
“ Iya tapi 1 orang itu siapa? Aku penasaran sekali ” sahut Aidan belum puas.
Noah menunjuk ke arah Helena. Aidan yang melihat itu melotot tak percaya. Sementara Adira hanya bisa tertawa kikuk.
“ Aku? ” ungkap Helena tidak percaya.
“ Dira astaga bagaimana kalau aku tidak datang coba kok bisa kamu malah cuma mengundang aku ”
“ Oh..jadi kamu ngak berniat datang ya ”
“ Tidak bukan begitu maksudku hanya aneh saja kamu malah mengundang aku, tanpa undangan pun tentu saja aku akan datang ke pernikahanmu. Kamu ini ada-ada saja ”
“ Padahal pasti Daddy sudah menyediakan slot tamu undangan untuk Nona A ” ujar Aidan.
“ Iya sih tapi aku memang tidak punya orang lain untuk di undang. Biar saja Mas Zein yang menambahkan orang lain untuk di undang ”
“ Tidak bisa begitu, Kak buatkan saja orang yang di undang Nona A itu Kevin, Anne sama Eron ”
Noah menggelengkan kepala cepat mendengar ide Aidan.
“ Hah? Kenapa Kak kan bagus jadi jumlah orang yang Nona A undang akan bertambah ”
“ Tidak Aidan mereka itu teman-temanmu belum tentu juga Nona Adira ingin mengundang mereka ”
Aidan menatap Adira penuh harap.
“ Kalau begitu baiklah tambahkan saja teman-teman Aidan dalam daftarnya. Benar juga aku kan mengenal mereka juga ”
Aidan bersorak girang mendengar hal itu.
“ Baiklah jika itu yang Nona Adira inginkan ” setelah itu Noah kembali berlalu dan meninggalkan tempat itu. Akhirnya masalah tamu undangan itu diputuskan begitu.
~
~
~
“ Mempelai wanita memasuki altar ” panggil Noah yang melaksanakan tugas sebagai MC untuk acara pernikahan Zein dan Adira hari itu.
Pemusik segera memainkan musik dan lagu untuk menyambut kedatangan Adira.
Sementara semua mata tertuju ke arah Adira yang sedang berjalan melewati karpet merah itu. Setiap dia melangkahkan kakinya taburan bunga berjatuhan yang di taburkan dengan rapi oleh Helena, Nadia, dan Lily yang juga berjalan seiring langkah Adira di samping karpet itu.
Adira tersenyum bahagia menatap lurus ke depan sementara kakinya terus melangkah. Zein sudah berdiri tegap di altar itu di dampingi seorang pendeta yang akan memimpin sumpah pernikahan mereka.
Begitu Adira sudah berada dekat dalam jangkauannya Zein menyodorkan tangannya dan dengan lembut Adira meraih tangan Zein.
__ADS_1
Mereka berdua berdiri berhadapan dengan kedua tangan yang saling berpegangan. Semua tamu undangan juga ikut berdiri di tempat masing-masing.
Zein dan Adira mengucapkan sumpah pernikahan itu dengan sangat baik. Setelahnya mereka bertukar cincin pernikahan dan langsung di sambut dengan suara tepuk tangan riuh dari tamu undangan. Pesta pernikahan itu memang tidak terlalu besar namun bukanlah pesta sederhana suasananya cukup mewah.
Dengan tamu undangan yang hadir hanya benar-benar orang-orang yang di anggap penting.
“ Tidak mungkin berakhir di sini kan ” Rey menyikut lengan Aidan memberi kode kepada sahabatnya itu.
“ Kedua mempelai saling mencium! ” sorak Aidan kuat.
Adira menatap tak percaya mendengar sorakan Aidan yang di susul sorakan yang sama dari orang-orang. Dia kemudian melihat ke arah Zein dengan perasaan tersipu dan berharap suaminya itu tahu apa yang harus mereka lakukan selanjutnya untuk meredam kerumunan itu.
Zein tersenyum smirk kemudian meraih pinggang Adira menarik tubuh istrinya itu menempel dengannya.
“ Mas ” kaget Adira.
Belum sempat Adira ingin protes dengan tindakan Zein pria itu sudah menciumnya, ciuman yang tidak berlangsung terlalu lama itu tapi langsung mendapat sorakan bahagia dari semua orang.
“ Aduh Mas..” lirih Adira mengipasi wajahnya yang memerah karena merasa malu harus berciuman di depan anak-anaknya.
Zein tertawa bahagia sambil mencubit gemas pipi Adira wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu kembali.
