
Noah mendengarkan Helena dengan serius, wanita yang bahkan masih belum menginjak usia 20 tahun itu tapi terdengar sangat dewasa.
“ Kalau boleh tahu kapan tepatnya kau berhenti sekolah? ”
“ Ah..itu aku hanya sempat bersekolah sampai kelas 2 SMA ”
“ Mengapa kau berhenti sekolah saat itu? Apa yang membuatmu harus memilih jalan itu? ” Noah ingin Helena menjawab pertanyaannya sehingga dia bisa sedikit demi sedikit tahu penyebab trauma pada istrinya itu.
Helena menundukkan kepala baginya menjawab pertanyaan Noah itu cukup sulit. Tapi tentunya pria itu pasti juga akan mencari tahu tentang dia suatu hari nanti dan tidak ada gunanya menyembunyikan hal itu.
“ Aku kabur dari rumah..ada beberapa waktu aku hanya tinggal di sembarang tempat sampai akhirnya memutuskan untuk tinggal di desa ”
Noah mendengarkan dengan sungguh-sungguh.
“ Pertama kali tinggal di desa aku langsung diterima untuk bekerja sebagai pekerja di ladang atau sawah petani yang ada di sana, ya walau hanya pekerja harian dan tidak menetap. Karena itu terkadang aku punya uang yang cukup tapi setelahnya ada juga saat aku kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari ”
Helena berjalan pelan di depan Noah sembari menceritakan banyak hal lain tentang dirinya awal mula dirinya tinggal di desa dan sampai akhirnya dapat membangun peternakan.
Tapi bukan cerita bagaimana Helena hidup di desa yang membuat Noah sangat penasaran, melainkan kisah hidup Helena sebelum dia kabur dari rumah.
“ Selama kau kabur dari rumah apa orang tuamu tidak mencarimu? ” tanya Noah kembali mencari tahu ke topik awal.
Helena terdiam ragu dimana dia sudah berusaha mengalihkan pembicaraan dan berniat hanya memberitahu Noah tentang kehidupannya di desa bukan tentang masa kelam yang sangat ingin dia sembunyikan.
“ Sepertinya masih ada beberapa orang yang bekerja di sana, bagaimana kalau kita melihat ke situ sebentar aku penasaran apa yang mereka kerjakan ” ucap Helena tanpa menunggu jawaban Noah tapi langsung melangkah pergi.
Noah langsung tahu sebenarnya itu hanya alasan Helena untuk melarikan diri dari topik pembicaraan itu. Dia hanya berjalan pelan menyusul istrinya itu.
“ Boleh aku tahu kalian sedang mengerjakan apa? ” tanya Helena kepada pekerja itu.
Pekerja itu memandang ke arah Helena bertanya-tanya siapa wanita itu karena mereka tak mengenalnya.
“ Kami hanya sedang memperbaiki tangki air yang ada di sini, Nona sendiri sedang apa di peternakan ini? ” tidak heran pekerja itu menanyakan hal demikian karena memang sangat jarang ada orang yang berkunjung ke peternakan itu tanpa tujuan khusus.
__ADS_1
“ Dia adalah istriku dan juga pemilik peternakan ini ” ucap Noah sebelum Helena sempat menjawab.
Para pekerja itu langsung menyisih sebentar dari pekerjaan mereka dan berdiri hormat.
Seorang dari mereka langsung menyodorkan tangan ingin bersalaman dengan Helena.
“ Maaf Bu, karena tidak mengenali Ibu kami jadi kurang sopan. Perkenalkan Bu saya Ghani ” pekerja yang bernama Dhani itu memperkenalkan diri secara sopan, tapi Helena tak kunjung membalas uluran tangannya. Membuat dia bingung apa ada yang salah dari tindakannya.
Helena berdiri kaku dan melirik ke arah Noah, dia tidak tahu harus berbuat apa karena dia sama sekali tak bisa membalas jabatan tangan pria itu karena trauma yang dia miliki.
“ Satu aturan baru yang harus kalian tahu bahwa istriku tidak bisa membalas jabatan tangan karena dia tidak bisa bersentuhan dengan lawan jenis ”
Ghani menarik tangannya dengan canggung dia melihat ke arah teman-temannya yang lain, dan nampak sama bingungnya dengan dia.
“ Aku benar-benar minta maaf karena tidak bisa membalas jabatan tanganmu, walaupun terkesan sombong. Aku mohon pengertian dari kalian karena aku memang tidak bisa bersentuhan dengan pria ” Helena mencoba menjelaskan kondisinya kepada para pekerja itu.
