
“ Aku kan sudah pernah bilang kakak ipar kalau kak Noah itu orang yang tidak peka ”
“ Aidan sedikit pun itu tidak salah ” tukas Helena membenarkan, Noah geleng-geleng kepala melihat tingkah dua orang itu yang kompak menilai sikapnya.
“ Beruntungnya punya kakak ipar yang berada di pihakku” Aidan tersenyum bangga memamerkan kedekatannya dengan istri kakaknya itu.
“ Aidan ajak mereka ke meja makan ” suara nyaring Adira yang memanggil dari ruang makan.
“ Iya Ma ” jawab Aidan dan segera mengajak Helena dan Noah untuk mempercepat langkah kakinya.
Begitu tiba di depan meja makan luas dan besar itu mata Helena melebar menyaksikan pemandangan banyaknya makanan yang tersaji di sana.
“ Apa hari ini ada acara khusus? ” ungkapnya spontan.
“ Ngak ada kok ”
“ Lalu kenapa ada begitu banyak makanan ”
Adira meletakkan mangkuk masakan terakhir yang harus di sajikan.
“ Ya ampun tentu saja karna hari ini menantu pertama keluarga ini datang, jadi menyiapkan ini saja rasanya tak cukup ”
“ Harusnya tidak perlu repot sampai seperti ini ”
“ Tenang saja ada Aidan yang membantu loh, tunggu apalagi cepat duduk ”
Helena hanya bisa tersenyum melihat antusiasnya Adira.
__ADS_1
Mereka segera mengambil tempat duduk di tempat masing-masing.
“ Sayang sekali hari ini Mas Zein sama Nadia gak bisa kumpul, tadi tiba-tiba ada pertemuan mendadak yang dimajukan akhirnya Mas Zein harus pergi. Kalau Nadia sekarang dia masih di Singapura untuk pemotretan nya ” jelas Adira.
“ Mungkin lain kali Ma lagian kami pasti berkunjung lagi ”
Adira mencibir sedikit mendengar perkataan Noah.
“ Aku harap itu benar jangan sampai Mama harus susah payah membujuk kalian untuk datang ”
“ Ah..bukan begitu hanya saja memang beberapa waktu yang lalu kami sedikit sibuk, tapi aku pasti akan sering datang. Hanya saja lain kali tidak usah menyiapkan sebanyak ini ”
Adira menganggukkan kepala senang mendengar itu.
Helena menawarkan diri untuk mengambilkan makanan Noah, dia menyiapkan lauk dan nasi untuk Noah.
“ Makanmu sedikit sekali ” ucap Noah yang melihat porsi makan Helena yang nampak lebih sedikit dari biasanya.
“ Hm..aku tidak terlalu berselera mungkin karena kemarin perutku sedikit bermasalah”
“ Kau sakit? ” meskipun terdengar datar namun itu bentuk kekhawatiran Noah.
“ Kamu sedang sakit Helen? ” tanya Adira juga.
“ Bukan kemungkinan kemarin perutku kembung, tapi sekarang baik-baik saja ” Helena meyakinkan.
“ Baiklah tapi kalau masih sakit jangan sampai dibiarkan secepatnya minum obat ”
__ADS_1
“ Iya tenang saja ” Helena menjawab Adira dengan cepat.
Mereka melanjutkan makan dengan beberapa perbincangan lainnya sambil sesekali tertawa.
Setelah menyelesaikan makan Helena bermain bersama Ziel, bayi yang dulunya disebut keponakan itu sekarang harus dia panggil adik.
“ Ma..mam ”
“ Iya Mama ” Helena memperjelas kata-kata kecil yang digumamkan Ziel.
“ Lily sudah terbangun, lihat Ziel sebentar ya. Aku pergi melihat Lily dulu sebentar ”
“ Oke ” lalu Helena lanjut bermain dengan Ziel, sambil sesekali mencium gemas bayi itu.
“ Ternyata tubuh bayi bertumbuh sangat cepat, sekarang aku pikir dia semakin gemuk ” ucap Noah begitu dia ikut bergabung bersama Helena di ruang bermain Ziel itu.
“ Sepertinya pertumbuhan bayi memang terasa lebih cepat ”
Helena paham meskipun Noah berkata seperti itu namun itu ungkapan karena dia merasa Ziel menjadi lebih imut.
“ Kau begitu sukanya ke anak kecil ya ”
“ Hah? ” Helena bingung maksud pria itu.
“ Sudah berapa kali kau menciumi dia terus menerus ” tukas Noah.
Happy Reading 😘
__ADS_1