Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
S2 Helena Noah


__ADS_3

Noah hanya bisa menghela napas panjang, dia tak menyangka akan melihat seorang wanita yang dibutakan oleh cinta sampai rela menahan semua hal itu.


“ Naiklah aku antarkan kau ke rumah sakit ” putus Noah dia juga tidak bisa berbuat apa-apa semua keputusan ada pada wanita itu. Walaupun dia melaporkan pria itu atas tuduhan kekerasan jika wanita ini tidak ingin berpisah maka semuanya sama saja sia-sia.


Setibanya di rumah sakit setelah memastikan Bella mendapatkan penanganan yang baik dari dokter Noah langsung pergi meninggalkan Bella di rumah sakit itu.


“ Maaf tapi pria yang tadi datang bersamaku ada dimana? ” tanya Bella kepada seorang perawat yang masuk ke ruang rapatnya.


“ Pria yang datang bersama anda tadi sudah pergi Bu, tapi semua biaya sudah dibayarkan ” jelas perawat itu.


Bella merasa kecewa karena Noah meninggalkan dia begitu saja bahkan tak berpamitan. Padahal dia berharap Noah menemani dirinya yang sedang sakit di rumah sakit itu.


~


~


Noah tiba di apartemen saat jam sudah menunjukkan jam tiga subuh, dia mendapati Helena yang masih terlelap tidur di ranjang itu.


Bergerak pelan naik ke atas ranjang Noah berusaha tidak membuat suara keributan yang dapat membangunkan Helena.


Tapi tidak seperti yang dia harapkan begitu begitu dia mendudukkan tubuhnya, Helena langsung terbangun begitu saja nampak ekspresi terkejut dan belum sepenuhnya sadari dari tidurnya.


“ Hah..” Noah menghela napas menyesal.


Dia memang tahu bahwa Helena sangat sensitif terhadap bunyi dan gangguan apa saja saat tidur, dia sangat mudah terbangun jika ada gangguan.


“ Jam berapa ini? Apa kau baru pulang? ” Helena bertanya dengan suara khas bangun tidur dan akhirnya mendudukkan tubuhnya pelan.


“ Aku baru pulang, ini masih jam 3 maaf sudah membangunkanmu. Sekarang kembalilah tidur ”


Helena menggelengkan kepala pelan.


“ Apa urusanmu sudah selesai? Semuanya baik-baik saja kan? ” Helena juga lebih mengkhawatirkan Noah dari pada waktu tidurnya yang terganggu, dia tahu Noah belum tidur sama sekali itu pasti melelahkan.


“ Sudah selesai ”


Mendengar jawaban singkat Noah, sedikitnya Helena paham bahwa kemungkinan ada hal yang tidak berjalan baik.


“ Kau nampak kelelahan segeralah tidur ”

__ADS_1


“ Benar masalah kali ini cukup melelahkan, berbaringlah bersamaku ” Noah berbaring dan mengajak Helena untuk juga berbaring di sampingnya.


“ Hmm..sepertinya aku akan tidur nanti saja rasa kantukku sudah hilang, tidurlah ”


Bukannya mendengarkan ucapan Helena, Noah dengan cepat meraih pinggang menarik tubuhnya sampai berbaring saling berhadapan.


“ Tu-tunggu aku-


“ Jangan menjauh ” larang Noah kemudian dia memeluk tubuh Helena erat lalu menyandarkan kepalanya di bahu Helena.


Bagi Helena posisi itu sangat tak nyaman dia ingin mendorong tubuh Noah menjauh tapi juga tidak tega.


“ Noah..ini kau memelukku terlalu erat aku merasa sesak ” keluhnya setelah beberapa menit berdiam.


Noah mulai melepaskan pelukannya, dia mengangkat wajahnya menatap Helena.


“ Aku akan melepaskanmu tapi sebagai gantinya peluk aku ”


“ Hah? ” Helena berharap telinganya salah mendengar.


“ Peluk aku ”


Helena terdiam tak bergerak sama sekali, dia merasa tak sanggup memenuhi permintaan suaminya itu.


Permintaan yang diucapkan seperti sebuah permohonan itu membuat Helena merasa tak tega, bagaimana pun juga pasti benar kalau Noah sangat kelelahan, bisa dilihatnya dari tatapan lelah pria itu.


“ Hanya sebentar saja cepatlah tidur ” perlahan Helena melingkarkan tangannya memeluk punggung Noah.


