
Noah tersenyum tipis melihat gelagat istrinya yang baginya sangat imut dan dia senang menggoda Helena. Tangan Noah membuka kembali kancing jas dan kemeja yang tadi sudah dia kenakan. Jika ingin pergi ke mansion Noah tidak mungkin menggunakan pakaian formal itu.
Dia berjalan dengan otot dada dan perut yang terpampang nyata, mencari baju yang akan dia kenakan.
“ Akh..” suara pekikan pelan.
Helena tercengang kemudian dengan cepat memegangi kepalanya seolah sedang kesakitan, dan segera membalikkan badan.
Dia tak menyangka kepalanya terbentur begitu saja ke dada Noah, sementara pria itu sedang tidak memakai baju.
“ Aku lupa membawa handuk menyingkirlah sebentar aku akan mengambilnya sebentar saja ” pinta Helena pelan tak berniat berbalik menghadap Noah.
Noah berusaha menahan tawa melihat tingkah istrinya yang malu-malu untuk melihat dia.
“ Apa aku jahili saja? habisnya istriku ini imut sekali ” , batin Noah.
Perlahan dia mendekati Helena dan menyudutkan wanita itu sampai bersandar ke lemari.
“ Hei kau sedang apa? ”
Mata Helena melotot dan menatap waspada.
“ Pfftt hahahahaha”
__ADS_1
Tawa Noah akhirnya pecah, Helena mengerutkan kedua alisnya tak paham mengapa tiba-tiba pria itu malah tertawa.
“ Hah ekspresimu itu astaga kalau orang lain melihatnya pasti berpikir aku pria mes*m yang mau mengganggumu padahal aku suami tapi sikap waspada aneh apa itu ” ledek Noah.
“ Siapa juga yang tidak terkejut tiba-tiba didesak seperti itu dasar, sudahlah menyingkir ”
Sekarang Helena tahu kalau dia sedang dijahili, dengan cepat dia membuka lemari dan mengambil handuknya.
“ Lain kali kalau kau jahili lagi aku bakal balas ”
“ Memangnya mau balas dengan apa ” Noah terdengar sombong seakan yakin kalau Helena tidak akan bisa membalas kejahilannya.
“ Oh lihat saja nanti ” tukas Helena lalu dia segera memilih untuk mandi dan berhenti meladeni Noah untuk berdebat.
~
~
Helena dan Noah saling pandang, mereka sama-sama tidak menduga yang membuka pintu malah Aidan bukan pelayan apalagi Aidan datang menyambut mereka dengan masih memakai apron.
Noah melangkah masuk diikuti dengan Helena yang juga berjalan di sampingnya. Aidan sedikit menyusul tertinggal dibelakang setelah menutup pintu.
“ Aku baru tahu ada pekerja baru di mansion ”
__ADS_1
“ Jangan mengejek, aku hanya ikut membantu Mama menyiapkan masakan untuk menantu pertama keluarga kita. Itu juga salah kakak kenapa baru sekarang membawa kakak ipar kemari ”
“ Kenapa juga aku harus mengikuti ucapanmu ”
“ Kakak ipar tolong buat suamimu mengerti kalau kami juga merindukan kakak ipar, kakak ipar kan bukan hanya milik kak Noah sendiri ” merasa kalah dari Noah, Aidan dengan cepat meminta bantuan dari Helena.
“ Bukan begitu Noah sebenarnya sudah mengajak untuk datang tapi aku yang tidak bisa menyisihkan waktu ” jelas Helena.
“ Oh aku dengar kakak ipar mulai menjalankan peternakan yang baru ya pantas saja kakak ipar sangat sibuk, harusnya Kak Noah lebih banyak membantu kakak kalau begitu ”
“ Noah banyak membantuku kalau tidak aku pasti tidak bisa menjalankan peternakan itu ”
“ Aku senang mendengarnya kakak ipar, aku juga akan ikut membantu kakak ipar jadi jangan segan untuk mengatakan jika membutuhkan tenaga tambahan ”
“ Bocah ini selalu banyak bicara lebih baik sekarang kau jangan menganggu Helena, biarkan dia tenang sebentar ”
“ Heh jangan begitu justru aku merasa nyaman dan baik-baik saja dengan itu, sikap itu justru malah membuat orang canggung ” tegur Helena pada Noah.
“ Aku kan sudah pernah bilang kakak ipar kalau kak Noah itu orang yang tidak peka ”
“ Aidan sedikit pun itu tidak salah ” tukas Helena membenarkan, Noah geleng-geleng kepala melihat tingkah dua orang itu yang kompak menilai sikapnya.
Happy Reading😘
__ADS_1