
Adira menghadiri sendiri penyelidikan polisi begitu juga dengan pengajuan cerai yang dia lakukan sendiri.
Walaupun tuntutan kasus itu tidak juga di cabut mungkin karena tekanan dari Glory dan semakin banyak bukti yang di serahkan kepada polisi dan itu semua seakan menjatuhkan Adira lebih dalam lagi.
“ Aku sudah katakan padamu untuk membiarkan pengacara itu yang mengurus hal itu tapi mengapa kau malah tidak mau memakai bantuan hukum?! ” Zein marah karena merasa Adira seakan ingin mengorbankan dirinya menjadi kambing hitam yang akan di tuduh membunuh Starla.
Zein sendiri tahu bahwa Adira tidak mungkin melakukan itu sementara dia sendiri saja tidak mengenal Adira sebelum hari pernikahan. Tentu saja tuduhan perselingkuhan itu tidak masuk akal. Tapi sekeras apa pun Zein berusaha menawarkan bantuan semuanya di tolak oleh Adira.
“ Ini surat dari pengadilan tiga hari lagi sidang perceraian kita akan di laksanakan. Akan lebih baik Mas menghadiri sidang itu maka proses perceraian itu berjalan lancar ” Adira menyerahkan surat itu pada Zein mengabaikan perkataan pria itu.
Zein menatap nanar surat itu tidak pernah terbayangkan olehnya walaupun dia ingin berpisah dengan Adira. Tapi bukan perpisahan seperti ini yang di harapkan Zein.
“ Apa aku sebegitu tidak bisa diandalkan sampai kau sama sekali tidak ingin menerima bantuan ku!! Kau selalu seperti ini bahkan untuk kepala pelayan Vera dan pelayan-pelayan lainnya yang bisa aku pecat secepatnya tapi kau lebih memilih meminta bantuan Aidan. Apa menurutmu aku tidak bisa memecatkan pelayan itu untukmu?! ” tak tahu bagaimana tapi Zein rasanya sangat marah karena Adira benar-benar nampak tak membutuhkan dia.
“ Aku harus minta bantuan pada Mas untuk menangani pelayan itu, tapi Mas sendiri yang merendahkan aku di depan kepala pelayan itu. Saat dimana aku sangat hancur dan tidak bisa mengangkat kepalaku di depan pelayan itu semua karena Mas yang sama sekali tidak peduli akan seberapa rendah pelayan itu memandangku setelah melihat tubuhku yang penuh luka saat itu ” ucap Adira penuh penekanan.
“ Aku yang tergeletak di lantai setelah di pukuli oleh Mas, lalu tanpa memikirkan harga diriku Mas membiarkan pelayan itu masuk dan mentertawakan aku. Sejujurnya tidak ada yang bisa aku percaya termasuk Mas sendiri, karena sedari awal aku juga sudah terjebak ke dalam permainan yang Mas ciptakan ”
Zein terdiam tak bisa bicara apa pun karena memang perbuatannya yang merendahkan Adira di depan kepala pelayan waktu itu yang membuat para pelayan itu bersikap tidak sopan kepada Adira.
“ Saat itu Mas punya pilihan untuk tidak harus menikah denganku, tapi Mas memilih melakukan pernikahan itu. Tidak peduli pada apa pun Mas sendiri yang melakukan semua sesukamu ” Adira berbalik dan keluar dari ruang kerja pria itu.
” Karena saat itu Mas sama sekali tidak meniduri aku, pengakuan di depan semua orang itu bohong. Jika begitu sudah selayaknya aku tidak perlu berada dalam pernikahan ini tapi Mas sendiri telah menjebakku ”
Zein tertohok mendengar perkataan Adira seolah gadis itu telah mengetahui kebenaran bahwa Zein tidak pernah melakukan hal itu pada Adira saat gadis itu berbaring tak sadarkan diri di sampingnya.
__ADS_1
Adira berlalu melewati Aidan yang nampaknya sudah sedari tadi menantikan Adira keluar dari ruangan Zein. Aidan ingin berbicara dengan Adira, tapi Adira tetap melanjutkan langkahnya mengabaikan kehadiran Aidan.
Aidan hanya bisa diam tak dapat melanjutkan niatnya.
