Menjadi Ibu Sambung

Menjadi Ibu Sambung
S2 Helena Noah


__ADS_3

Tanpa benar-benar terasa tinggal 1 hari lagi sebelum waktu bulan madu Adira dan Zein berakhir. Seperti percakapan yang dilakukan Helena dan Adira di telepon baru saja pasangan itu akan kembali esok hari.


Semuanya berjalan lancar tidak ada masalah yang terjadi selama kepergian Adira dan Zein, hanya beberapa kesulitan yang dialami Helena ketika mengurus Ziel dan Lily secara bersamaan.


Sejak pagi hingga malam hari dia sibuk mengurus dan mengasuh Ziel dan sesekali bermain dengan Lily. Karena semua anggota keluarga Brown yang lainnya menjalani jadwal yang sangat sibuk hari itu.


Karena itu baru setelah hampir jam 9 malam barulah Helena dapat menikmati makan malamnya dengan damai setelah menidurkan Lily.


“ Huh..akhirnya besok Dira akan kembali setidaknya aku bisa bersantai nanti setelah pulang ke desa”


Helena hanya dapat berguman menyemangati dirinya, seraya menyeruput secangkir kopi yang dia buat setelah selesai makan tadi.


Tring!! Tring!! Tring!!


Suara nada dering ponsel yang sangat dikenali Helena sebagai miliknya, membuat dia segera berdiri untuk meraih ponselnya.


“ Hm..halo ” ucap Helena kaku mengetahui nomor yang tidak dia kenali yang menelpon dirinya.


“ Nona Helena ini aku Nadia, aku memakai ponsel temanku untuk menelponmu ”


Helena mengeryitkan dahi sebentar setelah mendengar ucapan Nadia.


“ Aku meninggalkan ponselku di rumah karena terlalu terburu-buru tadi. Besok aku masih ada pemotretan dan sekarang latihan di sini juga masih belum selesai. Aku pasti tidak sempat menjemput ponselku besok ke rumah, boleh aku minta tolong Nona Helena mengantarkan ponselku ke tempat ini ”


Permohonan yang diucapkan dengan cepat dan terburu-buru oleh Nadia itu sementara Helena yang berusaha memahami maksud gadis itu.


“ Sebenarnya aku bisa saja pergi ke sana tapi bagaimana dengan Ziel sekarang memang dia lagi tidur, kalau terbangun nanti dan tidak ada yang menjaga dia ”


“ Benar juga..” lirih Nadia mendengar alasan yang logis itu.


“ Oh tapi Nona Helena Kak Aidan kan ada di rumah bagaimana kalau Kak Aidan yang menjaga Ziel sebentar. Aku jamin hanya butuh waktu 30 menit untuk mengantar ponselnya kemari karena jaraknya tidak terlalu jauh ”


“ Ya sudah aku akan minta Aidan yang mengantarkan ponselmu ”


“ Jangan! ”


Penolakan yang cepat dari Nadia.


“ Kenapa? Apa ada yang salah? ” bingung Helena.


“ Masalahnya jika Kak Aidan yang identitasnya tidak diketahui orang lain kalau kami bersaudara malah akan menimbulkan kontroversi. Kalau bukan aku yang di gosipkan pacaran dengannya bisa saja nanti privasi Kak Aidan juga terpublish karena orang-orang pasti langsung fokus padanya. Aku minta tolong Nona Helena karena setidaknya hal itu tidak akan menimbulkan rumor ”

__ADS_1


“ Kalau begitu aku akan bilang pada Aidan untuk menjaga Ziel dulu ”


Helena memutuskan untuk mengantarkan ponsel Nadia, kalau dia berangkat lebih cepat juga akan lebih baik peluang Ziel terbangun juga jadi lebih kecil.


“ Makasih Nona Helena aku akan kirim alamatnya melalui pesan ”


Begitu mengakhiri panggilan itu Nadia mengetik pesan singkat yang berisi alamat tempat itu pada Helena.


“ Nadia! Apa yang kamu lakukan cepatlah waktu istirahat sudah lama berakhir ”


Suara pelatih yang sudah memanggil Nadia membuat Nadia tidak terlalu fokus dan cepat-cepat mengetikkan pesan itu. Tanpa memeriksa pesan itu lagi. Setelahnya dia langsung mengembalikan ponsel temannya yang tadi dia pinjam.


~


~


~


Helena sudah ada di dalam taxi menuju alamat yang diberikan Nadia. Setidaknya tadi dia sudah berpesan kepada Aidan untuk menjaga Ziel sementara dia pergi.


