
Helena terdiam masih terus menatap Noah dengan sikap waspada.
“ Biar aku kasih tahu padamu sejak awal aku tidak ada niatan menjalani pernikahan jika hanya bercanda. Atau berniat bercerai setelah beberapa waktu, tidak. Aku ingin menjalani pernikahan ini seperti selayaknya Helena ” tangan Noah bergerak perlahan menyelipkan anak rambut Helena ke daun telinganya yang membuat Helena memejamkan mata terkejut dengan sentuhan pria itu yang lembut menyapu pipinya.
“ Bagaimana denganmu? ” tanya Noah intens.
“ Aku tidak pernah membayangkan akan menikah, selama ini aku bahkan tidak berani memimpikan hal-hal seperti itu ”
“ Lalu apa yang jadi impianmu setelah akhirnya menikah? Aku harap impianmu bukan untuk bercerai ”
“ Ti-tidak seperti itu ” bantah Helena.
“ Bagus sekarang kembalilah tidur ke ranjang ini tanpa perlu berteriak seperti tadi ”
“ Tapi Noah bukannya ini semua terlalu cepat aku belum merasa siap untuk semua ini ”
“ Tidak ada yang terlalu cepat kita bahkan sudah menghabiskan malam bersama, tidur bersama lagi bukan hal yang terlalu sulit ”
“ Itu berbeda..”
Noah langsung menarik tangan Helena mendudukkan dia di atas ranjang, lalu membaringkan tubuh Helena dengan sedikit memaksa kemudian menyelimuti dia.
“ Aku bukan orang yang sabaran Helena dan juga tidak suka dengan orang yang banyak membantah. Sekarang tidurlah karena aku juga ingin tidur ” Noah dengan santai berbaring di samping Helena tanpa mempedulikan reaksi tercengang yang ditunjukkan wanita itu.
“ Kau masih belum mau tidur kenapa melotot terus sejak tadi atau kau ingin kita melakukan hal lain? ” ujar Noah balas menatap Helena, Helena yang mendengar perkataan Noah yang seakan tersirat maksud tertentu itu langsung menggelengkan kepala dan langsung berbalik membelakangi Noah.
“ Apa dia memang sudah terbiasa bersikap santai seperti itu? Bagaimana bisa dia setenang itu atau aku yang memang terlalu berlebihan. Lalu mengapa juga dia menegaskan keseriusannya untuk pernikahan ini ” Helena berteriak frustasi dalam hati.
“ Tidak ada bosannya apa dia tidak lelah? ” , Noah bertanya-tanya dalam hati melihat Helena yang masih menggeliat tak jelas dari dalam selimut.
Noah membenarkan posisi tidurnya lalu tak lama dia terlelap.
Sedangkan Helena sedari tadi tidak bisa terlelap sama sekali, keberadaan Noah di sampingnya malah membuat dia tidak bisa tenang apalagi selalu teringat ucapan Noah. Dia menurunkan kakinya pelan dari ranjang tak ingin menimbulkan suara sedikit pun yang bisa membangunkan Noah.
Helena berjinjit pelan meninggalkan kamar itu, begitu sudah berada di luar kamar barulah dia menghembuskan napas lega. Dia menuju dapur dan meneguk segelas penuh air membasahi tenggorokan yang rasanya sangat kering sedari tadi.
Dia mendudukkan tubuhnya pelan di kursi yang ada di meja makan itu, pikirannya masih dipenuhi tanda tanya akan niat Noah sebenarnya.
Helena tidak tahu harus percaya atau tidak pada semua yang dikatakan Noah sementara dia sendiri belum mengenal secara menyeluruh tentang suaminya itu.
__ADS_1
Rasa enggan untuk kembali ke kamar membuat dia lama terdiam melamun di sana. Setelah makin lama beberapa kali dia menguap karena rasa kantuk yang kembali menyerang, akhirnya Helena membaringkan kepalanya pelan ke atas meja dan tertidur dalam posisi duduk.
~
~
~
Tangan Noah bergerak sedikit meraba ranjang di sampingnya dia merasa aneh, bukankah seharusnya ada yang berbaring di sana. Tapi Noah tidak menemukan siapa pun di sana, hingga dia membuka mata.
Menggosok matanya pelan mencoba mengumpulkan kesadaran akhirnya dia tahu Helena tidak ada di sana. Melirik jam yang ada di meja yang masih menunjukkan pukul 3 subuh membuat Noah bertanya-tanya kemana wanita itu pergi.
