
“ Tanya saja pada dirimu sendiri apa selama ini butuh alasan khusus makanya dia menyayangimu ” tukas Aidan.
“ Bagaimana aku tahu dia melakukan hal ini? Lagian juga selama ini aku jarang bicara dengannya ” Nadia masih berusaha mengelak.
“ Karena kamu menutup mata atas perbuatan baik yang dia lakukan, semua yang Nona A lakukan buruk bagimu. Tentu saja dia hanya bisa menyayangimu dalam diam, itu terbukti dengan kertas memo dan juga buket bunga yang selalu dia berikan setelah selesai menonton musikalmu ” Aidan mengungkapkan semua kebenaran itu karena merasa tidak ada manfaatnya dia sembunyikan terus-menerus.
“ Buket bunga itu juga dari Nona A?! Dia menonton musikalku?! ” Nadia bertanya tak menyangka dia akan mendengar hal itu, penggemar yang selama ini sangat ingin dia temui ternyata berada sangat dekat dengannya dulu.
“ Nona A bahkan menentang Daddy dan terus menonton setiap penampilan musikalmu, aku memberitahumu semua ini agar kau bisa menerima bahwa kau telah berbuat salah pada Nona A ” Aidan kembali masuk ke kamarnya.
Sementara Nadia berdiri gemetar terguncang setelah mengetahui hal itu.
Nadia tahu betapa menyeramkan kemarahan Daddynya tapi Adira rela menerima itu semua dan tetap menonton musikalnya. Nadia juga tahu keputusan Adira merahasiakan itu karena jika saat itu dia tahu Adira menonton musikalnya maka dia pasti akan sangat marah pada Adira.
Tapi sekarang setelah mengetahui semuanya yang ada di perasaan Nadia hanya rasa penyesalan yang besar.
Hingga Nadia berpikir sekarang juga untuk pergi dan mencari kemana pun Adira berada. Walaupun begitu memang benar semuanya sudah terlambat yang bisa dia lakukan hanya menangis meringkuk di ranjangnya.
~
~
~
Aidan sendiri sebenarnya merasa sangat merindukan Adira walau begitu hatinya juga tidak menginginkan Adira untuk kembali ke rumah ini lagi. Karena dia tahu saat Adira kembali ke rumah ini maka penderitaan yang sama akan kembali dialami gadis itu.
Dia ingin merelakan kepergian Adira, berharap semoga Adira bisa bahagia dengan memulai kehidupan baru tanpa pengaruh keluarga Brown.
“ Merindukannya bukan berarti aku bisa memberikan kebahagiaan untuknya jika dia kembali ke rumah ini. Aku akan lebih tenang jika dia bisa hidup bahagia, tanpa perlu menderita karena perlakuan kami selama ini padanya ” Aidan memutuskan untuk merelakan kepergian Adira, dia nyakin keluarganya hanya dapat memberikan penderitaan pada Adira.
~
__ADS_1
~
Zein kembali ke kamarnya saat seisi rumah sudah tertidur, dia naik ke ranjangnya seberapa banyak pun dia berusaha melupakan namun bayangan Adira seakan selalu datang menghantuinya.
Sosok gadis itu saat berbaring di sampingnya, atau saat Adira protes mengenai aroma rokok Zein waktu itu.
Zein merasa seolah kehilangan satu memori penting mengenai gadis itu, entah kenapa dia sesekali seakan mengingat bayangan Adira yang sedang menangis meringkuk dibawah kukungannya.
“ Saat aku kehilangan Starla rasanya aku sangat merindukannya tapi aku tahu bagaimana pun dia tidak akan bisa kembali ke sisiku. Berbeda dengan kepergian Adira entah mengapa aku berpikir bahwa dia masih bisa kembali ke sisiku ” guman Zein.
~
~
~
“ Kenapa dia pergi tanpa membawa apa pun dari rumah ini? Setidaknya dia bisa pergi dengan membawa uang kompensasi cerai dari Daddy ” Noah menyesalkan kepergian Adira, baginya selama ini Adira hanyalah gadis yang rela melakukan segala cara agar mendapatkan uang dengan instan. Oleh karena itu menurutnya Adira mau menikah dengan Daddy nya yang merupakan duda anak empat.
