanya tenang semua pasti akan kembali normal ” Helena berulang kali mengucapkan kata-kata penyemangat untuk dirinya sendiri.
Belum ada beberapa menit Helena bahkan seperti tidak berniat memberi tubuhnya istirahat untuk sejenak saja, dia langsung mengambil peralatan bersih-bersih. Lalu seolah gila akan kebersihan dia menyapu seluruh rumahnya, mengepel lantai berulang kali, menyeka semua perabot yang bahkan sudah tak ada jejak debu sama sekali.
Dia melakukan hal itu terus-menerus meskipun bagian itu baru saja dia bersihkan. Seperti kebanyakan orang yang menderita tekanan mental, Helena juga memiliki efek samping dari rasa tertekan dan trauma yang sebelumnya dia miliki. Ketika dia merasakan trauma itu kembali maka Helena akan melihat semua yang disekitarnya begitu kotor karena itu dia tidak bisa menahan diri untuk tidak membersihkan semua itu.
Yang tentu jelas itu adalah pelarian dari bentuk menyalahkan diri sendiri yang dia miliki.
~
~
__ADS_1
~
Beberapa hari berlalu hari itu Helena memutuskan untuk keluar rumah dan memeriksa pekerjaan di peternakan miliknya.
Dia mengenakan pakaian kerja yang biasa dia gunakan dengan sebuah topi jerami lebar. Peternakan itu tidak terlalu jauh dari rumahnya hanya butuh waktu sekitar 20 menit untuk tiba jika dia berjalan kaki.
Setelah tiba di peternakan Helena bisa melihat sapi-sapi yang sedang dibiarkan memakan rumput di luar kandang, peternakan itu nampak seperti biasa.
Dia memutuskan masuk ke tempat pemerahan susu tempat biasa para pekerja peternakan itu berkumpul diwaktu itu untuk memerah susu.
“ Pagi semuanya ” sapa Helena, dia bisa melihat reaksi terkejut yang ditunjukkan para pekerja itu.
Walaupun hanya peternakan yang tidak terlalu besar, Helena sudah mampu mempekerjakan 10 orang pekerja yang dimana 5 orang wanita yang bertugas memerah susu, dan 5 orang pria untuk merawat dan melakukan pengantaran susu ke rumah-rumah warga.
“ Apa semuanya baik-baik saja? ” tanya Helena berusaha bersikap biasa saja menyembunyikan Kegugupannya.
Para pekerja itu nampak menunduk lesu seolah satu pun dari mereka tak ada yang sanggup menjawab.
Helena berjalan mendekat, betapa terkejutnya dia melihat tumpukan susu didalam tong dan juga botol-botol yang biasanya tidak pernah sampai menumpuk sebanyak itu.
“ Mengapa bisa produknya jadi menumpuk seperti ini? Apa ada masalah dengan kualitas susunya? ”
“ Bu-bukan Bos tapi susu-susu itu tidak laku. Semua langganan kita tidak mau membeli susu ke peternakan kita lagi, saat pengantaran pun semua botol-botol susu di kembalikan begitu saja Bos ”
Tubuh Helena gemetar mendengar itu, bagaimana mungkin itu terjadi? Tidak pernah di ingatnya selama dia mulai mendirikan peternakan itu susu yang di produksi tidak laku. Selalunya dia bahkan sampai harus kesulitan untuk memenuhi target pesanan orang-orang tapi sekarang tiba-tiba tidak ada yang mau membeli susu di peternakan itu lagi.
“ Dikembalikan? Mengapa susu-susu itu dikembalikan? Bukannya selama ini baik-baik saja kita bahkan tidak pernah mengalami ini sebelumnya ”
“ Lihat semua tong-tong ini berisi susu, juga botol-botol ini semua..apa yang salah? ” ucap Helena frustasi membayangkan berapa banyak kerugian yang sudah dia alami peternakan.
“ Di seluruh desa menyebar..rumor yang mengatakan kalau Bos sudah berbuat yang tidak baik..begitu juga dengan video itu Bos ”
Helena hampir terhuyung untuk saja dia berpegang pada pembatas kandang, kalau tidak tubuhnya pasti sudah tumbang.
__ADS_1
“ A-apa? ”
Happy Reading😘