
“ Katakan saja dari penggemarnya. Aku sangat menyukai penampilannya sungguh itu benar-benar hebat ” ucap Adira bersungguh-sungguh.
“ Baiklah kalau begitu Nona ” pembawa acara itu pergi menuju panggung untuk menyerahkan buket bunga itu.
Segera Adira beranjak dari tempat dia duduk tadi, dan melihat Nadia dari sudut belakang yang lumanyan tertutup jika dilihat dari atas panggung.
“ Nadia penampilanmu tadi sangat bagus ” sapa pembawa acara itu kepada Nadia.
“ Terima kasih atas pujiannya Pak ” balas Nadia.
“ Ini buket bunga untukmu ”
Nadia merasa bingung mengapa pembawa acara itu memberinya buket bunga.
“ Tapi itu bukan dariku, tadi ada seorang wanita yang mengaku penggemar beratmu lalu meminta tolong padaku untuk memberikannya padamu ”
“ Penggemar berat? ” tanya Nadia seolah tak percaya.
“ Benar, Nona itu duduk di sana ” pembawa acara itu menunjuk ke arah tempat Adira duduk tadi, dan sudah tidak ada siapapun di sana.
Seperti bisa menduga hal itu beruntung Adira segera pergi dari sana.
“ Ah..ternyata dia sudah pergi. Intinya itu dari penggemarmu sekali lagi selamat atas penampilanmu hari ini ” pembawa acara itu berlalu pergi.
Nadia memeriksa buket bunga itu mencoba mencari petunjuk kira-kira siapa yang memberinya buket bunga. Karena selama ini dia tidak pernah mendapatkan satupun buket bunga.
Nadia menemukan kertas pesan yang terselip diantara bunga itu, dan segera Nadia membacanya.
“ **Terima kasih untuk penampilan hari ini, kamu pasti sudah berlatih dengan giat dan juga bekerja keras. Aku harap kamu berbahagia ”
From : Penggemarmu**
Itu tulisan yang tertera pada kertas pesan itu.
“ I-ini apa..siapa yang memberikan buket bunga ini sebenarnya ” Nadia seakan sulit berkata-kata karena dia merasa terharu baru kali ini ada yang memuji penampilannya apalagi sampai memberikan buket bunga juga pesan seperti itu.
Nadia memeluk buket bunganya itu dengan senang dan menyimpan baik-baik kertas pesan itu, tidak peduli siapa yang memberikannya yang terpenting dia merasa sangat bahagia menerima hal itu.
Adira bisa bernapas lega setelah dia melihat raut wajah bahagia Nadia setelah menerima buketnya.
__ADS_1
“ Aku tahu dia pasti merasa sedih melihat teman-temannya yang diberikan buket bunga oleh orang tuanya sedangkan dia tidak. Jika aku di posisi itu juga akan merasakan hal yang sama ” guman Adira, dia akhirnya memutuskan untuk pulang karena tidak ada hal lain lagi yang harus dia lakukan di sini.
“ Hah..percuma juga dibicarakan, bu. Pihak sekolah juga akan selalu berpihak kepada anak itu. Makanya dia selalu mendapatkan peran utama setiap musikal sekolah ”
“ Benar sekali tidak disangka karena dia anak dari pengusaha kaya seperti Zein Brown dia di anak emaskan di sekolah ini ”
Adira terdiam kaget mendengar ucapan para orang tua yang berkumpul-kumpul di sana, dia tidak menyangka para orang tua itu malah menjelek-jelekkan Nadia.
“ Anakku lebih bagus berakting dari pada dia yang ekspresinya selalu datar. Tapi lihat anakku malah terus dapat peran figuran ” tukas seorang ibu dengan judesnya.
“ Ekspresi datar?! Dia tidak lihat apa betapa bagus Nadia tadi berperan sampai-sampai semua orang juga ikut terharu ketika dia berakting sedih ” , protes Adira dalam hati tidak terima dengan perkataan wanita itu.
“ Aku juga tidak tahu mengapa pelatih drama sekolah memilih dia sebagai peran utama, padahal kalau kata anakku wajahnya selalu berekspresi datar ”
“ Maklum Bu berhasil karena sogokan Ayahnya saja ” timpal orang tua yang lain.
“ Wah! Aku tidak menyangka masih ada saja orang-orang yang menjelekkan orang lain dibelakang ” sinis Adira mendekati kumpulan orang tua itu.
Para orang tua itu saling berbisik satu sama lain mempertanyakan identitas wanita yang berani mengkritik mereka itu.
