
“ Mengapa begitu padahal dia sudah banyak berlatih setidaknya pasti dia mengharapkan ada anggota keluarganya yang menyaksikan penampilannya ” ucap Adira simpati.
“ Saya tidak tahu soal itu Nyonya ” jawab pelayan itu.
“ Hmm..baiklah ” Adira melangkah pergi meninggalkan pelayan itu. Dia membaca lagi tiket itu dan menimang-nimang niatnya.
“ Apa aku pergi saja melihat penampilan Nadia? Lagian aku hanya di rumah seharian. Tapi belum tentu juga Nadia akan senang jika melihatku datang ” bingung Adira.
“ Kalau aku pergi ke sana sembunyi-sembunyi sepertinya tidak masalah. Asal Nadia tidak mengetahui keberadaanku saja ” Nadia sedikit bersemangat dengan idenya.
Dia lalu berganti pakaian, memakai gaya yang berlawanan dari yang biasa dia kenakan. Lalu memakai topi bucket yang hampir menutupi mata dan menggunakan masker, hingga Adira nyakin Nadia tidak akan mengenali dia.
“ Pak bisa antarkan saya ke sekolah Nadia ” ucap Adira pada supir yang ditugaskan untuk mengantarkan Adira jika bepergian.
“ Sekolah Nona Nadia? Nyonya nyakin akan pergi ke sana ” supir itu juga kaget dengan Adira yang tiba-tiba minta diantar ke sekolah Nadia karena selama ini dia tidak pernah pergi ke sana.
“ Benar Pak, aku akan pergi untuk melihat penampilan musikalnya. Tapi aku punya permintaan jangan beritahu pada Nadia kalau aku pergi ke sekolahnya. Bisakan Pak aku minta tolong ”
“ Nyonya tidak perlu minta tolong seperti itu jika Anda mengatakan untuk tidak memberitahu Nona Nadia berarti itu perintah buat saya. Silakan masuk Nyonya akan segera akan saya antar ”
Adira tersenyum senang setelah mendengar jawaban si supir. Tak butuh waktu lama mereka tiba di sekolah Nadia.
“ Nyonya apa perlu saya bantu antarkan ke tempat drama musikalnya. Karena saya pernah mengantarkan barang Nona Nadia ke sana ” tawar si supir.
“ Tidak perlu Pak terima kasih, bapak tunggu saja di sini setelah musikalnya selesai saya akan langsung pulang ” tukas Adira karena dia takut jika si supir tak sengaja dilihat oleh Nadia maka rencananya untuk tidak dikenali akan gagal.
“ Maaf permisi, bu saya ingin bertanya dimana ruangan drama musikal ” tanya Adira kepada seseorang yang nampak seperti guru disekolah itu, dia juga menunjukkan tiketnya untuk menyakinkan orang itu.
__ADS_1
“ Ruangan itu ada di lorong kedua setelah ini, setelah sampai di sana Ibu bisa tunjukkan tiketnya maka akan diarahkan ke kursi khusus orang tua ” orang itu menunjukkan jalannya dengan jelas, Adira mengucapkan terima kasih lalu melanjutkan langkahnya. Sebelum masuk dia melihat setiap orang tua yang datang selalu membawa buket bunga di tangannya.
Adira takut jika memang buket bunga itu di butuhkan sedangkan dia tidak membawa buket bunga.
“ Aduh..ngimana ini apa aku cari saja dulu siapa tahu disekitar sini ada penjual buket ” Adira terburu-buru mencari buket bunga itu, untungnya tak jauh dari gerbang sekolah ada beberapa penjual buket bunga. Mungkin karena para orang tua biasa membeli buket bunga jadi ada penjual yang berjualan di sana.
Adira kembali ke ruang musikal itu benar saja setelah dia menunjukkan tiketnya Adira diarahkan ke kursi lalu dia duduk dengan perasaan lega di situ.
Dia mengeluarkan tisu dari tasnya untuk menyeka keringat yang bercucuran di dahinya karena bolak-balik untuk membeli buket bunga tadi.
Pembawa acara mulai membuka acara, dilanjutkan dengan beberapa kata sambutan, penampilan tari, dan beberapa penampilan solo dari siswa.
