Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
S2 Helena Noah


__ADS_3

Gejala panik yang dia derita akibat bertemu lagi dengan pelaku yang menyebabkan traumanya membuat napasnya sesak.


“ Tolong...hosh..a-aku..tolong..” kata-kata yang diucapkan tersenggal-senggal itu bersamaan dengan rasa sesak yang rasanya memenuhi dadanya membuat pandangan nya semakin lama semakin buram.


Sayup-sayup dia bisa melihat bayangan ayahnya yang juga mulai mendekat ke arahnya.


“ Selama ini aku mencari kemana-mana sial*n jangan membuat aku lebih marah lagi!! ”


Begitu Darwin ingin menarik Helena lagi dengan cepat tangannya ditarik kuat dan disilangkan ke belakang tubuhnya.


“ Arghh sakit sekali!! Siapa kau?! ”


Seorang pria berpakaian serba hitam dengan tubuh kekar itu langsung menahan kuat tubuh Darwin hingga dia merontah-rontah kesakitan.


Zein melewati orang itu lalu menutupkan jas miliknya kepada Helena.


“ Tenanglah ” ucap Zein lembut, sedikit banyak dia tahu kondisi trauma Helena setelah banyak mendengar cerita Adira.


“ Siapa pula berengs*k ini?! Jangan ikut campur urusan orang lain dia itu putriku! Terserah mau bagaimana aku mendidiknya! ”


Zein menatap penuh amarah pria yang nampak aruk-arukan itu, tubuh kurus ceking dengan mata merah dan rambut acak-acakan. Sekali lihat saja Zein bisa tahu pria itu pencandu alkohol dilihat dari matanya yang memerah.


Dia ingin bertanya kepada Helena apa benar pria itu adalah ayahnya, tapi melihat kondisi Helena yang seburuk itu Zein tak mungkin mementingkan tentang itu saat ini.

__ADS_1


Zein berdiri dan melayangkan tinjunya dengan mulus.


“ Cih beraninya kau menganggu putriku! ” geram Zein.


“ Putrimu? Jangan bodoh dia itu putriku! Siapa kau mengaku-mengaku apa jangan-jangan kau pria berengs*k yang pacaran dengan wanita gila ini! ”


Bugh!


Bugh!


Tak bisa menahan amarahnya Zein memukul pria itu lagi dan lagi.


“ Dengarkan aku sekali lagi aku melihatmu berkeliaran dan menemui putriku saat itu juga aku akan membunuhmu! Tidak peduli kau ini ayahnya atau tidak tapi bajing*n seperti kau tidak pantas disebut manusia! Sekarang dia adalah putriku setitik saja kau terlihat kau akan mati di tanganku! ”


“ Singkirkan pria ini sekarang juga! Aku akan membunuh kalian jika pria ini terlihat lagi! ”


“ Baik Tuan ” jawaban tegas yang diucapkan serempak oleh pengawal Zein itu. Lalu dengan cepat mereka menyeret keluar Darwin dan dapat dipastikan dia tidak akan bebas begitu saja dari masalah yang sudah diciptakannya itu.


Zein sangat ingin memapah Helena untuk berdiri, tapi dia tahu menantunya itu memiliki trauma hingga tidak bisa bersentuhan dengan lawan jenis.


Zein membuka dasinya, lalu mengulurkan ujung dasi itu pada Helena.


“ Helena dengar kamu bisa melihat ujung dasi inikan, pegang ujung dasinya dan berdiri lah perlahan ” ajak Zein.

__ADS_1


Helena masih dengan posisi menunduk dengan kepala yang tertutup jas itu, tapi dia bisa melihat ujung dasi yang menyentuh ujung jarinya itu.


Napasnya masih memburu dan terdengar berat pandangannya hanya samar-samar melihat ujung dasi itu.


“ Atur napasmu pegang ujung dasi itu berdirilah perlahan nak ”


Suara yang terdengar lembut itu seperti memberikan rasa aman pada Helena, perlahan jari-jarinya bergerak menggenggam ujung dasi itu.


Zein menghela napas lega, dia berharap secepatnya membawa Helena pergi dari keramaian itu. Walau dia sudah memerintahkan pengawainya untuk menghalau orang-orang yang berkerumun tapi tetap saja masih ada beberapa orang yang mempertontonkan mereka dari kejauhan.


“ Bagus berdirilah berperlahan semua baik-baik saja ayahmu ada di sini, tidak akan ada yang berani menganggumu ” ucapan tulus Zein melihat Helena yang nampak lemah itu, dia dengan tulus menganggap Helena sebagai putrinya bukan hanya karena Helena adalah istri Noah. Tapi melihat Helena yang seperti itu membuat Zein tidak bisa berhenti membayangkan andai saja Nadia yang mengalami hal itu.


Menumpukan tangan ke lututnya Helena berdiri perlahan dengan satu tangan yang masih menggenggam ujung dasi itu.


Ketika dia berdiri jas yang menutupi kepalanya hampir terjatuh, tapi dengan cepat Zein menahan agar jas itu tidak jatuh.


“ Pegang disini dan tetap tutupi dirimu, melangkah pelan ikuti aku ”


Helena menahan jas itu lalu merasakan ujung dasi dasi yang sedikit tertarik seiring Zein yang melangkah di depannya.


Kaki Helena bergerak perlahan mengikuti langkah kecil Zein, tidak terburu-buru dan cukup tenang.


Hingga Helena benar-benar merasa aman untuk terus mengikuti dirinya.

__ADS_1


Happy Reading😘


__ADS_2