
“ Di-Dira..aku..”
“ Kenapa kamu melakukan hal itu Helen? Bagaimana bisa kamu berbuat seperti itu? ”
Helena benar-benar tidak bisa menjawab apa pun ketika mendengar Adira mengutarakan pertanyaan itu padanya. Hal yang sangat dia takuti jika Adira tahu sudah terjadi, dia tidak bisa menjawab apa pun yang ada malah bulir-bulir air matanya yang berjatuhan seolah tidak terbendung.
“ Ma..itu semua salahku maafkan aku Nona Helena aku benar-benar tidak tahu hal seperti akan terjadi karena kesalahanku maaf aku benar-benar minta maaf andai saja aku tidak mengetikkan alamat yang salah sudah pasti Nona Helena tidak akan berada di club itu..”
Helena menatap Nadia marah jadi gadis itu tahu semua ini terjadi karena kesalahannya hingga dia begitu menderita. Andai saja dia tidak meminta Helena mengantarkan ponselnya? Andai dia lebih berhati-hati saat mengirimkan pesan alamat itu? Helena tidak akan terjebak dengan Noah.
“ Benar ini semua salahmu hikss..kenapa kau bisa membuat aku terjebak di club itu hah?! Ha-harusnya kau sedikit lebih peduli apa begitu sulit untuk memperhatikan isi pesan itu sebelum mengirimnya padaku hah? Hikss..semua ini salahmu..”
Nadia mengakui semua itu karena itu dia dengan cepat berlutut minta maaf pada Helena walaupun dia tahu lagi-lagi dan lagi permintaan maafnya tidak akan mengubah apa pun.
Melihat gadis itu berlutut tidak sama sekali membuat perasaan Helena tenang dia malah semakin merasa sedih untuk dirinya yang selalu mengalami hal-hal buruk itu, dia hanya dapat terus menangis terisak.
Adira juga tidak tahu bagaimana dan apa yang harus dia katakan pada sahabat dan anak sambungnya itu. Bahkan dia merasa gagal dan menyesal andai saja dia tidak pergi bulan madu sahabatnya itu pasti baik-baik saja sekarang.
“ Helen..mengapa hal seperti ini terjadi padamu...” Adira membawa Helena ke dalam pelukannya sementara dia juga tidak bisa menahan air matanya tidak terjatuh.
“ Ini bukan salahmu jangan menangis lagi Helen..aku pastikan semua akan baik-baik saja, katakan padaku siapa pria berengs*k itu aku akan buat dia menerima ganjaran yang pantas ” geram Adira dengan menahan kemarahannya.
Mencoba berpikir lagi mengapa Adira menanyakan siapa pria itu? Bukannya sudah jelas mereka semua sudah tahu apa yang terjadi dengan dia dan Noah.
__ADS_1
“ Pasti berat mengatakan siapa pria itu..tapi Helen kita harus tahu siapa pria itu agar dapat menyelesaikan masalah ini juga dia harus bertanggung jawab atas apa yang sudah dia lakukan padamu karena video itu sudah menyebar..”
“ Vi-video?..apa maksudmu? Video apa? ” tanya Helena tak mengerti dengan situasinya.
Adira begitu sedih mengetahui sahabatnya itu bahkan tidak tahu masalah apa yang mengancamnya saat ini. Adira melihat ke arah Aidan dan benar saja mengerti dengan apa yang ingin disuruh Adira, Aidan menyodorkan ponselnya kepada Helena.
Helena menatap dengan bingung tapi tetap menerima ponsel itu, mata membulat sempurna melihat video yang diputar.
Dalam video itu menunjukkan saat dia mencium Noah dan bagaimana juga saat Noah mulai membaringkan tubuhnya tapi dalam video itu hanya wajah Helena yang terlihat sementara Noah hanya nampak tampak dari belakang menunjukkan punggung polosnya yang tentu saja membuat dia tidak dikenali.