Tak berapa lama supir taksi itu memberitahu bahwa mereka sudah tiba di tujuan. Helena membayar ongkos taksi itu dan turun perlahan, dia terdiam sejenak begitu melihat tempat yang ada di depannya saat ini.


Helena membuka lagi pesan yang dikirimkan Nadia tadi.


Helena mencoba beberapa kali menelpon nomor yang digunakan Nadia untuk menelponnya tadi tapi tak mendapat balasan. Dengan tetap berpikir positif Helena berpikir mungkin karena itu ponsel temannya Nadia jadi bisa saja panggilannya tidak dijawab.


Dia memasuki club itu dengan ragu-ragu, menaiki lantai kedua.


“ Uhmm..permisi Pak aku datang ke sini untuk mencari Nadia. Dia yang menyuruh aku datang ke sini ” ucap Helena ragu-ragu pada seorang pria yang nampaknya seorang yang bekerja di club itu.


“ Nadia? ” pria itu diam berpikir sejenak menatap Helena dari bahwa sampai atas secara intens. Sampai membuat Helena merasa risih dengan tatapan pria itu.


“ Kalau Nona memang tamu yang diundang sendiri oleh Nona Nadia, maka sebaiknya Anda mengikuti saya karena kedatangan Nona sudah ditunggu sejak tadi ”


“ Ah..iya baiklah ”


Helena mengikuti pria itu dengan tetap menjaga jarak, beda dari yang dia bayangkan pria itu bicara sangat sopan padanya.


“ Silakan masuk ke dalam ruangan ini Nona, Nona bisa menunggu di sini saya akan memberitahu perihal kedatangan Anda pada Nona Nadia sebentar ”


Belum sempat Helena menjawab pria itu sudah pergi meninggalkan dia sendiri di ruangan itu. Helena mendudukkan dirinya di sofa yang memanjang di ruangan itu. Suasana di dalam ruangan sedikit redup hanya diterangi lampu berwarna biru gelap.

__ADS_1


Pria itu segera menelpon atasannya itu untuk melapor.


“ Bos saya ingin melapor wanita yang Bos undang sudah datang ” lapor pria itu.


“ Ya sudah tunggu apalagi siapkan dia jangan biarkan client kita menunggu terlalu lama ”


“ Baik Bos ”


Percakapan yang berakhir dengan singkat segera membuat pria itu berjalan cepat.


“ Segera siapkan tamu yang ada diruangan sekarang juga ” perintahnya kepada seorang pelayan wanita.


“ Maaf Pak apa kali ini juga dosis full? ” tanya pelayan wanita itu.


“ Melihat Bos yang mengundang wanita itu sendiri sudah pasti kamu harus memberi dosis terbaik ” jawab pria itu walaupun sedikit ragu.


~


~


~


Cklekk!!


Suara pintu ruangan yang kembali terbuka membuat Helena segera menoleh tapi yang dilihatnya memasuki ruangan itu bukan Nadia melainkan seorang wanita lain yang tak dikenalinya.


“ Saya datang untuk mengantarkan minuman untuk Anda ” ucap wanita itu sembari menyajikan minuman yang nampak cantik dan berwarna hijau lembut dan sedikit biru di bagian dasarnya.


“ Seharusnya tidak perlu malah merepotkan Anda, aku hanya ingin segera bertemu-


“ Nona mohon bersabar, karena sebentar lagi dia akan datang. Sebelum itu sebaiknya Nona bersantai menikmati minuman sejenak, tanpa menyombongkan ini merupakan minuman terbaik di tempat ini ”


Helena hanya bisa tersenyum canggung melihat wanita itu malah sibuk menjelaskan hal yang tidak penting menurutnya.


“ Berarti dia bilang agar aku menunggu sebentar lagi? ” tanya Helena memastikan.


“ Benar sekali Nona ” ucap wanita itu tersenyum lebar dan masih belum bergerak dari tempatnya.


“ Apa mungkin dia sedang menunggu aku minum minuman ini? Dari tadi tatapannya terus tertuju pada gelas itu ” , batin Helena.


“ Aku akan mencoba minumannya, Terima kasih sudah sampai menyiapkan ini ” Helena mengangkat gelas itu dan meneguk sedikit minuman itu.

__ADS_1


“ Sama-sama Nona kalau begitu saya mohon undur diri ” wanita itu terdengar senang dan meninggalkan ruangan itu dengan perasaan puas.


__ADS_2