Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
S2 Helena Noah


__ADS_3

Hingga ketika Noah mulai bergerak mengangkat tubuhnya dengan begitu ringannya di gendongannya Helena tak menunjukkan penolakan sama sekali.


“ Orang-orang rendahan yang tak memiliki hati seperti kalian tak pantas disebut manusia ” cerca Noah melihat kerumunan orang-orang itu lalu tanpa peduli pada hal lainnya dia membawa Helena pergi dari tempat itu.


Semua yang ada disana terkejut dan bertanya-tanya siapa pria itu, mereka juga seakan langsung menyadari bahwa kemungkinan pria itu adalah orang yang ada di video dengan Helena. Tapi begitu kedatangan Noah mereka tidak berani berkutik lagi.


Noah mendudukkan Helena dengan lembut di mobilnya lalu memasangkan seatbelt pada wanita itu, lalu dia segera masuk dan mengemudikan mobil itu meninggalkan desa itu.


Sepanjang jalan Helena menangis tersedu-sedu, dia hanya terus menunduk sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Tangisan yang begitu pilu juga dengan rasa kecewa yang berat karena keadaan yang tiba-tiba semua berbalik menyerangnya.


“ Hah..” hembusan napas panjang Noah yang seakan juga ikut lelah menyaksikan Helena yang masih terus menangis di sampingnya, memutuskan untuk menenangkan wanita itu terlebih dahulu Noah menghentikan laju mobil itu di pinggir jalanan.


“ Sekarang kau sudah tidak berada di desa itu lagi tenangkan dirimu ”


Helena tak menghiraukan kata-kata Noah dia masih terus saja menangis.


“ Mengucapkan kata-kata manis bukan keahlianku, jadi dengarkan aku Helena. Sekarang kamu sudah tahu betapa buruknya keadaan yang terjadi karena itu ubah keputusanmu dan aku akan menikahimu, biarkan aku bertanggung jawab untuk melindungi dari orang-orang atau ancaman mana pun ” ucap Noah datar hanya sedikit memberi penekanan.


“ Bertanggung jawab? hah..” Helena tertawa cengah menertawakan dirinya sendiri mendengar perkataan Noah.


“ Bagaimana mana kau bertanggung jawab untuk semua yang telah hancur..peternakan yang aku bangun dengan susah payah..hiksss...melindungi katamu? Bagaimana dengan harga diriku yang sudah hancur..semua orang menganggap aku pelac*r..hiksss..kalau kau ingin bertanggung jawab kembalikan semua seperti semula..aku ti-tidak mau seperti ini..”


Noah terdiam karena dia memang tidak akan bisa mengembalikan keadaan kembali seperti semula.


“ A-aku hanya ingin hidup tenang disana..aku juga tidak serakah ingin hidup terlalu bahagia cukup..hikss..cukup jika aku bisa menjalani semua seperti biasa tapi kenapa nasibku selalu seperti ini? Apa aku memang tidak pantas untuk hidup tenang? ” Helena menatap Noah dengan dalam dimana matanya yang masih berair dan memerah menatap Noah begitu dalam.


“ Aku bisa mengembalikan keadaan peternakanmu seperti semula meskipun tidak di desa itu lagi, tapi aku tidak akan menjanjikan semua itu akan berjalan mulus. Satu hal yang pasti jika kau sudah menjadi istriku tidak akan aku biarkan seorang pun mengatakan sesuatu yang buruk tentangmu kau bisa memegang kata-kataku ini ”


Untuk saat ini hanya itu yang bisa diberikan Noah tidak lebih dan tidak kurang karena dia tidak berniat menjanjikan hal-hal manis pada Helena kalau ujung-ujungnya semua adalah kebohongan.

__ADS_1


“ Kau bisa mengembalikan peternakanku seperti semula? ” ujar Helena penuh harap.


“ Aku bisa melakukan hal itu ” jawab Noah dengan pasti.


Helena masih diam merenungi apa yang diucapkan Noah untuk beberapa saat.


“ Tapi Helena tawaranku ini tidak dalam waktu yang lama semua tergantung pada keputusanmu saat ini. Jika kau tetap menolak untuk menikah maka bisa aku pastikan bahkan jika nanti kau memohon agar aku bertanggung jawab aku tidak akan melakukan hal itu. Aku tidak mau terlalu banyak memohon karena aku tidak bisa menjadi baik terlalu lama ”


Noah mendekatkan wajahnya ke telinga Helena.