“ Kalian pasti tidak puas karena yang menjadi peran utama adalah anak-anak kalian. Tapi malah Nadia. Harusnya kalian tahu kalau saja bukan Nadia yang jadi pemeran utama apa drama musikal itu akan sebagus ini ” tegas Adira.
“ Aku penggemar beratnya Nadia kenapa? Ekspresi datar katamu! Jelas-jelas semua penonton bertepuk tangan untuk penampilan Nadia. Apa penonton bersorak saat adegan anakmu! ” Adira berucap keras kepada para orang tua itu.
“ Hanya anak gadisku yang mampu membuat semua penonton berdiri dan bertepuk tangan. Setelah anak-anak kalian berhasil melakukan itu baru berani mengkritiknya! ”
Para orang tua itu terdiam seketika.
“ Jangan menghina anak gadisku sesuka kalian! Karena aku tidak akan tinggal diam ” ancam Adira dengan penuh penekanan lalu dia melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
~
~
~
Adira masuk ke dalam mobil masih dengan perasaan kesal setelah mendengar ucapan para orang tua tadi.
“ Kita akan kembali ke rumah sekarang Nyonya ” tanya supir itu memastikan.
__ADS_1
“ Iya Pak ” jawab Adira singkat.
“ Bapak tahu tadi ada beberapa orang tua yang sangat menyebalkan bisa-bisanya mereka bilang akting Nadia buruk. Mereka juga bilang dia tidak pantas untuk menjadi pemeran utama. Bukannya itu keterlaluan ” kesal Adira.
“ Itu sangat keterlaluan Nyonya bagaimana bisa mereka seenaknya menilai kemampuan Nona Nadia ”
“ Benar sekali Pak makanya aku sangat marah ingin rasanya aku menjambak rambut ibu-ibu yang menjelek-jelekkan Nadia tadi. Berani sekali mereka mengatakan hal yang tidak benar tentang anak gadisku! ” Adira meluapkan amarahnya dengan bercerita kepada supir itu.
Si supir tersenyum melihat bagaimana Adira marah layaknya seorang ibu yang merasa kesal saat ada orang yang mengejek anaknya.
“ Tidak apa-apa Nyonya yang penting yang dikatakan mereka sama sekali tidak benar ” ucap sang supir menenangkan Adira.
“ Tentu saja tidak benar, aku sendiri melihat Nadia yang berlatih dengan keras setiap harinya. Kalau orang-orang itu bilang aktingnya buruk itu sangat salah apalagi sampai bilang Nadia mendapatkan peran utama karena Mas Zein menyogok sekolah. Ahh..pokoknya kesal sekali jika mengingat hal itu lagi ” rutuk Adira.
“ Benar Nyonya lupakan saja masalah ini anggap saja orang-orang itu berkata begitu karena mereka iri kepada Nona Nadia ” ucap sang supir sembari fokus mengemudi di jalanan.
“ Bapak benar itu karena mereka iri Nadia sangat baik dalam berakting sampai anak-anak mereka tidak punya kesempatan untuk jadi peran utama ” rasa kesal Adira sedikit berkurang setelah mendengar ucapan si supir.
“ Aku tidak menyangka akan memakan banyak waktu juga ternyata menyaksikan musikal itu, sekarang sudah jam tiga sore ” Adira melirik arlojinya.
“ Apa Nyonya memiliki janji lain? Perlu saya antarkan ke sana Nyonya ”
“ Tidak Pak, aku tidak punya janji di tempat lain. Hanya saja akan lebih bagus jika aku bisa kembali ke rumah lebih cepat ” tutur Adira.
“ Perlu saya percepat laju mobilnya Nyonya ” tawar si supir lagi.
“ Tidak perlu Pak, yang penting kita sampai di rumah dengan selamat ” balas Adira.
Lalu setelah beberapa menit di perjalanan Adira akhirnya tiba di rumah, dia segera masuk ke dalam rumah.
“ Nyonya Anda sudah pulang ” sapa pelayan kepada Adira.
“ Seperti yang kau lihat aku tiba di rumah dengan selamat ” Adira menjawab dengan sedikit bercanda.
“ Begini Nyonya tadi Tuan Besar menelpon menanyakan Nyonya ada di rumah atau tidak. Karena Nyonya pergi saya bilang Nyonya tidak ada dirumah. Tuan Besar juga menanyakan Nyonya pergi ke mana. Tapi saya tidak bisa jawab karena Nyonya tidak mengatakan pergi ke mana ” jelas pelayan itu.
“ Mas Zein mencariku?! ” Adira tercengang.
Happy Reading😘
__ADS_1