Adira melirik jam tangannya tidak menyangka penampilan drama musikal Nadia belum juga dimulai, sejujurnya dia takut jika Zein juga akan marah padanya karena keluar rumah tanpa izin apalagi perginya ke sekolah Nadia.
Setelah beberapa rundown acara lagi akhirnya pembawa acara memberitahu akan dimulainya pertunjukan drama musikal.
Adira dan penonton lainnya tepuk tangan dengan sangat meriah saat Nadia berhasil menyanyikan bait naskah musikalnya dengan sangat baik, apalagi akting dan tariannya sangat bagus.
“ Wow hebat sekali ” Adira bersorak bangga.
Nadia merupakan pemeran utama wanita di drama musikal itu dia melakukan setiap dialognya dengan sangat baik.
Berulang kali Adira bersorak bangga menyaksikan betapa hebatnya Nadia saat berada di atas panggung. Seolah sangat jauh dari penampilan Nadia yang biasa Adira lihat di rumah, di sini dia benar-benar seperti orang yang berbeda sesuai dengan perannya.
Semua penonton berdiri dan bertepuk tangan setelah drama musikal itu selesai. Para pemain drama musikal itu berbaris diatas panggung memberikan hormat kepada para penonton, mereka juga menyapa para penonton dengan melambai dari atas panggung.
Orang tua yang anaknya ikut berperan di drama musikal itu beramai-ramai naik ke atas panggung memeluk anak-anaknya dengan bangga dan memberikan buket bunga yang mereka bawa.
__ADS_1
Nadia yang pemeran utama berdiri di barisan tengah dia menyibukkan diri melambaikan tangan menyapa para penonton karena tidak ada yang menghampirinya ke panggung untuk sekadar mengucapkan selamat apalagi memberikan buket bunga.
Sejujurnya setiap diakhir penampilan dan kegiatan ini terjadi. Nadia selalu merasa sedih dan terkucilkan karena akan terlihat jelas bahwa tidak ada satupun dari keluarganya yang menonton penampilannya. Tapi Nadia berusaha mengabaikan semua itu dan tetap menjaga ekspresinya agar orang-orang tidak tahu dia bersedih.
Adira memandang sedih Nadia yang berdiri di atas panggung itu, walaupun wajahnya penuh dengan senyuman tapi Adira tahu betapa sedih dan kesepiannya gadis itu. Pasti dia merasa tidak ada seorang pun yang menghargai dan peduli dengan usahanya.
Melihat buket bunga yang Adira pegang sangat ingin rasanya dia naik ke atas panggung memberikan buket itu kepada Nadia dan mengatakan dia sudah bekerja keras. Tapi Adira takut kehadirannya malah akan memperburuk keadaan.
“ Tunggu sebentar Pak boleh saya minta tolong” pinta Adira kepada pembawa acara tadi yang saat itu kebetulan lewat di dekat Adira.
“ Iya silakan Nona saya akan membantu jika memang dibutuhkan ” jawab pembawa acara itu sopan.
“ Saya sangat ingin memberikan buket bunga ini kepada gadis yang berperan sebagai pembawa utama wanita itu. Penampilannya sangat bagus ” puji Adira dengan jujur.
“ Jika Nona suka dengan penampilannya bukankah sebaiknya Nona saja yang memberikan ” ucap pembawa acara itu.
“ Saya merasa malu untuk naik ke atas panggung, saya minta tolong ya Pak ” bujuk Adira lagi.
“ Baiklah Nona saya akan berikan ”
“ Terima kasih karena bapak sudah mau membantu, tunggu sebentar ya Pak ” Adira mengambil pulpen miliknya lalu menulis sesuatu di kartu yang disediakan di buket itu oleh si penjual tadi.
“ Ini mohon bantuannya Pak ” Adira menyerahkan buket itu.
“ Kalau boleh tahu saya harus bilang apa jika ditanya buket ini dari siapa ” tukas pembawa acara itu.
“ Katakan saja dari penggemarnya. Aku sangat menyukai penampilannya sungguh itu benar-benar hebat ” ucap Adira bersungguh-sungguh.
__ADS_1
Happy Reading 😘