
Helena menganggukkan kepala dan tersenyum canggung setelah mendengar perkataan dokter itu dan menatap kepergian dokter itu dengan perasaan aneh. Karena Helena sendiri tidak bisa menjabarkan bisa disebut apa orang-orang di depannya. Bisakah mereka disebut keluarga oleh anaknya Adira nanti karena Adira sudah bercerai dengan Zein.
Itu benar-benar membuat Helena bingung, dia berharap segera ada penyelesaian untuk masalah keluarga itu.
~
~
~
Efek obat bius sudah menghilang Adira juga mulai merasakan rasa sakit yang merebak ke seluruh tubuhnya terutama perutnya yang baru di bedah.
Adira berusaha menahan rasa sakit itu dengan mengenggam erat sprei di bawahnya.
“ Sakit sekali ya, aku minta maaf dan juga sangat berterima kasih karena sudah melahirkan anak kita ”
“ Ini hanya sementara saja Mas..aku juga berterima kasih karena sudah menyelamatkan aku saat di culik ”
“ Tentu saja aku akan menyelamatkanmu, aku tidak akan biarkan hal itu terjadi lagi Dira. Tidak akan pernah ”
“ Aku ingin cepat pulih jadi aku bisa pulang dan merawat anakku. Kasihan sekali dia karena aku masih belum pulih dia jadi harus tetap menetap di rumah sakit, pasti lebih baik..jika dia segera di bawa pulang ke rumah ”
“ Jangan berkata seperti itu anak kita juga masih harus di rawat di inkubator. Dokter bilang meski hanya untuk beberapa hari saja ”
“ Ke-kenapa Mas? Apa yang terjadi dengan anakku? ”
“ Dira kendalikan dirimu jangan panik seperti itu, dia baik-baik saja hanya saja saat ini paru-paru nya masih lemah jadi dia harus di rawat itu hanya untuk sementara ”
“ Itu karena aku bukan ibu yang baik selama hamil andai saja aku menjaganya baik-baik ”
Zein mengerti dengan keadaan emosi Adira yang pasti belum stabil. Dimana ini pertama kalinya bagi Adira mengalami semua ini tentunya dia memikirkan semua yang terjadi adalah salahnya. Tetapi Zein tidak ingin karena hal itu mental Adira terganggu hingga nantinya bisa saja wanita itu terkena baby blues
*baby blues sydrom adalah bentuk kesedihan atau kemurungan yang dia alami wanita setelah melahirkan*
Zein mengecup pelan dahi Adira, mengelus-elus pelan rambut Adira. Menatap dia dengan sungguh-sungguh.
“ Bayi kita akan sangat berterima kasih memiliki ibu sebaik dan sekuat kamu lakukan begitu juga anak-anak yang lain. Jadi kamu harus ingat bahwa cobaan ini akan segera berlalu, kemudian kita semua akan pulang ke rumah kita ”
“ Berhenti bersedih seperti itu karena kamu harus kuat agar bayi kita juga kuat. Hanya sebentar saja setelahnya kamu akan memiliki waktu sepuasnya merawat dia ”
Adira memejamkan matanya menganggukkan kepala walaupun hatinya masih bersedih tapi dia tetap berusaha kuat seperti perkataan Zein karena selama ini dia sudah berjuang sejauh ini hanya demi anaknya dan dia yakin bisa melakukannya lagi-lagi dan lagi untuk anaknya.
__ADS_1
“ Oh..iya Mas anak-anak tadikan mereka juga datang, apa mereka sudah pulang? Mas sebaiknya suruh mereka pulang tidak baik mereka menunggu terlalu lama di sini. Bukannya Aidan dan Nadia masih sekolah besok? ”
“ Aku sudah meminta Noah mengurus adik-adiknya, mereka memang belum pulang. Mereka pergi melihat adik bayinya aku akan pastikan mereka pulang ke rumah tepat waktu karena Ibunya mengkhawatirkan mereka ”
Degg!!
Hati Adira serasa berdebar mendengar Zein menyebut dia Ibu dari anak-anaknya. Karena bahkan ketika mereka masih menikah ketika Adira mengakui dirinya sebagai ibu dari anak-anaknya Zein tidak menyukai hal itu. Tapi sekarang Zein sendiri yang mengakui Adira sebagai ibu dari anak-anaknya.
Seperti sebuah perasaan aneh yang Adira sendiri tak bisa mengenali jenis perasaan yang baru dia rasakan itu. Hingga Adira hanya bisa terus memejamkan mata terdiam tak menanggapi ucapan Zein.
~
~
~
Helena menatap dengan mata berkaca-kaca ke arah seorang bayi yang sedang tertidur dengan selang oksigen yang di pasang di mulut bayi itu.