~
~
~
“ Jika seperti ini terus maka Anda akan di tetapkan sebagai tersangka, coba cari bukti yang menunjukkan Anda tidak bersalah ” ungkap polisi itu pada Adira.
“ Saya juga tidak tahu harus mencari bukti yang bagaimana karena saya sama sekali tidak terlibat atau bahkan mengetahui peristiwa kecelakaan itu ”
Polisi itu mendengus kesal mendengar jawaban yang sama untuk kesekian kalinya dari Adira.
“ Saya tidak mengenalnya bagaimana bisa saya berselingkuh dengannya saat itu. Aku sudah bilang dulu aku bekerja di toko bunga tepat di depan jalan yang ternyata selalu dilaluinya. Apa saat seseorang melewati jalan umum juga kejahatan ” jelas Adira lagi.
“ Tapi itu terjadi hampir setiap hari selama beberapa bulan ”
“ Karena aku bekerja di sana selama berbulan-bulan maka jelas aku selalu melewati jalan itu. Jangan menilai kasus ini hanya berdasarkan spekulasi Anda ”
Polisi itu hanya bisa membuang napas kasar mendengar sindiran halus yang diberikan Adira. Polisi itu bingung mengapa wanita itu masih bisa sangat tenang setiap dia di tanyai.
“ Hentikan penyelidikan bodoh ini Pak ” tegas seorang wanita yang tiba-tiba masuk ke ruangan itu.
__ADS_1
“ Anda siapa dan mengapa Anda memasuki ruangan ini tanpa izin ” polisi itu tidak menyangka akan ada seseorang yang bisa menerobos masuk ke ruang interogasi.
“ Aku sudah dapat izin dari dia ” wanita itu menunjuk kepala polisi distrik itu.
“ Aku yang memberi dia izin ” ucap kepala polisi itu.
“ Baik Pak ” jawab polisi itu segera.
“ Aku akan mencabut laporan itu, dan juga bisa berdiri sebagai saksi di sini bahwa gadis ini tidak pernah melakukan hal yang seperti dituduhkan padanya ” tukas wanita itu tanpa ragu.
Adira menatap bingung dan bertanya-tanya siapa wanita itu, dan apa kaitannya dengan masalah ini.
“ Tapi Anda bukan orang yang mengajukan laporan, bagaimana bisa Anda mencabut laporan. Itu tidak dapat di terima ” tolak polisi itu.
“ Yang mengajukan laporan itu adalah ibu saya sedangkan beliau adalah pasien yang menderita depresi parah. Semuanya bukti-bukti yang di berikan adalah bukti tanpa alasan yang sengaja di buat. Anda bisa memeriksa lebih jelasnya pada laporan ini ”
“ Apa dia adalah saudara Starla? ” , batin Adira terkejut mendengar ucapan wanita itu.
Polisi itu membaca semua berkas dan beberapa bukti lain yang bisa memberikan kebenaran yang jelas. Termasuk atas tuduhan perselingkuhan Adira dan Zein yang tanpa alasan.
“ Anak yang mengajukan laporan bersama ibuku juga masih di bawah umur, dengan kondisi mentalnya yang masih labil oleh karena itu dia melakukan hal itu. Ibuku juga adalah seorang pasien yang sedang menderita gangguan mental saya harap Anda sekalian dapat mengerti dan meresmikan pencabutan laporan itu ” wanita itu menjelaskan dan melakukan permohonan itu dengan tenang.
“ Karena semua sudah terbukti seperti ini maka sudah sewajarnya tuduhan kepada saudari Adira Brown di cabut karena itu tuduhan palsu. Terima kasih atas kerja sama Anda maaf karena hal ini Anda harus menjalani penyelidikan yang berat ini ” polisi itu menjabat tangan Adira sebagai permintaan maaf dan Adira menyambut itu dengan baik.
“ Terima kasih karena telah membatalkan laporan itu ” ucap Adira sopan kepada wanita itu ketika mereka berdua sama-sama berdiri di depan pintu kantor polisi itu.
__ADS_1
**Mohon dukungannya untuk like, komen, hadiah, dan vote untuk novel ini 😉
Happy Reading😘**