
Tapi baru saja mereka membicarakan hal itu, bayinya langsung terbangun lalu menangis.
“ Mama adik bayi menangis cepat Ma, sepertinya ada semut menggigitnya karena itu dia langsung menangis ”
Adira hanya bisa tertawa mendengar Lily yang mengambil kesimpulan lucu seperti itu ketika mendengar adiknya menangis.
Setelah digendong tentu saja tangisan bayinya sedikit mereda, Adira kemudian mengambil asi yang sudah dia siapkan sebelumnya. Mengingat anak sambungnya yang sudah dewasa terutama anak cowok seperti Noah dan Aidan, untuk pagi dan siang hari Adira memilih memberikan asi yang sudah di pompa sebelumnya. Mencegah kejadian yang bisa saja membuat canggung di kemudian hari.
Bayinya menyesap susu itu dengan baik dan tak berapa lama tak ada lagi susu yang tersisa di botol susu itu.
Nadia dan Lily nampak intens memperhatikan saat adik bayinya. Sambil sesekali tertawa melihat sendiri bayi yang telah kehausan itu.
Tok tok tok
“ Permisi Nyonya saya izin mau mengajak Nona Lily untuk berangkat sekolah sekarang karena sudah waktunya ”
Terdengar suara pelayan itu dari balik pintu kamar Adira.
“ Yaa..sudah harus ke sekolah dong ”
“ Lily gak boleh malas sekolah nanti kalau sudah pulang kan masih punya waktu untuk bermain dengan adik. Jadi sekarang Lily sekolah dulu ya Nak ”
“ Iya Mama ”
“ Ayo sini Lily sudah di tunggu ” Nadia mengandeng tangan Lily kemudian mengantarkan kepergian Lily sampai di depan rumah. Nadia melambaikan tangan begitu mobil yang dikendarai supir itu sudah berangkat untuk mengantar Lily ke sekolah, Lily juga membalas melambaikan tangan dari balik jendela.
“ Hah! Rasanya seperti rumah ini kembali hidup lagi. Kehadiran Nona A memang sangat dibutuhkan ”
Nadia bernapas lega dia bersyukur melihat perubahan sikap semua anggota keluarganya setelah kedatangan Adira semuanya tersenyum cerah dan lebih bersemangat dari pada sebelumnya.
Terutama bagi Nadia adalah perubahan Daddynya, dia senang Daddynya sekarang lebih memikirkan kesehatannya dan tidak merokok atau minum alkohol lagi. Dia tahu itu semua karena keberadaan Adira yang membawa kembali kebahagiaan ke rumah mereka.
Nadia segera menuju dapur dia memeriksa apakah para pelayan sudah memasak makanan yang dia pesankan untuk dibuat sarapan Adira. Sebelumnya Nadia sudah banyak mencari makanan yang bagus untuk ibu yang baru melahirkan secara operasi dan juga referensi makanan yang baik untuk ibu menyusui.
__ADS_1
“ Apa tugas kalian sudah selesai ” ungkap Nadia yang terdengar bukan seperti pertanyaan tapi perintah bagi para pelayan itu.
“ Kami sudah memasak semua makanan yang Nona minta, susunan menunya juga sesuai yang diberikan Nona. Tapi akan sangat membantu jika Nona mau mencoba makanannya terlebih dahulu takutnya ada yang kurang tepat Nona ” jelas juru masak itu pada Nadia.
“ Baiklah bawa ke sini masing-masing sedikit dari makanannya agar aku coba ”
Para pelayan segera bergerak dan satu persatu memberikan makanan itu secara bergantian pada Nadia.
“ Untuk sup ayamnya menurutku masih terlalu berminyak, sajikan hanya kaldunya saja pisahkan minyak dari lemak ayam itu ”
“ Baik Nona ” jawab juru masak itu cepat.
Nadia merasa masakan lain yang di sajikan sudah cukup baik, dia memutuskan segera ke kamar Adira untuk mengajaknya sarapan.
“ Nona A apa adik bayinya sudah tertidur lagi? ”
“ Belum, aku juga sudah minta pelayan menyiapkan air mandi untuknya. Jadi memang lebih baik dia belum tertidur, setelah dimandikan nanti baru aku akan menidurkan dia. ”
“ Oh..aku akan bantu ya, kalau sudah selesai Nona A harus sarapan dulu. Tidak baik melewatkan waktu sarapan ”
Selesai dimandikan Adira meletakkan bayinya di stroller yang permukaannya datar dan memang khusus untuk bayi baru lahir.
