
Zein masuk kembali ke kamarnya untuk melihat keadaan Adira. Ternyata Adira sudah sadar dia meringis kesakitan.
“ Jangan banyak bergerak agar lukanya tidak terbuka lagi ” cegah Zein saat melihat Adira yang ingin bangun.
Adira akhirnya pasrah dan hanya berbaring di ranjang itu, matanya membengkak karena banyak menangis.
“ Apa terasa sangat sakit? ” tanya Zein khawatir, Adira mengganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Tentu saja Adira tidak bisa berbohong dengan mengatakan itu tidak sakit sementara kedua tangannya sudah dililit perban begitu juga dengan kakinya.
Tubuh Adira yang semulanya mulus sekarang dipenuhi luka, juga keadaan ditaman yang awalnya sangat damai berubah mencekam setelah anjing itu menyerang Adira.
“ Dokter akan merawat lukamu, tahan sebentar saja lukanya pasti akan segera sembuh ” ungkap Zein karena dia sendiri tidak bisa berbuat banyak.
Pintu kamar terbuka secara tiba-tiba, Aidan berlari masuk dan segera menghampiri ke arah Adira. Dia tidak menyangka akan mendapat kabar seperti itu.
“ Nona A ” lirihnya tak menyangka keadaan Adira separah itu.
“ Aidan untuk saat ini jangan terlalu banyak mengajaknya bicara dia butuh istirahat ” ucap Zein memaklumi Aidan yang masuk tanpa izin terlebih dahulu itu pasti karena rasa khawatirnya.
“ Bagaimana bisa anjing itu melukai Nona A separah ini ”
“ Jangan bicarakan hal itu sekarang Aidan ” larang Zein yang langsung melihat tubuh Adira gemetar hanya mendengar Aidan menyebutkan perihal anjing.
“ Nona A..jika kau membutuhkan sesuatu bilang padaku akan aku ambilkan, juga beritahu bagian mana masih sakit aku akan panggilkan dokter ” risau Aidan.
Membuka matanya perlahan Adira dapat melihat kekhawatiran penuh yang terlihat jelas dari wajah Aidan.
“ Sudah tidak sakit lagi...dokter mengobati lukanya dengan baik ” ucap Adira lirih.
“ Dia masih ingin menunjukkan kalau dia kuat di depan Aidan, dasar gadis ini ” , batin Zein.
__ADS_1
“ Pokoknya kapan pun Nona A butuh sesuatu segera panggil aku. Secepat kilat aku akan datang ke sini ”
“ Hmm..makasih ” Adira hanya punya tenaga menjawab singkat dan pelan.
“ Kenapa aku tidak bisa menawarkan bantuan seperti yang Aidan lakukan. Aku juga ada di sini tentu saja jika dia butuh sesuatu tinggal katakan saja padaku ”
“ Sudah Aidan biarkan Adira istirahat dulu. Jangan khawatir Daddy akan menjaganya ” tukas Zein.
“ Baik, Dad. Aku mohon jaga Nona A dengan baik juga mohon bersabar itu pasti terasa sedikit merepotkan atau kalau Daddy memang sibuk panggil aku saja untuk menjaganya ” ungkap Aidan seolah takut Zein tidak akan menjaga Adira dengan baik.
Zein menganggukkan kepala. Tentu saja Aidan meragukan Zein karena selama ini Zein menunjukkan sikap acuh pada Adira.
Aidan akhirnya keluar dari kamar itu.
“ Ternyata dia bisa cepat dekat dengan Aidan, apa karena mereka seumuran? Baguslah kalau begitu setidaknya Aidan tidak bersikap memusuhi dia lagi. Cara apa yang dia buat Aidan nampak sangat peduli dan mengkhawatirkan dia ”
“ Sebaiknya kembali tidur ” Zein melihat Adira yang masih membuka matanya menatap kosong ke arah langit-langit kamar.
“ Setelah sembuh kau bisa merawat Lily lagi jangan khawatir tentang hal itu ”
“ Itu...tidak akan sesuai dengan kesepakatan Mas berarti aku tidak melakukan pekerjaanku penuh ”
Zein mencoba memikirkan maksud ke khawatiran Adira.
“ Aku tetap akan menganggap kau memenuhi tugasmu penuh selama enam bulan. Ini kecelakaan yang tidak terduga tenang saja kesepakatan tidak akan berubah ”
“ Mas akan melakukan itu...sungguh? ”
“ Iya jadi fokus saja pada kesembuhanmu ” ucap Zein.