Semua anak-anak Zein juga menatap pemandangan itu dengan tatapan sedih, mereka tidak menyangka bayi sekecil itu harus di pasangi alat medis yang nampak rumit dan nampak sangat besar hingga menganggu bagi bayi itu.
“ Adik bayi masih sangat kecil Lily kasihan melihat adik bayi ” sendu Lily.
“ Cepat sehat adik bayi kak Aidan janji akan menjagamu dengan baik. Nanti kakak rakitkan sebuah robot untukmu jadi cepatlah pulih ”
“ Iya dasar cerewet aku berbicara pelan kok ”
“ Lihatlah di ingatkan malah ngeyel nanti kalau perawat yang menegurmu baru tau rasa ”
“ Blew ” Aidan menjulurkan lidahnya mengejek ke arah Nadia.
“ Adik bayi jangan mau sama kakak yang cerewet seperti Nadia ya. Gadis ini memang cerewet sekali ”
“ Hei aku hanya mengingatkanmu ”
“ Cih! ” Helena berdecak kesal menatap ke arah Aidan dan Nadia yang berdebat. Dengan cepat mereka berdua langsung terdiam dan berusaha menghindari tatapan mengerikan yang diberikan Helena.
“ Tidak bisa membaca situasi sama sekali teruslah bertengkar biar kalian lihat aku yang akan mengusir kalian berdua dari sini ” ancam Helena dengan sungguh-sungguh. Hingga Aidan dan Nadia tak berkutik sama sekali, mereka kembali fokus melihat ke depan.
“ Hebat juga kau bisa menenangkan si kembar ” guman Noah tapi karena Helena masih dapat mendengar hal itu dia segera menatap Noah dengan tatapan membunuh ingin agar pria itu diam karena dia sedang dalam mood yang tidak baik.
Noah yang mengerti hal itu kembali diam.
__ADS_1
“ Karena ini sudah malam saatnya kalian pulang. Tadi Daddy juga mengatakan kalian harus kembali sebelum malam tapi aku sudah memberikan kelonggaran sedikit ”
“ Yaa..kak Noah Lily belum bertemu Mama Adira ”
“ Iya Kak kita bahkan belum bertemu Nona A, jangan pulang dulu ya..”
Noah mengangkat tangannya memberikan penolakan untuk protes adik-adiknya itu.
“ Tidak bisa kalian besok masih sekolah dan Adira juga belum bisa di temui sampai besok. Jadi ikut Kakak kita segera pulang ”
“ Besok aku akan datang lagi ya Kak ” kekeh Aidan dan mendapat anggukan dari Noah. Dengan cepat mereka bertiga melangkah beriringan mengikuti perintah Noah.
“ Helena kamu juga ikutlah pulang bersama kami ” ajak Noah.
“ Tidak aku akan tinggal di sini untuk menjaga Adira dan bayinya ”
“ Adira masih belum bisa di temui dan kamu juga tidak bisa masuk ke dalam ruang rawat bayi. Ada perawat di sini, jadi ayo ikut pulang dengan kami ”
“ Pergilah aku akan menunggu di sini saja sampai Adira bisa di kunjungi ”
“ Daddy akan marah padaku. Dia memberi perintah untuk memastikan kamu selamat dan nyaman ”
Helena menaikkan alisnya tak paham mengapa pria ini seakan memaksa dia untuk mengikuti perintahnya.
“ Tidak perlu terima kasih atas tawarannya aku baik-baik saja di sini ” tolak Helena.
“ Aku yang tidak bisa membiarkanmu di sini, kamu satu-satunya keluarga Adira kan jadi tidak mungkin aku membiarkanmu di sini. Ikutlah dengan kami setidaknya sebagai seorang Bibi yang berkunjung ke rumah keponakannya ”
“ Hah? Keponakan? ”
“ Iya kamu sendiri yang bilang kamu saudara Adira, jadi sudah tentu kamu adalah Bibi kami. Apa Bibi masih tetap tidak mau bermurah hati menginap sebentar saja di rumah kami ”
“ Kau! ” Helena mengepalkan tinjunya ke depan karena kesal, tapi Noah tetap dengan ekspresi tenangnya.
“ Ayo Bibi aku tidak mau nanti bilang pada Adira kalau kami tidak memperlakukan saudara satu-satunya dengan baik ”
“ Aku tidak akan bilang seperti itu ya ”
“ Kalau begitu ayo Bibi ” Noah mempersilakan Helena berjalan duluan dengan merentangkan tangannya.
“ Dasar...” geram Helena kemudian dia melangkah cepat menyusul Aidan, Lily dan Nadia.
__ADS_1
Noah hanya tertawa kecil melihat itu.
Happy Reading😘