“ Aku Helena walaupun aku jadi atasan kalian tapi kalian bisa memanggilku senyaman kalian saja ”
“ Baik Bu Helena kami harap kami bisa melaksanakan pekerjaan yang terbaik ke depannya ”
Helena menganggukkan kepala pelan.
“ Noah apa ada alasan mengapa peternakan ini akhirnya tutup? ”
“ Itu karena pemilik gagal dalam produksinya, kenapa apa itu membuatmu takut? ”
“ Ah..tidak aku hanya sedikit khawatir bagaimana jika nanti peternakanku juga tidak berjalan bagus di tempat ini ”
“ Sepertinya aku yakin peternakan ini akan hidup kembali jika kau yang mengurusnya ”
“ Aku juga berharap begitu ” ujar Helena pelan.
Mereka menghabiskan beberapa jam di peternakan itu sembari berkeliling dan mencari tahu lebih banyak tentang tempat itu.
__ADS_1
Setelah semua selesai Noah mengajak Helena pulang, mereka melewati perjalanan dengan di isi lebih banyak keheningan dan hanya berbicara sesekali. Helena juga terlalu asik melihat pemandangan kota itu dari jendela mobil yang terbuka hingga dia tidak terlalu fokus kepada Noah.
Mobil mereka berhenti karena lampu jalan yang berwarna merah. Noah melirik sebentar ke arah Helena, ketika dia tersadar ada seorang pria di mobil lain sebelah mobil mereka terus menatap ke arah Helena.
Noah merasa aneh ketika pria itu nampak tersenyum dan mengamati Helena, dengan cepat Noah menekan tombol untuk menutup jendela yang ada di arah Helena.
Helena menatap heran ke arah Noah dengan ekspresi bertanya kenapa tiba-tiba pria itu menutup jendela.
“ Polusi udara lebih terasa di saat seperti ini dan itu tidak baik untuk pernapasan ” ucap Noah asal, sebenarnya dia menutup jendela itu hanya karena tidak suka pria tadi terus menatap Helena seperti itu.
“ Ohh..” Helena membulatkan mulutnya dia hanya ingin menerima mungkin itu sudah gaya hidup yang di jalani Noah.
Ketika mobil berjalan Helena tidak membuka jendela lagi, dan hanya fokus memainkan game di ponselnya.
“ Apa ada hal lain yang ingin kau lakukan? Selain mengunjungi peternakan apa kau ingin pergi ke suatu tempat? ” tanya Noah membuka pembicaraan.
“ Tidak ada tempat lain yang ingin aku kunjungi, lagi pula aku juga tidak terlalu mengenal daerah sini ”
“ Kau mau aku mengajakmu ke beberapa tempat terkenal di kota ini ”
“ Tidak perlu menurutku semakin lama tinggal di sini aku pasti bisa mengenali tempat ini dengan cepat ” sebenarnya Helena enggan untuk merepotkan Noah, sementara Noah saja sudah meluangkan waktunya untuk menemani dia ke peternakan.
“ Baiklah sebenarnya begitu juga bagus untuk beberapa hari ini memang kamu harus beristirahat, banyak hal yang sudah terjadi dan pasti masih banyak kejadian yang terduga yang mungkin bisa saja terjadi ”
“ Noah tapi aku baik-baik saja aku harap jangan mengkhawatirkan masalah kesehatan atau mungkin berpikir aku sakit. Memang tubuhku penuh bekas luka dan itu hanya tinggal bekas saja, aku tidak merasakan sakit lagi ” Helena menekankan hal itu melihat Noah yang seperti terlalu berhati-hati tentang dirinya, dan memperlakukan Helena layaknya seorang yang sedang sakit.
“ Kau masih belum sepenuhnya sembuh, di luar semua nampak baik-baik saja. Tapi tidak dengan mentalmu yang belum sembuh, untuk itu aku juga tidak bisa menyembuhkanmu. Satu hal yang bisa aku lakukan adalah menjadi pelindung untukmu. Dimana pun dan kapanpun jika kau merasa tidak baik-baik saja kau bisa mengandalkan aku ”
Helena menatap Noah dengan mata berkaca-kaca, karna mendengar seseorang yang ingin melindungi dirinya tidak pernah dia alami sebelumnya.
“ Hah..kau ini kenapa tiba-tiba bicara seperti itu, saat ini benar-benar seperti kau yang biasanya bersikap dingin..” Helena mengipasi wajahnya untuk mencegah air matanya jatuh.
“ Aku tidak berniat bersikap dingin kepada istriku sama sekali Helena, aku bisa menjadi pendengar yang baik jika kau butuhkan ”
__ADS_1
Happy Reading 😘