Sempat menduga mungkin Helena sedang ke kamar mandi tapi mendengar betapa hening suara dari kamar mandi Noah yakin wanita itu tidak ada di sana.
Sedikit panik Noah beranjak cepat ingin mencari keberadaan Helena, begitu dia menuju ke dapur barulah dilihatnya sosok familiar itu tertidur di meja makan itu.
“ Hah..” Noah bernapas lega setidaknya bukan seperti dugaannya, karena dia sempat berpikir wanita itu malah melarikan diri dari apartemen di tengah malam.
“ Bagaimana bisa dia tertidur di sini? Wanita ini benar-benar ” desah Noah, lalu perlahan dia menyandarkan wajah Helena ke bahunya sementara dengan sekali angkat dia mengendong Helena.
Berusaha sebaik mungkin untuk tidak membangunkan Helena, Noah melangkah pelan lalu membaringkan Helena di ranjang.
Menatap ke arah Helena yang masih dengan napas teratur lelap dalam tidurnya. Mungkin karena mengalami mimpi yang kurang menyenangkan Helena mengerutkan alisnya.
Jari telunjuk Noah bergerak perlahan dan membelai kening Helena sehingga wanita itu tidak lagi mengerutkan alis.
Noah mengalungkan tangannya ke pinggang Helena.
“ Kalau tidak ditahan seperti ini bisa-bisa nanti kau pergi lagi ” ungkapnya seolah memperingati Helena.
Pandangan Noah menelusuri setiap sudut wajah Helena, memperhatikan detail kelopak mata, pucuk hidung dan berakhir di lekukan bibir wanita itu.
“ Aku ternyata menikahi wanita yang cantik ”
Pujian yang meluncur tanpa sadar dari mulut Noah setelah dia terpesona dengan pemandangan wajah Helena yang ada di depannya.
Lama menatap Helena akhirnya Noah memutuskan untuk kembali tidur dengan sedikit mendekatkan tubuhnya kepada Helena dia kembali terlelap.
~
__ADS_1
~
“ Euhmm..” lenguh kecil keluar dari mulut Helena sembari dia menggeliat pelan setelah merasakan cahaya matahari yang mulai masuk dan mengenai matanya.
Dia masih ingin tidur tapi dengan berat dia akhirnya berniat untuk bangun.
Hal ini terhenti ketika dia akan mendudukkan tubuhnya tapi ada sebuah tangan kekar yang menahan pinggangnya.
Dengan cepat mata Helena memandang ke arah pemilik tangan itu dan melihat Noah yang masih memejamkan mata.
“ Bagaimana bisa aku ada di sini? Bukannya semalam aku tertidur di dapur, apa dia yang membawa aku kembali ke sini? ”
“ Iya dan kau harus tahu betapa merepotkannya itu ”
Helena sontak terkejut mendengar Noah yang berbicara sembari matanya masih terpejam.
“ Aku juga tidak menyangka akan tertidur di sana ” Helena berusaha membela diri sembari tangannya yang bergerak untuk menyingkirkan tangan Noah yang berada di pinggangnya.
Tapi seolah Noah menyadari niat Helena dia malah semakin erat memeluk pinggang Helena hingga tubuh Helena semakin tertarik ke arahnya.
“ Bukan karena kau ingin melarikan diri? ” selidik Noah.
Helena menatap dalam bola mata biru kehijauan milik Noah yang kini juga menatapnya.
“ Tidak ”
“ Hmm..baiklah ” suara baritton Noah yang terdengar dalam bercampur dengan khas bangun tidur yang membuat Helena tertegun padahal pria itu hanya berdehem singkat.
Noah mendudukkan tubuhnya dengan satu tangan yang masih mendekap pinggang Helena.
“ Ini pagi pertama kita setelah tidur bersama, ternyata bagus juga setelah bangun langsung melihat wajah istri. Jadi jangan pernah tertidur di tempat lain lagi aku suka saat terbangun dan melihatmu ”
Mendengar itu semburat merah muda langsung menghiasi pipi Helena tanpa dia sadari.
“ Selamat pagi ” ucap Noah kemudian melangkah santai masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Helena yang memanas karena kelakuannya.
**Mohon bantuan vote dan hadiah untuk novel ini ya teman-teman 🙏🏻
Untuk pemberitahuan author sengaja up malam biar aman dibaca selama bulan puasa🤭
__ADS_1
Happy Reading😘**