Setelah itu Noah kembali mengendalikan acara dan mengarahkan semua orang untuk sesi foto.
Dimulai dari kedua pengantin yang berfoto, kemudian di lanjutkan semua keluarga dan juga bersama para tamu undangan.
“ Baik terima kasih sudah datang ya ” balas Adira tersenyum.
Kemudian di lanjutkan oleh tamu-tamu lainnya, sampai akhirnya Adira tersenyum bahagia lalu menyodorkan tangannya terlebih dahulu.
“ Selamat atas pernikahan kalian dan juga aku berutang maaf padamu wanita muda ” Glory menyambut jabatan tangan Adira lalu mengucapkan itu dengan tulus.
“ Semua sudah berlalu itu hanya kesalahpahaman di masa lalu, saya harap Nyonya tidak mengkhawatirkan hal itu lagi ”
Glory menarik tangannya lembut.
“ Jangan terlalu formal begitu denganku cukup panggil aku nenek dari anak-anakmu. Jangan panggil nyonya aku akan senang hanya dengan begitu ”
Adira menganggukkan kepala cepat.
“ Zein aku tahu sebelumnya karena Ibu pernikahanmu gagal. Ibu sangat minta maaf untuk itu anggap saja ini nasehat dari seorang wanita tua jangan pernah berbuat kesalahan yang sama lagi. Jaga istri dan keluargamu dengan baik ”
“ Aku akan selalu mengingat nasehat Ibu ” jawab Zein cepat dan sangat bersyukur ibu mertuanya itu sudah mau mendukung dan menerima dirinya yang menikah kembali.
“ Aku juga mengucapkan selamat atas pernikahan kalian, semoga langgeng dan kalian selalu berbahagia ”
Zein menerima jabatan tangan Scarlet dengan cepat, kemudian Scarlet memeluk Adira sebentar.
__ADS_1
Anak-anak mereka melangkah dengan perlahan dan nampak canggung. Mulai dari Noah yang menjabat tangan Daddynya.
“ Apa perlu sampai seperti ini harusnya kalian tidak perlu sampai menjabat kami juga untuk mengucapkan selamat ” tukas Adira begitu Noah menyodorkan tangannya tapi dua tetap menyambut jabatan tangan Noah.
“ Semoga Daddy dan Nona Adira selalu berbahagia, aku juga berharap Nona Adira dapat bersabar jika ada tingkah laku kami yang tidak menyenangkan. Lalu Nona Adira apa mulai sekarang aku bisa memanggilmu Mama? ”
Mata Adira membulat sempurna dia menatap Noah dan Zein bergantian.
“ Noah..benar kamu tidak masalah jika memanggilku begitu ” ragu Adira.
“ Setelah di pikir-pikir kami sendiri yang membuat hal itu sulit. Nanti seiring berjalannya waktu pasti akan lebih nyaman. Bisakan kami mengubah panggilan itu? ”
“ Tentu saja..ya ampun aku ingin menangis rasanya ” Adira memeluk Noah sebentar.
“ Terima kasih Mama ” ucap Noah dan tentu terdengar kaku.
“ Terima kasih juga Noah ”
Selanjutnya Aidan melangkah dengan bangga.
“ Selamat atas pernikahan Daddy dan Mama ” ucapnya tersenyum lebar, Adira memeluk Aidan sebentar kemudian bergantian memeluk Nadia.
“ Aku sangat senang akhirnya kami punya Mama yang sah ” ujar Nadia bahagia.
“ Terima kasih Nadia ” balas Adira.
Adira memeluk Lily dan mencium lembut pipi gadis kecil itu.
“ Mama sangat cantik Daddy juga sangat tampan ”
“ Dan Lily juga sama cantiknya ” Adira mentoel gemas pipi Lily. Gadis kecil itu tertawa bahagia ikut merasakan kebahagiaan semua orang di sana.
Setelah beberapa tamu lainnya selesai memberikan ucapan selamat, acara kembali di lanjutkan.
Mulai dari acara makan dimana para tamu di jamu dengan sangat baik. Lalu sampai diakhir setiap tamu diberikan souvenir pernikahan.
Akhirnya Adira bisa bernapas lega saat mereka sudah kembali pulang ke mansion. Tapi belum sempat Adira memasuki kamarnya di langsung di cegat oleh Aidan dan Nadia.
“ Ada apa? Kenapa kalian berlari tiba-tiba seperti itu? ” tanya Adira bingung.
Tutorial untuk beri hadiah tinggal klik bagian yang di lingkari di detail novel ini ya teman-teman Terima kasih banyak atas dukungannya 😗
Happy Reading 😘
__ADS_1