Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
Penghuni Baru Mansion Tua


__ADS_3

Setelah delman itu menjauh Derril mengepal tangannya kuat.


“ Sayang sekali ” gumannya tajam dengan ekspresi kecewa.


~


~


~


Setelah membayar ongkos kepada kusir delman itu, Adira melangkahkan kakinya pelan memasuki rumah.


Pikirannya masih di penuhi rasa takut dan cemas.


Dia berjalan pelan melewati Helena yang sedang menyantap makanannya di meja makan itu, Adira meneguk segelas penuh air untuk memulihkan kembali tubuhnya yang terasa tertekan sejak tadi.


Rasa sejuk air membasahi tenggorokannya memang memberi sedikit kesadaran yang lebih baik.


“ Kamu berjalan jauh sekali ya makanya sampai selelah itu, aku kan sudah bilang jangan memaksakan diri ” Helena langsung mengomel.


Adira mendudukkan tubuhnya pelan di kursi yang saling berhadapan dengan Helena. Helena juga menghentikan omelannya melihat ekspresi serius yang di tunjukkan Adira.


“ Helen..apa akhir-akhir ini kamu pernah mendengar kabar ada orang aneh yang berkeliaran di desa? ”


“ Orang aneh bagaimana maksudmu? ”


“ Yaa..mungkin entah ada orang gila atau yang berperilaku aneh baru-baru ini muncul di desa..kan bisa saja ada yang seperti itu ”


“ Tidak aku tidak pernah dengar ada yang seperti itu ”


“ Huftt..” Adira menghela napas berat memijit pelipisnya pelan, lalu jika bukan orang gila siapa yang mengikuti dia tadi.


“ Apa kamu bertemu orang gila atau orang aneh entah apalah itu?! ” Helena bertanya cepat.


“ Tidak bertemu secara langsung..tapi tadi waktu aku berjalan rasanya ada yang terus mengikuti aku diam-diam dari belakang. Aku bahkan sempat melihat orang itu bersembunyi di balik pohon ”


“ Apa?! Tunggu dulu..kenapa kamu tidak menangkap dia? Beri saja pelajaran langsung agar orang itu tidak berani main-main lagi ”


“ Kamu pikir aku mau cari mati, bagaimana kalau orang itu memang jahat. Tadi saja beruntung aku bertemu dokter Derril makanya orang aneh itu langsung pergi ”


“ Kalau begitu lain kali jangan sembarangan pergi keluar sendiri setidaknya sampai kita tahu siapa orang aneh itu ”

__ADS_1


“ Iya ” jawab Adira pasrah, karena tanpa Helena memperingatkan pun dia sendiri sudah takut untuk keluar sendirian.


~


~


~


Sampai keesokan harinya pun Adira tidak melangkahkan kaki keluar dari pekarangan rumah. Dia hanya menghabiskan waktu mengurusi tananam saja.


Helena datang napasnya sedikit terengah mungkin karena dua keranjang yang berisi susu itu, makanya Helena nampak kelelahan.


“ Cuaca di luar cukup panas, masuklah ke dalam rumah atau kulitmu nanti terbakar ” setelah meletakkan keranjang Helena sibuk mengipasi wajahnya dengan topi bulat.


“ Kenapa tidak suruh pekerja saja yang mengangkut susu-susu itu ke rumah ” Adira melepaskan sarung tangan berkebunnya dan memberikan botol minum kepada Helena yang kebetulan awalnya Adira siapkan untuk jaga-jaga jika nanti dia kehausan.


Helena langsung meneguk air itu cepat.


“ Wah..leganya, semua pekerja sedang sibuk terpaksa aku yang harus turun tangan sendiri. Oh iya apa kamu sudah dengar kabar terbaru? ”


“ Kabar terbaru apa? ” Adira bertanya walau sebenarnya dia tidak terlalu tertarik untuk tahu karena paling itu gosip terbaru yang menyebar di desa itu. Lalu bisa saja itu gosip yang berisi tentang pertemuan Adira dengan Derril kemarin, itu sudah lumayan sering terjadi.


“ Katanya ada keluarga baru yang pindah ke mansion tua ” ucap Helena memberitahu hal itu secara serius.


“ Iya, orang-orang bilang beberapa hari yang lalu ada beberapa kuli yang bekerja merenovasi mansion, mungkin agar layak di tinggali. Tapi tidak ku sangka akhirnya mansion itu akan kembali dihuni padahal banyak cerita horor tentang mansion itu ihhh..mengingat saja sudah seram ”


Adira geleng-geleng kepala melihat sahabatnya itu masih percaya tentang hal-hal seperti itu.


