Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
S2 Helena Noah


__ADS_3

Helena tiba di rumah, setelah menyusun barang belanjaannya tadi dia kemudian lanjut memasak.


“ Itu suara bel yang bunyi? Kalau itu Noah dia kan tidak perlu harus menekan bel ” guman Helena begitu dia hampir menyelesaikan masakannya namun tiba-tiba bel pintu berbunyi. Memastikan lagi dia tidak salah dengar akhirnya Helena mencuci tangannya hendak segera melihat siapa yang datang.


Begitu dia melihat kamera pintu, akhirnya dia membukakan pintu untuk menyambut tamu yang kedatangannya tak di duga sama sekali oleh Helena.


“ Hi Nona Helena ”


“ Ada apa Aidan? ” tanya Helena begitu terdiam sesaat melihat kedatangan adik suaminya itu.


“ Aku datang untuk bertamu, kalian tidak mungkin tak menerima niat seseorang yang ingin berkunjungkan ”


“ Masuklah tapi Noah sedang tidak di rumah ” ujar Helena tahu bahwa ditolak pun Aidan bukan tipikal orang yang mudah menyerah.


“ Terima kasih Nona Helena ” Aidan masuk dan langsung duduk mengikuti Helena di dapur tanpa nampak canggung sama sekali.


“ Eh..kenapa malah duduk di sini, pergilah duduk di sofa sana ” tegur Helena.


“ Aku menganggunya kalau duduk di sini ”


“ Bukan masalahnya aku sedang memasak nanti kau malah terganggu lagi ”


“ Ya ampun santai saja Nona Helena aku ini juga suka masak, bahkan akhir-akhir ini aku sudah lulus dari les memasakku ” Aidan membanggakan diri.


“ Terserah mu saja kalau begitu, tapi jujur saja sebenarnya mengapa tiba-tiba kamu datang? ”


“ Baiklah aku juga tak mau berbohong sebenarnya sekarang aku sedang jadi mata-mata ”


“ Mata-mata? ” tanya Helena heran.


“ Iya kalian berdua langsung memutuskan tinggal berdua begitu menikah, tentu saja Mama sangat khawatir. Kalian tidak tahu saja tiap hari Mama selalu risau bahkan selalu ingin datang menemui kalian. Tapi karena Daddy melarang akhirnya Mama menahan diri ”


“ Kenapa begitu padahal aku sudah bilang pada Adira untuk tidak mengkhawatirkan hal yang tidak perlu ”


“ Tetap saja bagaimana Mama tidak khawatir kalau kalian memang sama sekali tidak pernah berkomunikasi atau berkunjung ke mansion lagi. Kalian ini benar-benar kejam makanya cobalah sempat kan waktu datang berkunjung ke mansion ”


“ Mama tidak di izinkan Daddy untuk datang kemari karena waktu itu kan kalian bilang butuh waktu, sebab itu juga aku datang ke sini jadi mata-mata Mama untuk memastikan keadaan kalian ” lanjut Aidan.


“ Aku akan membicarakannya dengan Noah ”


“ Baguslah aku juga sempat khawatir, tapi ternyata kalian nampak baik-baik saja. Kak Noah juga memperlakukan Nona Helena dengan baik kan? ”


Helena menganggukkan kepalanya.


“ Ini karena kau juga sudah datang ikutlah makan denganku ”

__ADS_1


“ Eh tapi aku sudah makan tadi sebelum ke sini ” tolak Aidan.


“ Pokoknya makan saja, atau kau mau aku menyuruhmu pulang sekarang juga ”


“ Ini termasuk pemaksaan ”


“ Oh jadi kau mau langsung pergi? ”


“ Tidak-tidak, ya ampun sifatnya masih sama ”


sedikit berdumel tapi akhirnya Aidan memakan makanan yang disiapkan Helena untuknya.


Mereka berdua menikmati makanan itu dalam diam, Apalagi Helena yang memang dalam keadaan lapar tidak terlampau menghiraukan Aidan.


“ Seingatku aku tidak mengundang siapa pun datang kemari ” ucap Noah yang tiba-tiba muncul.


Helena membulatkan matanya terkejut melihat kehadiran Noah yang bahkan tak dia sadari.


“ Tapi aku bukan tamu kakak aku tamu Nona Helena ” bela Aidan tahu perkataan Noah tadi menyindirnya.


Noah memandang Helena seolah bertanya apa benar dia yang mengundang adiknya itu, tapi Helena mengedikkan bahu pertanda bukan dia yang mengundang Aidan.


“ Kenapa kau datang? Kalau tidak ada urusan harusnya segera pulang ”


Aidan geleng-geleng kepala mendengar ucapan kakaknya itu.


“ Duduklah, sebentar aku akan buatkan teh untukmu ”


Sebelum Helena sempat berdiri Noah sudah menahannya untuk tetap duduk.


