
Noah lebih tenang karena sepertinya Helena percaya dengan alasan yang dia buat.
“ Apa beberapa orang aneh yang suka berada di sekitar peternakan juga pengawal keluarga Brown? ” tanya Helena lagi.
Noah menganggukkan kepala pelan.
“ Itu sebenarnya tidak perlu, aku rasa peternakan aman-aman saja menaruh pengawal di sana bukannya tidak penting juga”
“ Hampir seharian kau berada di peternakan tentu saja itu sangat penting. Selagi keberadaan mereka tidak menganggu abaikan saja ”
“ Aku ingin bilang kalau sulit mengabaikan jika aku saja sudah menyadari hal itu, tapi bilang seperti itu tak mungkin juga ”
“ Baiklah ” pasrah Helena.
~
~
~
Sehari setelah itu mereka berdua kembali sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Helena saat itu sedang melihat-lihat di sekitar mall milik GC Grup perusahaan Zein ayah mertuanya.
Dia berada di sana setelah melakukan pertemuan dengan pihak dari perusahaan yang ingin berinvestasi di peternakan miliknya.
Karena pertemuan itu sudah selesai dengan baik, Helena memutuskan untuk berkeliling mall itu sebentar dengan niat untuk sekedar mencari hiburan sejenak.
__ADS_1
“ Wah padahal ini masih salah satu dari mall GC tapi sebesar ini, pantas saja keluarga Brown sangat kaya ”
“ Apa selama ini aku terlalu menganggap remeh keluarga Brown ya ” Helena malah melontarkan hal itu asal.
Helena berdiri mengantri di depan stand makanan ringan yang ada di sana.
“ Argh! ” pekik Helena begitu tubuhnya tertarik dari barisan antrian itu karena tangannya yang ditarik tiba-tiba.
Helena secepat kilat berusaha berontak begitu menyadari siapa yang menggenggam tangannya saat itu.
“ Lepaskan aku!! Tolong! ” dengan cepat Helena berteriak meminta bantuan pada orang-orang yang ada di sana.
“ Hei kenapa kau berteriak seperti itu gadis bodoh ” pria itu mendorong tubuh Helena kuat hingga dia terjatuh begitu saja.
“ Laporkan saja sana! Memangnya salah jika seorang ayah membawa pulang putrinya yang kabur! ” teriak pria itu keras.
“ Dia itu putriku! Apa salah kalau aku membawa pulang putriku agar dia tidak terjerumus lebih dalam lagi ke pergaulan bebas! Kalau tidak pria bajing*n yang ingin memanfaatkan dia yang akan membawanya. Apa kau salah satu dari pria berengs*k itu?! ”
Kata-kata yang diteriakkan cukup keras itu membuat orang-orang yang berada di sana kebingungan apa harus menolong Helena yang ada di sana atau tidak.
Kalau benar dia ayahnya orang-orang juga takut untuk ikut campur, pria yang tadi ingin menolong Helena langsung membantah tuduhan itu.
“ Aku juga tidak mengenal wanita ini, tapi kalau dia putrimu harusnya perilaku kan dia dengan lebih baik ” geram pria itu.
“ Ini urusanku orang lain seharusnya tidak ikut campur! Kemari kau jangan mencoba kabur lagi! ”
__ADS_1
Lengan Helena di cengkram kuat, tubuhnya di seret menjauh dari kerumunan itu. Helena gemetaran tenaganya hilang tak berjejak, bayangan-bayangan yang sangat ingin dia lupakan kembali berputar lagi saat itu di otaknya.
Suara orang-orang dan teriakan pria itu berubah menjadi dengung tajam di telinganya.
“ Kau senang setelah kabur hah! Berani-beraninya kau malah jadi pelac*r! ”
“ Arghhhh!!! ” teriak Helena melengking dengan sekuat tenaganya.
Dengan sedikit kesadaran yang tersisa untuk melindungi diri dari manusia yang paling dia takuti di dalam hidupnya itu, Darwin ayahnya yang adalah dalang dibalik pelaku kekerasan kepada Helena sejak kecil.
Helena mendorong kuat tubuh ayahnya itu, hingga dia terlepas.
“ Anak sial*n!! Mau mencoba melarikan diri lagi! ”
Helena gemetaran sekujur tubuh air mata yang menggenang dengan mata memerah, dia melangkahkan kakinya menjauh dari pria itu. Tapi belum beberapa langkah dia malah abruk tak bertenaga.
“ To-tolong aku..hosh..tolong ” Helena berusaha meraih orang-orang yang melewati dan menatapnya dengan bingung itu.
Gejala panik yang dia derita akibat bertemu lagi dengan pelaku yang menyebabkan traumanya membuat napasnya sesak.
“ Tolong...hosh..a-aku..tolong..” kata-kata yang diucapkan tersenggal-senggal itu bersamaan dengan rasa sesak yang rasanya memenuhi dadanya membuat pandangan nya semakin lama semakin buram.
Sayup-sayup dia bisa melihat bayangan ayahnya yang juga mulai mendekat ke arahnya.
Happy Reading😘
__ADS_1