Pandangan Helena rasanya memudar hingga ponsel itu meluncur jatuh begitu saja dari tangannya, napasnya tersekat. Perlahan ingatan tentang malam itu kembali muncul Helena mengingat menjatuhkan ponsel Nadia mungkin dari situlah mula masalah itu muncul sebelum ponsel itu terjatuh Helena tanpa sadar menekan ikon yang memulai siaran langsung melalui akun instagr*m Nadia.
Karena itu video itu tersebar dan tentu saja siaran langsung itu terhenti ketika ponsel Nadia malah terinjak sampai pecah tanpa sadar oleh Noah.
Napas Helena naik turun seiring serangan panik yang memuncak tidak bisa membayangkan video buruk itu menyebar begitu saja, sekarang semua dunia bisa saja sedang membicarakan Helena.
“ Helen tenangkan dirimu masalah video ini akan segera dibereskan, tidak akan ada video yang tersebar lagi Mas Zein sudah berusaha menghapus video itu dari internet tanpa meninggalkan jejak, sekarang katakan padaku siapa pria yang bersamamu saat itu? ” Adira menahan bahu Helena agar sahabatnya itu fokus dan menatapnya, tapi bahkan Helena hanya diam seribu bahasa tak peduli sudah berapa kali Adira bertanya.
“ Pikirkan tentang dirimu Helen pria itu sudah merusakmu dia harus mendapatkan hukuman untuk itu, aku tidak akan memaksamu untuk hal lain tapi kamu tidak bisa diam saja seperti ini dan membiarkan pria itu lolos begitu saja ”
“ Helen! ” suara Adira mulai meninggi disela kesabarannya yang hampir habis melihat Helena yang sama sekali tak berniat mengatakan apa pun.
Adira tahu sudah terjadi hal buruk pada Helena melihat bekas-bekas memerah yang nampak di tengkuk leher Helena siapa pun pasti langsung tahu dari mana itu berasal. Karena itulah Adira tidak bisa melepaskan orang yang sudah melakukan hal itu pada Helena.
__ADS_1
“ Pria yang ada di video itu aku ” ucap Noah begitu saja yang langsung mendapat reaksi terkejut dari semua orang yang ada di sana. Begitu juga Helena yang tidak menduga pria itu malah membongkar masalah itu di sana.
“ A-apa? tunggu Noah..apa maksudmu? Aku tidak salah mendengarkan? ” suara Adira bergetar tak percaya.
Noah terdiam masih belum menjawab.
“ Noah jelaskan maksud perkataanmu ” ungkap Zein dengan tegas menatap putra sulungnya dengan tajam.
“ Aku yang melakukan hal itu pada Nona Helena semua yang terjadi malam itu adalah kesalahanku karena tidak bisa mengendalikan diri ” jawab Noah sambil tertunduk.
“ Apa?! Mas..hah..apa sekarang maksud Noah a-aku tidak mengerti sama sekali..” Adira terhuyung beruntungnya Aidan dengan sigap menahan tubuh Adira agar tidak terjatuh.
“ Mama duduk dulu, tenangkan diri Mama..” ucap Aidan khawatir lalu membantu Adira duduk, benar saja tubuh Adira rasanya tidak berdaya setelah mendengar pengakuan Noah.
“ Bagaimana hal seperti ini bisa terjadi Noah?! Menurutmu semua hal ini masuk akal! ”
Noah menerima dengan tenang bentakan Daddynya, baginya sudah tidak ada jalan untuk mundur. Jika bukan saat ini maka diwaktu lain pun hal ini akan terbongkar juga.
“ Saat itu kami berdua sama-sama terjebak dalam pengaruh obat karena itu semuanya terjadi. Tidak peduli bagaimana pun dan apa pun tanggapan Daddy dan Mama Adira aku akan bertanggung jawab padanya, aku akan menikahi Nona Helena ” Noah mengucapkan hal itu tanpa gentar sedikit pun dan dia tetap dengan ekspresi tenangnya sementara semua yang ada disana sudah syok setengah mati karena serangan pengakuan yang beruntun itu.
“ Aku tidak mau menikah! Berhenti berpikir aku akan menerima pertanggungjawaban dari sampai kapan pun aku tidak mau!! ” tolak Helena tegas.
Happy Reading 😘
__ADS_1