Untuk tugas mendorong stroller itu ke ruang makan Nadia mengajukan diri untuk melakukannya. Adira sendiri menikmati perlakuan manis yang diberikan Nadia karena baginya itu bentuk kasih sayang yang ditunjukkan anak sambungnya itu.
Adira memperhatikan semua makanan yang tersaji di meja makan itu adalah jenis-jenis makanan yang juga direkomendasikan dokter padanya.
Dia tersenyum melirik ke arah Nadia.
“ Ehmm..apa ada yang salah? ” bingung Nadia.
“ Terima kasih sudah menyiapkan ini kamu bekerja dengan sangat baik ” Adira mengacungkan dua jempolnya.
“ Ah..tidak aku hanya mengarahkan, juru masak yang menyiapkan semuanya ”
__ADS_1
Bisa Adira lihat ekspresi tersipu malu Nadia mendengar pujian itu.
Adira menikmati sarapannya dengan tenang, karena setelah banyak menonton video edukasi tentang perkembangan bayi dan juga beberapa kesulitan yang akan dialami seorang ibu. Adira yang baru pertama kali melahirkan dan membesarkan bayi sudah mempersiapkan diri untuk itu semua.
Karena itu dia harus menikmati waktu dimana dia masih dapat sarapan dengan santai tak berapa lama setelah bayinya berusia tiga bulan atau lebih nanti akan jarang ada kesempatan makan dengan tenang.
Nadia juga menikmati sarapannya sambil sesekali mengoyang-goyangkan stroller itu pelan agar adiknya tidur lebih nyenyak.
~
~
~
Di lain tempat Zein yang sedang mendiskusikan beberapa hal yang diperlukan untuk rapat eksekutif nanti setidaknya sebelum rapat itu di mulai.
Noah juga nampak serius dengan diskusi itu karena saat Zein yang menjabat sebagai CEO perusahaan mereka. Noah sendiri menjabat sebagai presiden direktur karena itu dia juga tidak bisa melewatkan rapat eksekutif ini.
“ Baiklah karena semua persiapan sudah aman kita tinggal menunggu sampai rapatnya di mulai nanti ”
“ Baik Pak ” jawab para pengawai itu cepat, pengawai yang ditugaskan untuk menyiapkan ruang rapat juga mulai bekerja dengan menyusun minuman untuk anggota rapat yang hadir dan keperluan lainnya.
“ Harusnya Daddy tidak perlu datang aku bisa menangani rapat ini sendiri kasihan Adira dia pasti membutuhkan Daddy untuk membantunya ” ucap Noah pelan karena dia tepat duduk di kursi yang bersebelahan dengan Daddynya itu.
Zein mengerutkan alisnya serius karena dia sedari tadi memikirkan hal yang sama dengan yang Noah katakan.
“ Aku juga tidak bisa terlalu memaksakan semua pekerjaan untukmu. Melihat performa saham perusahaan yang turun beberapa bulan yang lalu para anggota eksekutif bisa saja bersikap impulsif menyudutkanmu saat aku tidak ada di sini. Salahku juga selama ini terlalu mengabaikan perusahaan dan membebankan semua pekerjaan padamu ” walaupun Zein ingin segera pulang dan bertemu Adira tapi dia tidak bisa mengabaikan rapat eksekutif yang dimulai karena anjloknya keuntungan perusahaan akibat dari saat Zein di masa terendahnya.
Dalam bisnis Zein tidak bisa memungkiri bahwa banyak pihak yang menunggu saat yang tepat untuk menjatuhkan dia. Lama bergelut di bidang ini semua itu sudah bagaikan makanan sehari-hari bagi Zein. Jika diabaikan terus menerus maka suatu saat hal itu bisa menjadi boomerang.
“ Kalau begitu aku akan berusaha sebaik mungkin agar rapat ini terselesaikan dengan baik Daddy ”
Tanpa perlu diragukan lagi kemampuan Noah dalam berbisnis juga tak kalah hebat darinya bahkan mungkin saja lebih hebat dari Zein sendiri. Noah sudah menunjukkan ketertarikan terhadap dunia bisnis berbeda dengan Aidan yang lebih tertarik terhadap bidang teknologi dan juga dengan Nadia yang lebih suka mendalami bidang seni. Noah adalah salah satu andalan Zein untuk membantunya di perusahaan.
__ADS_1
Happy Reading😘