Seperti sebuah kebahagiaan besar bagi Noah dia dengan cepat mendekatkan diri ke istrinya itu, menghirup dalam aroma tubuh Helena yang sangat dekat dengannya.


Dengan pelan-pelan Helena membelai punggung Noah berharap dengan begitu Noah akan terlelap tidur.


Setelah hampir setengah jam napas Noah terdengar teratur dan terlelap dalam tidurnya. Noah sendiri jika sudah terlelap tidur maka biar pun ada gerakan atau suara kecil yang dia tidak akan terganggu.


Helena menarik tubuhnya dan membenarkan selimut yang mereka kenakan. Agak lama dia terdiam dan memandangi wajah suaminya itu.


“ Bagaimana bisa kau sangat nyaman mendekat padaku padahal kau bahkan belum lama mengenalku..apa itu memang karena sifatmu yang mudah berbaur atau apa? ” lirih Helena pelan menyampaikan pertanyaan yang selama ini dia pikirkan saat Noah selalu mendekatinya terlebih dahulu tanpa canggung.


~

__ADS_1


~


“ Oh ya ampun aku lupa ” Helena mendengus kesal karena kecerobohannya.


“ Aku yang berjanji akan datang hari ini malah aku sendiri yang lupa, terpaksa aku harus mengajak Noah tiba-tiba seperti ini ”


Helena merutuki kebodohannya dan segera bergegas masuk ke kamar, dilihatnya Noah yang sudah bangun dan mengenakan pakaian rapi seperti biasanya.


Sekali lagi Helena menepuk jidatnya melihat itu.


“ Ada apa? ”


“ Aku minta maaf kau sudah bersiap untuk bekerja sedangkan aku baru ingat hari ini aku berjanji datang ke mansion bersamamu. Bodoh sekali memang aku lupa memberitahu padamu sebelumnya ”


“ Tentu aku bisa pergi sendiri tapi kau tahu sendiri Adira itu orang yang seperti apa, dia sudah membuat aku berjanji harus datang bersamamu. Lalu karena terlalu sibuk aku akhirnya melupakan janji itu dan baru teringat setelah Adira menelponku tadi. Bagaimana ini apa aku bilang saja kau punya pekerjaan penting yang harus ditangani? ”


“ Oh oke tenanglah ” ungkap Noah setelah mendengar penjelasan panjang dari Helena yang berbicara seakan tanpa jeda dan kepanikan itu, yang menurut Noah sendiri itu bukan kesalahan besar yang sampai harus membuat Helena merasa bersalah padanya.


Noah mendekati Helena berdiri dihadapannya.


“ Jadi jam berapa kita akan pergi ke sana? ” tanya Noah tenang dan lembut.


“ Sekarang juga, karena sebenarnya ini sudah terlambat setengah jam ” jawab Helena kikuk.


“ Oke aku bisa saja pergi sekarang juga, tapi wanita coba lihat dirimu di kaca itu ” Noah membalikkan badan Helena ke arah cermin.


“ Tidak mungkin aku membiarkanmu pergi ke mansion dengan hanya memakai gaun tidur ini ”


Mata Helena menatap dirinya dari bawah sampai atas melalui pantulan cermin besar itu. Dan benar saja dia memang masih menggunakan gaun tidurnya dengan rambut digulung asal itu.


“ Sekarang jangan terburu-buru dan bersiaplah dengan baik. Seperti ini juga kau sangat cantik tapi penampilanmu yang cantik ini hanya boleh di lihat olehku saja ” Noah menusukkan pelan jari telunjuknya ke pipi Helena.


“ Sempat-sempatnya pria ini membual ” , batin Helena walaupun hatinya berdebar.


“ Baiklah aku akan bersiap dengan cepat, ka-kau tunggu sebentar ” Helena segera berjalan cepat menuju kamar mandi.


Noah tersenyum tipis melihat gelagat istrinya yang baginya sangat imut dan dia senang menggoda Helena. Tangan Noah membuka kembali kancing jas dan kemeja yang tadi sudah dia kenakan. Jika ingin pergi ke mansion Noah tidak mungkin menggunakan pakaian formal itu.


Dia berjalan dengan otot dada dan perut yang terpampang nyata, mencari baju yang akan dia kenakan.

__ADS_1


“ Akh..” suara pekikan pelan.


Happy Reading 😘


__ADS_2