“ Terima kasih Mas..aku sangat bersyukur. Aku berjanji setelah enam bukan aku akan langsung pergi ” Adira mengucapkan kata-kata itu penuh keyakinan kepada Zein.
__ADS_1
“ Ternyata dia takut aku akan menyuruhnya tinggal lebih lama lagi. Jangan lupa Zein wanita ini masih berada di rumah ini adalah untuk melunasi uang yang dia anggap sebagai utang. Tentu saja dia tidak akan mau jika melewati dari batas waktu kesepakatan ”
“ Hmm ” balas Zein singkat, dia sedikit merasa janggal ketika Adira mengungkapkan niatnya untuk segera pergi dari rumah itu. Mengingat kembali ternyata kurang dari tiga bulan kesepakatan mereka akan segera berakhir dan sudah dipastikan Adira akan langsung pergi.
“ Waktu berlalu dengan cepat ” guman Zein pelan.
Zein menyibukkan diri dengan laptopnya dia duduk di sisi ranjang sedikit berjarak dari Adira. Tak lama napas Adira berhembus teratur diiringi dengkuran halus yang menandakan dia sudah terlelap.
“ Siapa pelaku yang berniat melukai Adira? Dendam apa yang dia miliki sampai melakukan hal itu. Aku tidak bisa membiarkan ada hal yang mengancam keselamatan Adira. Karena dia adalah istriku ya..saat ini dia istriku kesepakatan sudah menjadi tanggung jawabku ”
Tapi sejauh ini Zein belum mendapatkan titik terang siapa pelakunya, karena jelas anjing itu dikirim dan dilatih di yayasan yang sudah sejak lama dipercaya oleh Zein untuk mendapatkan anjing penjaga.
Anjing yang telah dilatih lama di tempat itu, jika mencurigai pelatih anjing yayasan itu berkata dia melatih anjing itu seperti melatih anjing penjaga biasa. Tanpa niat melakukan rencana seperti itu, tapi satu hal yang dinilai janggal adalah poin kalau ternyata anjing yang menyerang Adira sudah pernah di kirim untuk keluarga lain yang memesan anjing penjaga juga.
Tapi tak sampai seminggu keluarga itu melaporkan anjing itu hilang. Karena sudah menjadi tanggung jawab yayasan untuk menemukan anjing yang hilang itu dan anjing itu dikembalikan ke yayasan lagi.
Dua kemungkinan yang harus dicurigai di sini adalah keluarga yang memesan anjing itu yang bisa saja berbohong dan malah melatih anjing itu untuk menyerang Adira atau selama anjing itu hilang ada orang yang menangkapnya dan menjalankan rencana untuk menyerang Adira.
Anak buah Zein sudah menyelidiki dan menemui langsung keluarga yang memesan anjing itu. Keluarga itu tinggal di daerah pegunungan, alasan mereka membutuhkan anjing penjaga adalah untuk menjaga keamanan rumah mereka yang berada di pegunungan dari ancaman hewan buas.
Saat ditanyakan tentang Adira keluarga itu bahkan sama sekali tidak mengenal atau mengetahui apa pun tentang keluarga brown. Karena mereka murni tinggal di pegunungan dan tidak terlalu peduli dengan urusan perkotaan.
Maka sudah dipastikan jika keluarga itu bukan pelakunya melainkan seseorang yang bisa saja menangkap anjing itu saat hilang dan melatih anjing itu untuk menyerang Adira.
Kasus itu menjadi lebih sulit karena siapa yang bisa menemukan orang itu dengan mudah, sementara mereka tidak tahu. Orang dari yayasan juga mengatakan jika anjing itu tiba-tiba pulang ke yayasan. Mereka tidak mencurigai hal itu karena bagi anjing terlatih tidak sulit untuk pulang ke tempat dia dibesarkan bahkan jika tersesat.
“ Apa sebelum ini dia memiliki seorang musuh atau siapa pun yang menurutnya bisa melakukan hal itu. Tidak masalah aku akan menanyakan hal ini nanti setelah keadaannya sudah lebih tenang ” ucap Zein.
Author sedih banget belum lulus kontrak ehh..level karyanya malah turun sedih 😓
Tapi Author akan tetap update seperti biasa, semoga teman-teman tetap suka novel ini
__ADS_1
Happy Reading 😘