Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
Imajinasi Gila


__ADS_3

“ Mas lepaskan aku! ” ronta Adira.


“ Ini hanya imajinasi saja..tapi kau terasa sangat nyata. Aku bahkan bisa menyentuhmu sedekat ini ” Zein membelai wajah Adira.


“ Apa yang Mas bicarakan?! Menjauh dariku! ” Adira berontak dan mundur menjauh dari Zein, dia mulai menyadari bahwa pria itu sedang mabuk.


“ Efeknya lebih bagus sekarang, kau bahkan terasa sangat sama seperti Adira yang selalu berontak.Tidak hanya diam seperti patung hidup ” Zein kembali menarik Adira sampai terjerembab di atas tubuhnya.


“ Aku senang sekali bisa mendekapmu tak ku sangka dalam bayangan aku bisa memiliki ” Zein berbicara sambil memandangnya wajah Adira dengan senyuman begitu tenang.


“ Mas lepaskan aku?! Ini bukan bayangan ini aku Adira. Jadi lepaskan aku ini semua karena Mas sedang mabuk ” Adira berusaha membuat Zein mendapatkan kesadarannya kembali.


“ Dalam bayangan pun kau masih tidak menyukai kalau aku mabuk ya. Ini terasa menggemaskan ” Zein mengecup bibir Adira cepat.


“ Mas!! Lepaskan aku! Menyingkir dariku! ” Adira mendorong tubuh Zein menjauh darinya, tetapi semakin keras dia berusaha semakin kuat juga Zein menahannya.


Dengan mudah Zein membalikkan tubuh Adira hingga terkekang di bawahnya.


“ Jangan menolak ku walau hanya dalam bayangan aku ingin memilikimu seutuhnya hanya untuk hari ini saja ” ucap Zein dalam kemudian dia menghujani wajah Adira dengan ciuman.


“ Hentikan Mas ini semua tidak benar ” rintih Adira, dia sudah berusaha keras untuk terlepas dari kekangan Zein tapi pria itu menahan tubuhnya dengan cukup kuat.


“ Wajahmu berubah sedih seperti itu apa aku menyakitimu? ” bola mata Zein menatap sendu Adira tidak menyangka dalam bayangannya dia tetap membuat gadis itu tersakiti.


“ Lepaskan aku Mas...” lirih Adira lagi.


“ Aku tak ingin kau pergi, jika dalam kehidupan nyata aku tidak bisa menghambat mu untuk pergi. Tapi saat ini dalam imajinasi gila ini aku ingin memilikimu tak peduli seberapa keras kau akan kabur ” suara Zein terdengar berat dan dalam.


Wajahnya mulai turun dan tenggelam pada ceruk leher Adira menghujani bagian itu dengan kecupan yang banyak meninggalkan bekas merah.


Mata Adira membulat sempurna menerima perlakuan itu, dia berjuang mendorong pria itu menjauh tapi sama sekali tenaganya tak mampu sedikit pun menggoyahkan pria itu.


“ Aku mohon Mas lepaskan aku...” isak Adira tidak berdaya.

__ADS_1


“ Aku tidak akan melepaskanmu, kau milikku biarkan hari ini aku memilikimu sebelum akhirnya kau akan pergi ”


Zein mendekap erat tubuh Adira merasakan aroma tubuh wanita, menelusupkan jemarinya ke dalam rambut Adira benda yang selama ini sangat ingin dia sentuh sepuasnya.


Mencium Adira dengan panas sampai gadis itu merasa kehabisan napas.


“ Biarkan aku menyentuhmu sepuasku. Aku benar-benar tidak bisa menahan lagi ” Zein dengan mudah menanggalkan semua pakaian yang melekat di tubuh Adira.


Tangannya bergerak bebas menelusuri setiap bagian tubuh gadis itu. Adira hanya bisa menangis sementara Zein, meninggalkan setiap tanda itu di sekujur tubuhnya.


Tidak pernah merasa sepanas ini berapa kali pun dia mencium Adira tak meredakan sedikit pun gairahnya.


Tubuh Adira gemetar perasaan aneh serasa menjalari tubuhnya saat Zein mengobrak-abrik dia di sana, dengan sangat lihai pria itu mempermainkan bagian sensitifnya itu.


Sampai merasa akan gila tubuh Adira menegang dan setelah merasa ada sesuatu yang keluar, tubuhnya lemas seketika. Napasnya naik turun tak menentu.