“ Jadi jawab aku, kau mau menikah denganku atau tidak? ” bisik Noah dalam.


Helena menjauhkan tubuhnya dengan mata membulat sempurna terkejut betapa tiba-tibanya Noah tanpa pikir panjang bisa mengucapkan hal itu.


“ Aku tidak bisa..bagaimana nanti dengan Adira? A-aku tidak mau ” tolak Helena terbata-bata.


“ Sssttt..jangan memikirkan orang lain cukup pikirkan perkataanku tadi kau ingin menikah atau tidak. Jawabanmu sekarang akan menentukan semuanya tidak perlu mempedulikan orang lain, pikirkan dirimu terlebih dahulu ”


“ Kau sudah tahu aku punya trauma...bagaimana nantinya jika menikah denganku? Apa kau tidak masalah dengan itu? ”


Noah meraih tangan Helena, membuat Helena ingin segera menarik tangannya kembali tapi ditahan oleh Noah.


“ Kau mungkin memiliki trauma bersentuhan dengan pria tapi mungkin kau sendiri tidak menduga kalau kau tidak menunjukkan reaksi trauma kalau aku menyentuhmu ” jelas Noah dengan sedikit perasaan bangga.


“ A-apa maksudmu? ”


“ Lihat aku menggenggam tanganmu tapi kau baik-baik saja dan..


Cup!

__ADS_1


Noah mengecup punggung tangan Helena dengan cepat.


“ Kau?! ” kejut Helena.


“ Untuk masalah trauma itu sudah selesai bukannya bagus kalau nantinya kau hanya bisa bersentuhan dengan suamimu ” Noah melepas tangan Helena setelah pembuktian cepat yang dia lakukan.


Helena tidak bisa mengatakan apa pun tentang itu, tapi memang tubuhnya tidak bereaksi biasanya dalam tahap itu mungkin saat ini dia sudah pingsan.


Noah melirik jam tangannya melihat sudah berapa banyak waktu terbuang percuma sementara Helena yang terus ragu.


“ Jangan lupa waktumu tidak banyak, cukup jawab iya atau tidak ” tegas Noah lagi.


“ Me-memangnya tidak masalah bagimu menikah tanpa cinta ” suara Helena sedikit meninggi karena dia malu harus mengatakan hal itu, tapi dia juga harus menegaskan pada Noah bahwa diantara mereka tidak ada perasaan cinta dan apakah itu tidak masalah buat pria itu?


“ Cinta? ” guman Noah berpikir sejenak.


“ Aku tidak tahu menahu untuk perasaan seperti itu, orang-orang memang selalu mengatakan agar menikah karena cinta. Tapi bukannya itu terlalu klasik tidak semuanya terjadi harus karena perasaan sempit itu ”


“ Cih..sekarang kau mengatakan hal itu lalu bagaimana jika nanti kau jatuh cinta pada seorang wanita saat kau sudah menikah denganku? Apa menurutmu itu lucu sekarang saja karena kau masih belum merasakan perasaan itu ” desis Helena kesal dengan jawaban Noah seolah pria itu berpikir dirinya robot yang tak punya perasaan.


“ Sepertinya aku tidak akan mengalami hal itu, bagaimana denganmu sendiri? Apa kau pernah atau bahkan memiliki orang yang dicintai? ” Noah balik bertanya.


“ Ti-tidak, aku tidak pernah terpikirkan hal seperti itu. Dengan trauma begini tidak mungkin aku merasakan hal-hal itu, ironi sekali ” Helena tersenyum miring mengingat dirinya yang tak bernasib baik.


“ Baguslah berarti anggap saja kita menjalani pernikahan tanpa perasaan itu, karena memang untukku itu tidak penting. Tapi Helena satu hal yang harus kau tahu aku bukan pria yang akan memaafkan istriku jika mencintai orang lain. Aku baik-baik saja tanpa perasaan cinta, sama seperti sekarang kalau sudah menikah pun jangan pernah mencintai orang lain ”


“ Hah? Apa itu masuk akal? Sifat posesif yang terlalu itu menakutkan asal kau tahu ”


“ Aku tidak memaksamu untuk mencintai aku, tapi bukan berarti aku harus mengizinkan kau mencintai orang lain. Karena sudah membahas masalah itu sekarang berikan jawabanmu ” Noah menatap Helena sembari menantikan jawaban apa yang akan diberikan wanita itu.

__ADS_1


Jangan lupa berikan vote, hadiah, komen, dan like untuk novel ini😁


Happy Reading 😘


__ADS_2