“ Tidak perlu lanjutkan makanmu ” ucap Noah kemudian duduk di kursi sebelah istrinya itu.


“ Kalau tadi Kak Noah malah membiarkan Nona Helena membuatkan teh padahal dia sedang makan, aku pasti akan melaporkan hal itu kepada Mama dan Daddy kalau kakak sudah menyiksa menantu mereka ” tukas Aidan cepat.


“ Jangan sok tahu anak kecil, lihatlah dirimu datang-datang malah merepotkan istriku untuk menyiapkan makanan untukmu ”


“ Apa?! Uhuk! U-Uhuk?! ” Aidan tersedak sampai terbatuk-batuk.


“ Pelan-pelan..astaga ini minum dulu ” Helena memberikan segelas air putih yang langsung diteguk oleh Aidan.


“ Gila aku harap telingaku bukan sedang bermasalah, tadi kakak bilang istriku! Benarkan? Aku sampai benar-benar merinding mendengar nya ” benar saja Aidan sampai tersedak begitu hanya karena dia tidak menyangka akan mendengar kata-kata itu dari kakaknya.


Helena langsung menghindari pandangan Noah karena dia juga sama tak menyangkanya dengan Aidan mendengar Noah menyebutkan dia istriku begitu santai di depan orang lain.


“ Hebat sekali! Kalian bukan sedang beraktingkan atau sedang pura-pura jadi pasangan suami istri yang harmonis agar aku tidak curiga? ”

__ADS_1


“ Anak ini melantur apa sih dari tadi ” heran Helena.


“ Astaga Nona Helena mulai hari ini aku akan memanggilmu kakak ipar, aku benar-benar menghormatimu karena mampu bertahan menikah dengan manusia dingin seperti kak Noah ”


Aidan menatap Helena dengan takjub. Membuat Helena bingung.


“ Sebenarnya adikmu yang satu ini kenapa? ” bisik Helena pelan kepada Noah.


“ Aku juga tidak tahu dia salah minum obat dimana ” balas Noah dengan santai.


“ Berarti sekarang aku bisa tenang memberitahu Mama sama Daddy kalau kalian memang baik-baik saja, akhirnya kami tidak perlu khawatir lagi ”


“ Dia datang ke sini karena di suruh Adira, sepertinya mereka memang mencemaskan kita yang sama sekali tak memberi kabar ” jelas Helena pada Noah.


“ Aku sering bertemu Daddy tapi sama sekali Daddy tidak pernah menanyakan masalah ini ”


“ Tentu saja Daddy menahan diri dan tidak ingin terlalu ikut campur untuk urusan pernikahan kalian. Yang paling penting harusnya kalian sendiri yang menyadari kalau semua orang mengkhawatirkan kalian setelah apa yang terjadi sebelumnya ” ungkap Aidan begitu mendengar ucapan kakaknya.


“ Baiklah akhir-akhir ini aku hanya sedang cukup sibuk karena mengurus peternakan, aku pasti akan menyempatkan diri untuk datang ke mansion ”


“ Kakak ipar memang yang terbaik ” Aidan mengacungkan kedua jempolnya.


Kemudian Aidan melanjutkan menyantap makanan yang ada di depannya.


“ Kakak ipar ternyata pintar memasak juga ya ”


Helena hanya berdehem kecil mencoba memaklumi Aidan yang selalu lebih mudah berbaur, bahkan dia langsung bisa memanggil Helena kakak ipar tanpa canggung sedikit pun.


Begitu Aidan menghabiskan makanannya setelah beberapa saat Noah langsung menyuruh adiknya itu untuk pergi.


“ Kakak ipar kalau begitu aku akan pergi, lain kali aku akan berkunjung kalau kak Noah tidak ada disini ya. Lihatlah kalau tingkah kakak yang malah mengusirku begitu saja ”


“ Aku bisa mendengar ucapanmu Aidan ” sahut Noah dari dalam.


“ Datanglah kalau memang kau mau datang, ya sudah hati-hati di jalan ya. Lalu bilang juga pada Adira untuk tidak mengkhawatirkanku, karna tidak ada yang perlu dikhawatirkan aku baik-baik saja ”


“ Iya sampai jumpa lagi kakak ipar ” Aidan melambaikan tangan lalu pergi.


Helena menutup pintu dan kembali masuk ke dalam.


“ Lain kali jika Aidan datang lagi kalau kau tidak nyaman suruh saja dia pergi ”


“ Aku tidak merasa seperti itu, lagian memang benar yang dikatakan Aidan dia datang juga pasti karena Adira khawatir. Bagaimana kalau kita menyempatkan waktu dan pergi ke mansion? ”


“ Apa kau baik-baik saja jika pergi ke mansion? ”

__ADS_1


Happy Reading 😘


__ADS_2