Zein membenamkan kepalanya di dada Adira yang membusung seolah menantang dia untuk melakukan lebih lagi.


“ Walaupun ini semua hanya imajinasi tolong jangan pergi. Aku mencintaimu Adira ” ucap Zein mengecup dalam bibir Adira kemudian memulai penyatuan itu.


Mata Adira memerah dengan air mata tertahan merasakan sakit yang terasa luar biasa saat Zein melakukan itu padanya. Hingga tanpa sadar dia memeluk Zein kuat meninggalkan beberapa bekas tancapan kukunya di punggung pria itu.


“ Akhh..” ringisnya merasakan sakit yang teramat.


Zein kembali menciumi Adira memberikan waktu untuk gadis itu bisa tenang. Hal itu juga menggilakan bagi Zein yang merasakan sesak tak tertahan.


Perlahan Zein mulai menggerakkan pinggulnya membuat Adira kembali merintih tak karuan. Perasaan yang dirasakan Adira bahkan dia sendiri tidak bisa jabarkan tubuhnya serasa akan remuk namun nikmat di saat yang bersamaan yang membuat dia mengeluarkan suara-suara lirih yang nakal itu tanpa sadar.


“ Bagaimana bisa aku mengalami hal ini...bahkan suamiku melakukannya dalam keadaan mabuk. Apa aku akan di anggap sebagai kesalahan seperti waktu itu? Siapa saja tolong aku terbebas dari semua ini ” , tangis Adira dalam hati.


“ Kau sangat indah sayang benar-benar indah sampai aku tidak bisa menjauh darimu ” ucap Zein ketika dia melakukan pelepasan terbaiknya, dia menghujani Adira dengan ciuman.


“ Adira aku mencintaimu ”

__ADS_1


“ Kau hanya milikku Adira jangan pergi ke mana pun. Aku akan membuatmu berada di sini selamanya ”


Zein tak henti-henti mengucapkan kata-kata itu berulang kali seakan itu memang hal yang sangat ingin dia ungkapkan.


Setelah beberapa kali pelepasan yang menggebu-gebu itu Zein berbaring pulas sembari memeluk Adira. Kali ini bisa Adira rasakan tidak ada tenaga lagi dari pria itu, Zein benar-benar sudah tertidur.


Adira melepaskan rangkulan Zein dari tubuhnya, dia bergerak lemah menjauh dari pria itu.


Matanya membulat sempurna mendapati noda darah yang mencolok di sprei berwarna putih itu.


“ Harusnya ini tidak ada lagi..ini bukan yang pertama kalinya aku melakukannya. Saat itu Mas Zein juga telah melakukan hal ini ” ungkap Adira seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat.


Adira memijakkan kakinya dengan susah payah, sedikit tak seimbang namun akhirnya dia bisa berdiri walaupun dengan rasa sakit dan perasaan yang tidak nyaman yang dia rasakan.


Adira mengambil vas yang terletak di meja riasnya dia pecahkan vas itu. Lalu mengambil pecahan kecil yang berserakan di lantai.


Dengan cepat dia menggoreskan pecahan vas itu ke lengan Zein. Sesuai dugaannya Zein tidak tersadar sama sekali.


Adira mengerakkan tangan Zein agar darah yang mengalir dari lengan Zein juga mengenai noda merah akibat darahnya tadi.


Setelah memakai kematian semua pakaian dia menatap nanar sebentar ke arah Zein yang berbaring di ranjang itu.


“ Aku harap tidak akan ada akibat yang lebih buruk dari kejadian hari ini ” ucapnya sendu kemudian keluar dari kamar itu.


“ Mas Zein tidak akan mengingat hal ini jelas sekali dia hanya menganggap kejadian itu imajinasinya. Aku tidak akan membiarkan hal ini menjadi penghambat aku untuk pergi dari rumah ini ” teguh Adira sembari dia berusaha menutupi setiap jejak yang Zein tinggalkan di tubuhnya.


Hati Adira sakit mengalami semua hal itu terutama mengetahui fakta baru bahwa ini kali pertama mereka berhubungan badan.


“ Lalu mengapa Mas Zein mengatakan pada semua orang telah menid*ri aku ” rutuk Adira tak dapat menerima.


**Ayok dituangkan semua unek-unek yang terpendam untuk Zein😅


Happy Reading😘**

__ADS_1


__ADS_2