Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
S2 Helena Noah


__ADS_3

Napas Helena terdengar berhembus teratur saat itu dia sudah terlelap tidur. Noah masih terjaga terus menatap dalam wajah Helena mencoba menelisik lebih dalam banyak fakta yang sama sekali belum dia ketahui tentang istrinya itu.


Sekarang keadaan Helena sudah lebih tenang tapi Noah tidak yakin apakah saat terbangun nanti wanita itu akan baik-baik saja, akan jadi masalahkah nanti jika Noah menanyakan pelaku yang sudah membuat Helena mengalami semua trauma itu.


Noah di penuhi pikiran tentang hal itu, dia tidak bisa tenang sedikit pun kemarahan ketika membayangkan seberapa menderitanya istrinya karena kekerasan yang dilakukan orang itu membuatnya sangat marah.


Sangat ingin memberikan pembalasan dendam yang pantas pada pelaku kejahatan itu.


“ Apa kau akan baik-baik saja jika aku ingatkan kembali tentang luka yang selama ini kau pendam? ” guman Noah pelan.


~


~


Pagi datang menyingsing Helena bangun dengan perasaan letih dan juga nyeri yang aneh di sekujur tubuhnya, lalu tak berapa lama dia sadar saat ini dia polos tanpa sehelai benang pun ditubuhnya begitu juga dengan suaminya yang kini berbaring di sampingnya.


Kembali tersadar akan fakta bahwa mereka kembali mengulang kejadian malam pertama mereka waktu itu, mengingat kembali malam yang telah mereka lalui membuat pipi Helena dihiasi semburat merah mudah beriringan dengan perasaan malu membayangkan betapa gagahnya suaminya tadi malam.


“ Aku pasti sudah mulai gila...bagaimana mungkin aku sekarang malah merasa senang karena dia mau melakukannya denganku ”


Helena beranjak pelan memungut jubah tidurnya dan kembali mengenakan jubah tidur itu, meskipun ini bukan yang pertama tapi Helena masih merasakan sakit dan kurang nyaman ditubuhnya. Terutama pinggangnya yang terasa begitu nyeri dan kram, akhirnya dia hanya bisa melangkah tertatih-tatih menuju kamar mandi.


Noah yang sedari tadi sudah bangun dan mengintip kegiatan yang dilakukan Helena sembari pura-pura tidur itu tersenyum simpul, dimana saat dia melihat istrinya yang berjalan sambil memegangi pinggang itu membuatnya bangga karena itu hasil perbuatannya semalam.


“ Jika begini rasanya aku ingin terus berpura-pura tidur ” guman Noah, tapi dia tetap terpaksa harus bangun begitu ponselnya yang diletakkan di meja sebelah ranjang itu berdering.


Noah melihat nama sekretarisnya yang tertulis di layar ponselnya.


“ Ada apa? ” tanya Noah datar seperti biasa.


“ Pak..hiksss..aku mohon tolong aku kalau tidak aku bisa mati sekarang...”


“ Apa? ”


“ Arghh..tolong aku Pak pria ini akan membunuhku..” Bella merintih-rintih meminta tolong pada Noah.

__ADS_1


“ Sekarang kau ada dimana? ”


“ Di pekarangan sekitar apartemen tempat tinggal kami..sa-saat ini aku sedang bersembunyi jika dia menemukanku dia pasti akan membunuhku ”


Noah mengepal tangannya kuat mendengar suara bergetar Bella, dia tidak tega mengabaikan wanita yang terdengar frustasi itu.


“ Tetaplah sembunyi aku akan segera ke sana ” Noah segera menutup panggilan itu, mengenakan pakaiannya cepat. Sebelum keluar dari kamar dia menatap pintu kamar mandi terbersit niat untuk memberitahu pada istrinya terlebih dahulu jika dia harus pergi.


Tapi Noah mengurungkan niatnya karena tak ingin menganggu Helena.


~


~


Helena keluar dari kamar mandi masih menggunakan jubah mandi dan handuk yang dililitkan di kepala.


Melihat kamar mereka yang sudah kosong dan tak melihat suaminya berada di sana membuat Helena bertanya-tanya mengapa pria yang tadi dia tinggalkan sedang tidur itu langsung pergi begitu saja.