Atau menuntut harta warisan karena Noah nyakin jika Adira mengajukan tuntutan itu saat perceraian maka tentu saja dia akan mendapatkan harta juga.
Adira tidak pernah menyangkal tuduhan Noah yang mengatakan dia wanita gila uang, tapi dengan kepergian Adira yang sama sekali tak meminta bayaran apapun sudah berhasil mematahkan semua tuduhan itu.
“ Bagaimana jika sebenarnya dia tidak menginginkan uang sama sekali? Berarti aku adalah penyebab kepergiannya dari rumah ini ” Noah menyimpulkan.
“ Aku yang selalu berkata kasar padanya, tentu saja membuat dia menderita. Seharusnya aku tidak melakukan itu maka semua orang tidak akan merasa kehilangan ” bagi Noah dia yang bersalah atas semua yang terjadi, karena saat itu jelas dia menyaksikan sendiri Adira yang menangis sendirian. Bukannya bersikap lembut Noah malah mengatai-gatai gadis itu dengan kejam.
Noah merasa karena perkataannyalah Adira memutuskan pergi dari rumah itu.
~
~
__ADS_1
~
Lily menangis dalam diam di kamarnya sudah beberapa hari sejak kepergian Adira dia selalu menangis diam-diam. Gadis kecil itu selalu tersenyum dan berpura-pura tidak merasakan sedih sama sekali.
Dan tidak sekalipun merengek mengatakan merindukan Adira.
Tapi sebenarnya dialah yang paling kehilangan diantara semuanya, Lily kehilangan sosok ibu yang selama ini selalu dia rindukan. Ketika Adira ada maka Lily benar-benar dipenuhi kasih sayang seorang ibu.
Bahkan untuk mengatakan pada Daddynya Lily tidak mau, karena baginya Adira sudah banyak menahan penderitaan. Lily tahu jika dia menahan Adira saat itu maka mungkin saja Adira tidak akan pergi.
Tapi Lily tidak mau lagi menjadi penyebab Adira menahan semua penderitaan itu.
“ Mama Lily rindu...apa Mama baik-baik saja? Mama tidak sakit lagikan, Lily mau Mama gak menangis karena kesakitan lagi, tapi Lily rindu sama Mama ” isak Lily menyeka air matanya pelan.
“ Padahal Lily sudah janji gak menangis lagi..Lily sudah janji akan membiarkan Mama pergi..tapi sekarang Lily mau Mama kembali, Lily rindu sekali..”
Bukan hal yang baru gadis kecil itu menutupi perasaannya dari orang lain. Karena sebelum kedatangan Adira pun Lily sudah terbiasa tidak menunjukkan kesedihan atau penderitaannya.
Sama saat mengikuti semua les yang membuatnya sangat kelelahan, tapi dari pada mengatakan kepada anggota keluarganya yang lain bahwa dia sudah tidak sanggup. Lily memilih diam dan tetap menjalani itu semua, karena dia tahu dengan menjadi anak yang penurut maka dia tidak akan merepotkan Daddy atau saudaranya yang bahkan tidak memiliki waktu untuk sekadar menanyakan kabar Lily.
Saat ini semua anggota keluarga Brown berada di titik kerinduan dan penyesalan masing-masing. Dimana mereka masing-masing berpikir dialah penyebab kepergian Adira, tapi tidak ada yang berani mengatakan secara langsung bahwa dia memang sudah bersalah.
Juga tidak ada yang berani mengatakan bahwa mereka merindukan Adira, merindukan sosok wanita yang selama ini selalu mereka berikan kebencian yang besar. Tidak ada yang mau merendahkan egonya sendiri untuk mulai berbicara kepada keluarganya bahwa mereka memang membutuhkan Adira.
Oleh karena itu keluarga itu berada di titik saling tertutup dan tak peduli yang tinggi. Membuat mereka hanya menjalani keseharian dalam diam.
**Author minta maaf banget karena terlambat up🙏🏻
Ada kepentingan yang tidak bisa dielakkan maaf ya teman-teman.
Untuk yang bingung episode ini author bermaksud menjabarkan masing-masing perasaan keluarga Brown setelah kepergian Adira. Karena untuk episode selanjutnya akan langsung time skip ke 6 bulan kemudian😄
__ADS_1
Happy Reading😘**