“ Sudah sebesar ini tapi masih percaya tahayul tentang hantu, kalau mansion itu berhantu tidak mungkin ada yang mau tinggal di sana ”


“ Habis mau bagaimana memang karena lama tidak dihuni melihat mansion itu bawaannya jadi merinding, tapi kalau ada yang mau tinggal di sana justru lebih bagus setidaknya cerita horor tentang mansion itu akan berkurang ”


“ Tapi memang ada yang menarik dengan penghuni baru mansion itu? ” jika kabar itu sampai menjadi buah bibir orang-orang berarti bukan hanya karena mansion tua yang akhirnya di tinggali, tapi orang yang akan tinggal di mansion itu juga pasti menarik perhatian orang-orang.


“ Katanya keluarga pindahan dari kota, makanya orang-orang ramai menduga mungkin orang kaya yang sudah bangkrut sampai akhirnya harus memilih tinggal di mansion tua yang berada di tengah-tengah desa ” jelas Helena panjang lebar.


“ Ohh ” singkat Adira.


“ Aku juga bingung entah apa tujuan orang yang membangun mansion semegah itu di tengah desa, kalau akhirnya akan di biarkan terbengkalai selama itu ”


“ Entahlah mungkin orang yang gabut tidak tahu harus menghabiskan uangnya untuk apa ” lirih Adira.

__ADS_1


Mulut Helena ternganga mendengar jawaban sahabatnya itu, karena jika memang ada orang yang sampai bingung cara menghabiskan uangnya. Tentu berbanding terbalik dengan mereka yang harus banting tulang untuk mendapatkan uang.


~


~


~


Di siang hari bolong keesokan harinya Helena melangkah cepat menghampiri Adira yang masih fokus dengan rajutan di tangannya.


“ Dira kamu tahu semua orang bilang mereka percaya kalau penghuni baru mansion bukan manusia ” ucap Helena dengan sangat antusias.


“ Hah? Lalu maksudmu penghuni baru itu dedemit ”


“ Bukan, tapi semua orang bilang penghuni baru itu pasti keluarga vampir bukan manusia biasa ”


“ Helen...kamu mau setua apa lagi sampai percaya omong kosong seperti itu ” Adira bahkan tak habis pikir hal yang membuat Helena begitu semangat adalah rumor konyol itu.


“ Aku tentu tidak percaya kalau penghuni baru itu vampir ”


“ Ohh Tuhan baguslah hampir saja aku pikir kamu bodoh ” syukur Adira cepat.


“ Dasar..enak sekali menganggap aku akan percaya hal seperti itu, tapi yang pasti dari ucapan orang-orang mengapa mereka berpikir penghuni baru itu keluarga vampir karena ketampanan dan kecantikan keluarga itu ”


“ Ohh ”


“ Aduh berhenti hanya bilang oh saja mulai dari tadi, apa kamu tidak penasaran ingin melihat keluarga yang katanya sangat tampan itu ”


“ Tidak ” jawab Adira cepat, karena untuk ketampanan sepertinya dia pernah di kelilingi pria-pria tampan. Mulai dari Zein mantan suaminya, sampai Noah dan Aidan sampai Adira kadang merasa minder jika harus berjalan diantara mereka karena akan langsung menarik perhatian orang-orang.


Mungkin karena wajah mereka yang terlihat jelas blasteran dengan warna mata hijau keabu-abuan itu, tentu saja jadi pusat perhatian.


“ Aku sendiri bingung kenapa bisa lemah terhadap orang tampan ” Helena tersenyum sumringah membayangkan wajah-wajah pria tampan idamannya.


“ Lemah pria tampan tapi sampai sekarang belum pernah pacaran ” ucap Adira menghentikan khayalan Helena.


“ Habisnya belum ada yang cukup tampan, sudahlah lagian kamu tidak tertarik juga aku mau mau makan siang dulu ”


Adira hanya membalas dengan tawa kecil, dia sebenarnya cukup tahu alasan Helena tidak berani dekat atau pacaran. Karena trauma yang dibuat Ayahnya belum hilang. Bagi Helena sendiri pria hanya makhluk kejam yang hanya bisa memukuli wanita apalagi jika wanita itu lemah.


**Mohon bantuannya untuk like, komen, dan beri hadiah untuk novel ini supaya performanya naik😊

__ADS_1


Happy Reading 😘**


__ADS_2