Bahkan tak meninggalkan pesan atau memberitahu Helena dia pergi kemana.


Helena mengenggam ponselnya erat keinginan untuk menelpon dan menanyakan Noah ada dimana saat itu begitu besar tapi dia tak sanggup untuk menelpon Noah, dia takut nantinya jika Noah akan marah karena dia yang menganggu kegiatan yang sedang dilakukan Noah.


“ Kemarin dia juga menjanjikan akan melihat peternakan denganku hari ini tapi kenapa dia pergi begitu saja..”


Helena tak bisa menyembunyikan kekecewaan yang dia rasakan hingga membuat dia kehilangan semangat dengan perasaan ditinggalkan oleh seseorang yang berharga untuknya kembali menghantui dia.


~


~


“ Kemarikan tanganmu ” perintah Noah, Bella menjulurkan tangannya yang masih mengeluarkan darah itu kepada Noah.


Tanpa memandang wanita itu Noah melilitkan perban itu setelah menuangkan obat dan membalut luka wanita itu.


“ Helena juga pasti berdarah seperti ini waktu mendapatkan luka itu, siapa yang membantunya membalut lukanya? Pasti dia merasakan kesakitan yang lebih dari ini ”

__ADS_1


Bella tersenyum puas melihat Noah yang serius mengobatinya, tanpa dia tahu bahwa Noah sama sekali tak fokus padanya tapi yang ada dipikiran pria itu adalah istrinya.


Noah hanya terus terbayang dengan bekas-bekas luka Helena ketika mengobati Helena.


“ Terima kasih Pak ” ucap Bella.


“ Bukannya sudah aku katakan padamu berulang kali jika kekerasan itu tetap berlangsung kau harus melaporkan ke polisi atau lain kali akan terjadi hal yang lebih buruk dari ini ” Noah berucap dingin perasaan kesal yang tidak bisa dia tutupi.


Bella menggelengkan kepalanya.


“ Kau tetap tidak mau keluar dari lingkaran setan ini ” cerca Noah tak habis pikir, sementara saat itu wajah Bella sudah penuh dengan memar bekas pukulan dan sudut bibirnya yang berdarah.


Juga tangannya yang terluka parah.


“ Aku tidak bisa melakukan itu Pak, bagaimana pun dia sudah berjasa besar dalam hidupku ”


Mendengar jawaban yang sama dari wanita itu setelah berulang kali kejadian seperti hari ini terjadi membuat Noah pada akhirnya muak.


“ Kau tidak usah masuk kantor sampai lukamu sembuh ” Noah beranjak dari kursi itu ingin dia dengan tegas mengatakan pada wanita itu jika kejadian seperti itu terjadi lagi agar Bella tidak menghubunginya untuk meminta bantuan tapi kepada orang lain.


Namun rasa kemanusiaan Noah membuat dia tidak tega mengatakan hal itu dan hanya beranjak pergi meninggalkan wanita itu sendiri.


Bella memandang Noah dengan senyuman puas sembari memandangi tangannya yang tadi di perban oleh Noah, baginya walaupun luka itu menyakitkan tapi hatinya sangat bahagia mendapat perhatikan dan perlakuan lembut dari Noah.


Bahkan jika harus mengalami luka-luka itu tak masalah baginya asal Noah akan selalu datang untuk membantunya seperti hari ini.


Sementara Noah hanya dengan tulus membantu dia tanpa tahu niat tersembunyi dan perasaan gila yang dimiliki wanita itu padanya.


Noah menjalankan mobilnya menembus jalanan saat ini dia ingin segera kembali ke apartemen dan bertemu dengan istrinya, dia sangat ingin memeluk Helena dan mengatakan lagi pada wanita itu kalau dia tidak akan membiarkan siapa pun melukai Helena.


Tidak akan dibiarkan kejadian kekerasan yang pernah Helena alami terulang lagi.


**Mohon bantuannya untuk vote dan berikan hadiah untuk novel ini teman-teman 🙏🏻


Happy Reading😘**

__ADS_1


__ADS_2